Turki Keluarkan Surat Penangkapan 100 Prajurit Terkait Kudeta

Prajurit Turki ikut serta dalam peringatan Hari Kemenangan di monumen Mustafa Kemal Ataturk di Ankara, 30 Agustus 2018. (Foto: AFP/ADEM ALTAN)

Ankara: Surat penangkapan dirilis pemerintah Turki untuk 100 prajurit yang dituduh berkomplot dengan teroris untuk menggulingkan Presiden Recep Tayyip Erdogan di Ankara lebih dari dua tahun lalu.

Para prajurit dari Komando Pasukan Darat Turki itu dituduh pernah menggunakan telepon umum untuk berkomunikasi dengan Fetullah Terrorist Organization (FETO), yang dituduh Erdogan sebagai grup di balik percobaan kudeta pada Juli 2016.

Percobaan kudeta kala itu menewaskan 251 orang dan membuat 2.200 lainnya terluka. Seperti dinukil dari laman Al Jazeera, Senin 7 Januari 2019, FETO juga dituduh menyusup ke berbagai institusi Turki, seperti militer, kepolisian dan pengadilan.

FETO adalah sebuah grup yang dipimpin tokoh religius bernama Fethullah Gulen, yang kini hidup terasing di Amerika Serikat. Kepolisian Turki telah menggeledah kediaman sejumlah pendukung Gulen di Turki, dan menangkap 77 ribu orang yang dianggap terkait percobaan kudeta.

Sekitar 150 ribu pegawai negeri, personel militer dan lainnya juga telah dipecat terkait kudeta.

Baca: Diduga Pengikut Gulen, Turki Kembali Tahan 73 Akademisi

Sejumlah grup hak asasi manusia dan negara-negara Barat menuduh Turki menggunakan alasan kudeta sebagai dasar untuk menekan kritik terhadap pemerintah.

Gulen membantah keterkaitan dengan grup teror apapun dan juga mengaku tidak tahu apa-apa soal kudeta. Turki sudah berusaha meminta AS untuk mengekstradisi Gulen, namun Washington menolak dengan alasan belum menerima cukup bukti dari Ankara.

(WIL)