Mesir Temukan Artefak Selundupan di Balai Lelang Inggris

Tablet batu Raja Amenhotep I. (Foto: EGYPT MINISTRY OF ANTIQUITIES)

Kairo: Sebuah artefak kuno yang diselundupkan secara ilegal dari Mesir ditemukan di suatu acara lelang di London, Inggris. Mesir pun mencegah penjualan artefak tersebut dan menariknya dari daftar barang lelang.

Kementerian Barang Antik Mesir mengaku sudah mencari artefak tersebut di sejumlah situs pelelangan internasional. Tidak diketahui kapan atau bagaimana artefak tersebut, yakni sebuah lempeng batu Raja Amenhotep I, diselundupkan dari Mesir.

Seperti dilansir dari laman BBC, Rabu 9 Januari 2019, Direktur Jenderal Kementerian Barang Antik Mesir Shaaban Abdel Gawad mengatakan artefak tersebut kini dipamerkan di sebuah museum terbuka Kuil Karnak di kota Luxor. 

Pencarian tablet batu ini melihatkan Kementerian Luar Negeri dan Kedutaan Besar Mesir serta otoritas Inggris. Kedubes Mesir di London mengaku sudah berhasil mendapatkan artefak tersebut sejak September lalu.

Mesir telah meningkatkan upaya menghentikan penyelundupan berbagai artefak dan barang antik lainnya dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah Mesir mengingatkan bahwa pihaknya tidak akan bekerja sama dengan sejumlah museum asing yang memiliki barang selundupan. Kerja sama baru akan dilanjutkan jika barang tersebut dikembalikan.

Sebelumnya pada awal tahun ini, Mesir berencana memamerkan satu-satunya selubung batu dari Piramida Giza di Museum Nasional Skotlandia di Edinburg pada 8 Februari mendatang.

Batu kapur besar tersebut akan dipamerkan kepada publik untuk kali pertama sejak tiba di Skotlandia pada 1872.

(WIL)

Capres Kongo Minta Hasil Pilpres Segera Diumumkan

Kinshasa: Calon presiden Republik Demokratik Kongo dari kubu oposisi Martin Fayulu mengingatkan komisi elektoral untuk segera mengumumkan hasil pemilihan umum dan tidak “menyamarkan kebenaran.” Pernyataan disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan di RD Kongo karena hasil pilpres tak kunjung diumumkan.

Fayulu mengklaim “masyarakat Kongo sudah tahu” hasil dari pilpres ini, yang berlangsung pada 30 Desember tahun lalu. Awalnya, hasil pilres seharusnya diumumkan pada Minggu 6 Januari.

Pilpres RD Kongo digelar untuk mencari pengganti Joseph Kabila, yang mundur dari jabatannya usai 18 tahun berkuasa. Kabila berjanji pilpres ini, yang seharusnya digelar pada 2016, akan menjadi proses pemindahan kekuasaan pertama sejak demokratik sejak Kongo merdeka dari Belgia pada 1960.

Capres pilihan Kabila, mantan menteri dalam negeri Emmanuel Shadary, menghadapi perlawanan sengit dari Fayulu yang merupakan seorang mantan taipan minyak dan juga Felix Tshisekedi, anak dari tokoh oposisi ternama.

Seperti dikutip dari kantor berita BBC, Rabu 9 Januari 2019, Fayulu mengatakan Komisi Elektoral Nasional RD Kongo (Ceni) harus segera “merilis hasil pilpres dalam waktu dekat.”

“Hasil pilpres tidak dapat dinegosiasikan lagi,” tegas dia.

Baca: Hasil Pilpres RD Kongo Ditunda, Ketegangan Meningkat

Kepala Ceni, Corneille Nangaa, sebelumnya mengatakan bahwa suara di beberapa tempat pemungutan masih harus dihitung. Nangaa, yang tidak memberikan tanggal pasti kapan hasil pilpres diumumkan, meminta masyarakat untuk bersabar.

Sementara itu, Gereja Katolik di RD Kongo telah mengerahkan 40 ribu pengawas sepanjang pilpres. Pihak gereja mengaku sudah tahu siapa yang memenangkan pilpres.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah mengarahkan 80 prajurit ke Gabon untuk melindungi warga Negeri Paman Sam jika sewaktu-waktu kekerasan meletus di RD Kongo.

Dalam sebuah surat kepada Kongres, Trump menyebut mungkin akan mengirim pasukan tambahan ke Gabon, atau bahkan ke RD Kongo.

Selama ini, RD Kongo belum pernah menjalani proses pemindahan kekuasaan via pilpres. Negara ini adalah penghasil kolbalt dan logal krusial lainnya dalam industri elektronik serta otomotif.

(WIL)

Gagalkan Kudeta, Pemerintah Gabon Berlakukan Jam Malam

Warga berkumpul di depan kantor radio RFI di Libreville, Gabon, 7 Januari 2019. (Foto: AFP/STEVE JORDAN)

Libreville: Pemerintah Gabon menerapkan aturan jam malam di ibu kota setelah menyatakan bahwa percobaan kudeta yang dilakukan sejumlah elemen militer berakhir gagal. Selain jam malam, Gabon juga memutus akses internet.

Berbicara kepada kantor berita Al Jazeera, seorang jurnalis Gabon bernama Antoine Lawson menyebut bahwa percobaan kudeta sempat memicu kepanikan di tengah warga. Setelah dinyatakan gagal, tank militer dan prajurit berpatroli di sejumlah ruas jalan.

“Masyarakat ketakutan. Saat beberapa prajurit muda meminta orang-orang untuk turun ke jalan mendukung kudeta, tidak ada yang mau. Itu karena mereka panik,” kata Lawson.

Mehari Taddele Maru, seorang konsultan di Kenya, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa percobaan kudeta adalah bentuk frustrasi sejumlah pihak terhadap keluarga Bongo, yang telah menguasai Gabon sejak 1967.

Presiden Ali Bongo telah menjadi presiden meneruskan ayahnya, Omar, yang meninggal dunia di tahun 2009. “Selama Gabon masih berada di bawah kekuasaan dinasti, maka kemungkinan akan ada krisis lagi,” tutur Mehari.

Baca: Militer Gabon Rebut Stasiun Radio dalam Upaya Kudeta

Sejumlah kritikus menuduh keluarga Bongo mengambil keuntungan dari sumber daya alam Gabon, namun tidak cukup berinvestasi terhadap sejumlah kebutuhan dasar masyarakat. Total populasi Gabon berkisar dua juta orang.

Menurut data Bank Dunia, sekitar satu dari tiga dari total populasi Gabon hidup di bawah garis kemiskinan.
(WIL)

Turki Keluarkan Surat Penangkapan 100 Prajurit Terkait Kudeta

Prajurit Turki ikut serta dalam peringatan Hari Kemenangan di monumen Mustafa Kemal Ataturk di Ankara, 30 Agustus 2018. (Foto: AFP/ADEM ALTAN)

Ankara: Surat penangkapan dirilis pemerintah Turki untuk 100 prajurit yang dituduh berkomplot dengan teroris untuk menggulingkan Presiden Recep Tayyip Erdogan di Ankara lebih dari dua tahun lalu.

Para prajurit dari Komando Pasukan Darat Turki itu dituduh pernah menggunakan telepon umum untuk berkomunikasi dengan Fetullah Terrorist Organization (FETO), yang dituduh Erdogan sebagai grup di balik percobaan kudeta pada Juli 2016.

Percobaan kudeta kala itu menewaskan 251 orang dan membuat 2.200 lainnya terluka. Seperti dinukil dari laman Al Jazeera, Senin 7 Januari 2019, FETO juga dituduh menyusup ke berbagai institusi Turki, seperti militer, kepolisian dan pengadilan.

FETO adalah sebuah grup yang dipimpin tokoh religius bernama Fethullah Gulen, yang kini hidup terasing di Amerika Serikat. Kepolisian Turki telah menggeledah kediaman sejumlah pendukung Gulen di Turki, dan menangkap 77 ribu orang yang dianggap terkait percobaan kudeta.

Sekitar 150 ribu pegawai negeri, personel militer dan lainnya juga telah dipecat terkait kudeta.

Baca: Diduga Pengikut Gulen, Turki Kembali Tahan 73 Akademisi

Sejumlah grup hak asasi manusia dan negara-negara Barat menuduh Turki menggunakan alasan kudeta sebagai dasar untuk menekan kritik terhadap pemerintah.

Gulen membantah keterkaitan dengan grup teror apapun dan juga mengaku tidak tahu apa-apa soal kudeta. Turki sudah berusaha meminta AS untuk mengekstradisi Gulen, namun Washington menolak dengan alasan belum menerima cukup bukti dari Ankara.

(WIL)

Diduga Mata-mata, Rusia Tahan Warga AS

Ilustrasi/Medcom.id.

Moskow: Rusia telah menahan seorang warga Amerika Serikat (AS) yang dicurigai sebagai mata-mata. Layanan keamanan FSB merilis laporan penahanan tersebut.

Dilansir dari AFP, Senin 31 Desember 2018, warga Amerika tersebut terbukti melakukan tindakan spionase dan segera dijerat dengan pasal kriminal.

Namun, FSB tak membeberkan detil tindakan yang diduga memata-matai Rusia tersebut. Bahkan nama warga AS itu disamarkan menjadi Paul Whelan.

Penangkapan ini terjadi setelah serangkaian tuduhan terhadap Rusia yang diduga terlibat skandal agen mata-mata terhadap Barat.

Kasus yang belum rampung hingga saat ini adalah keterlibatan Rusia dalam percobaan pembunuhan terhadap Sergei Skripal dan putrinya di Inggris. Skripal merupakan mantan agen mata-mata Rusia.

Selain itu, ada kasus Maria Butina. Wanita ini didakwa melakukan konspirasi sebagai agen intelijen Rusia dan memengaruhi para politikus AS dan kelompok tertentu demi kepentingan Rusia.

Penangkapan Butina diprotes keras oleh Kementerian Luar Negeri Rusia dan AS tidak mengabulkan permohonan pemberian jaminan untuk pembebasan Butina. 

(WIL)

Taliban Afghanistan Berada di Iran untuk Dialog Damai

Jubir Kemenlu Iran Bahram Ghasemi di Teheran, 2 Oktober 2018. (Foto: AFP/ATTA KENARE)

Teheran: Kelompok militan Taliban Afghanistan berada di Iran untuk berdialog damai dengan sejumlah pejabat senior. Kabar disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Bahram Ghasemi, Senin 31 Desember 2018.

“Kemarin, delegasi dari Taliban berada di Teheran dan menggelar negosiasi berdurasi cukup lama dengan Wakil Menlu (Abbas) Aragchi,” tutur Ghasemi, seperti dikutip dari laman AFP.

“Tujuan utama dari negosiasi ini adalah mencari solusi dalam membantu memfasilitasi negosiasi antara beberapa grup di Afghanistan dengan pemerintahannya. Dialog di sini untuk membicarakan negosiasi di Afghanistan,” tambah dia.

Pertemuan di Teheran terjadi beberapa hari usai seorang pejabat Iran mengatakan dialog dengan Taliban telah berlangsung di Afghanistan.

Ali Shamkhani, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Agung Iran, mengatakan kepada awak media mengenai negosiasi tersebut, yang terjadi pada 26 Desember dalam kunjungannya ke Kabul.

“Republik Islam Iran selalu menjadi salah satu pilar utama stabilitas di kawasan. Kerja sama antar kedua negara tentu akan membantu memperbaiki masalah keamanan di Afghanistan saat ini,” sebut Shamkhani.

Pemberontakan Taliban di Afghanistan sudah berlangsung selama lebih kurang 17 tahun. Selama ini Afghanistan selalu berusaha membujuk Taliban agar mau berdialog damai.

Namun Taliban menegaskan tetap kukuh pada pendirian dan tidak mau berdialog langsung dengan pemerintah Afghanistan.

(WIL)

Mayat Khashoggi Dibawa dalam Lima Koper

Seorang pria yang diduga membawa koper membawa jasad Jamal Khashoggi. (Foto: A Haber).

Istanbul: Kematian jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi masih menjadi misteri. Kali ini muncul rekaman video keamanan (CCTV) yang menunjukkan jasad khashoggi yang dibawa dalam lima koper.

Baca juga: Menteri AS Bantah Pangeran Mohammed Terlibat Pembunuhan Khashoggi.

Seperti dilansir 9 News, Selasa, 1 Januari 2019, lima koper terpisah itu dibawa keluar dari gedung Konsulat Jenderal Arab Saudi di Istanbul. Koper-koper ini kemudian dibawa menuju rumah Konsul Jenderal Arab Saudi.

Rumah dari Konjen Arab Saudi tersebut diketahui tidak jauh dari gedung Konsulat sendiri. Di gedung inilah Khashoggi terakhir kali terlihat masih hidup pada 2 Oktober 2018.

Video tersebut disiarkan oleh televisi Turki A Haber. Namun tidak diketahui kebenaran dari rekaman video tersebut.

Jamal Khashoggi dikenal sebagai jurnalis yang kerap mengkritik Kerajaan Arab Saudi, termasuk Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman. Dia menghilang saat mengurus pernikahannya di kantor konsulat.

Usai pembunuhan, tuduhan gencar mengarah kepada Pangeran Mohammed. Diketahui bahwa 15 orang melakukan pembunuhan ini, 11 orang sudah didakwa atas pembunuhan ini sementara lima diantaranya diancam hukuman mati.

Baca juga: Perombakan di Kabinet Arab Saudi Usai Kasus Khashoggi.

Imbas kasus ini, Raja Salman melakukan perombakan dalam kabinetnya. Adel al-Jubeir yang sebelumnya menjabat sebagai Menlu Arab Saudi, diturunkan pangkatnya menjadi Asisten Menlu. Sementara beberapa petinggi dalam tubuh organisasi keamanan juga mengalami pergantian.

Hingga saat ini belum ada titik terang dalam kasus Khashoggi. Jasadnya pun tidak diketahui keberadaannya.

 
 

(FJR)

Bos TV Iran Dipecat Usai Adegan Seks Jackie Chan Tersiar

Bintang film Hong Kong Jackie Chan terkenal dengan film laganya. (Foto: AFP).

Teheran: Seorang Direktur Televisi Iran, IRIB, dipecat setelah secara tidak sengaja membiarkan adegan seks Jackie Chan lolos dari aturan penyensorannya yang ketat.

Warga di Pulau Kish Iran terkejut ketika stasiun TV lokal mereka menunjukkan bintang seni bela diri itu berhubungan seks dengan seorang pelacur di salah satu filmnya.

Itu jauh melampaui batas yang biasa di Iran, di mana pria dan wanita bahkan tidak diizinkan berjabat tangan di layar. Ada tanggapan cepat setelah pemirsa memposting klip online.

“Klip adegan amoral dari sebuah film yang menampilkan Jackie Chan telah beredar di media sosial yang tampaknya diperlihatkan oleh Kish IRIB,” lapor kantor berita semi-resmi ISNA, seperti dikutip AFP, Selasa 1 Januari 2019.

“Adegan-adegan ini yang sepenuhnya bertentangan dengan prinsip-prinsip IRIB akhirnya mengarah pada pemecatan dan teguran beberapa karyawan IRIB di Kish,” kata laporan itu.

Kemarahan muncul dari beberapa orang Iran yang menunjukkan bahwa tidak ada yang dipecat karena kecelakaan bus fatal yang menewaskan 10 siswa di Universitas Azad Teheran minggu lalu.

“Bus berbalik, pesawat jatuh, kapal tenggelam tidak ada yang diberhentikan. Beberapa detik Jackie Chan bercinta dengan IRIB dan segera semua staf di bagian itu dipecat,” tulis seorang pengguna Twitter.

Presenter TV IRIB Reza Rashidpoor ??bercanda di acara bincang-bincang paginya bahwa kontroversi bisa dihindari jika IRIB memasukkan keterangan yang mengatakan Chan menikah dengan aktris yang memerankan pelacur.

Dia merujuk pada sebuah program minggu lalu di mana IRIB menambahkan keterangan yang mengatakan bahwa pasangan yang berpegangan tangan di layar menikah dalam kehidupan nyata.

(FJR)

616 Warga Asing Dihukum Irak Terkait ISIS

Baghdad: Pemerintah Irak menghukum 616 warga asing,-termasuk perempuan dan puluhan anak di bawah umur,- pada tahun 2018 karena menjadi anggota kelompok militan Islamic State (ISIS).

Irak menyatakan ‘kemenangan’ atas ISIS pada akhir 2017 setelah perang tiga tahun melawan kelompok militan itu. ISIS pernah menguasai hampir sepertiga negara itu serta sejumlah negara tetangga Suriah.

Sekitar 20.000 orang yang dicurigai memiliki hubungan dengan IS telah ditangkap sejak 2014. Juru bicara pengadilan Abdel Sattar Bayraqdar menegaskan jumlah ini pada Senin 31 Desember 2018.

“616 pria dan wanita yang dituduh memiliki ISIS telah diadili sepanjang tahun 2018 dan dihukum di bawah undang-undang anti-terorisme Irak,” ujar Bayraqdar, seperti dikutip dari VOA Indonesia, Selasa 1 Januari 2019.

“Mereka terdiri dari 466 wanita, 42 pria dan 108 anak di bawah umur,” katanya.

Tetapi Bayraqdar tidak menjelaskan hukumannya. Berdasarkan undang-undang anti-terorisme Irak, pengadilan dapat mengeluarkan vonis, termasuk hukuman mati, terhadap siapa pun yang dinyatakan bersalah menjadi anggota kelompok teroris.

Pada April, sumber pengadilan mengatakan bahwa lebih dari 300 tersangka yang terkait dengan ISIS telah dihukum mati dan lebih dari 300 lainnya dijatuhi hukuman seumur hidup, yang di Irak setara dengan 20 tahun.

Sebagian besar wanita yang dihukum karena hubungan ISIS berasal dari Turki dan negara-negara bekas pecahan Uni Soviet. Tiga warga negara Prancis,-dua wanita dan seorang pria,- telah dijatuhi hukuman penjara seumur hidup sementara seorang wanita Jerman, seorang pria Belgia dan seorang pria Rusia telah dijatuhi hukuman mati.

Banyak wanita telah melakukan perjalanan ke Irak dengan anak-anak mereka untuk bergabung dengan suami mereka yang bertempur di jajaran ISIS. Beberapa masih menunggu untuk dipulangkan ke negara asal mereka.

Pada Minggu, 30 anak-anak Rusia yang ibunya di penjara di Irak karena memiliki hubungan dengan ISIS diterbangkan dari Baghdad ke Moskow sebagai bagian dari program repatriasi yang diperjuangkan oleh orang kuat Chechnya Ramzan Kadyrov.

(FJR)

Persediaan Makanan untuk Rakyat Yaman Dicuri

Anak-anak di Yaman paling menderita akibat perang yang melanda. (Foto: AFP).

Sanaa: Organisasi World Food Programme (WFP) mengeluarkan pernyataan mengejutkan mengenai ransum makanan untuk warga Yaman. Ransum tersebut dikabarkan dicuri orang.

WFP Senin 31 Desember mengatakan ransum makanan bagi warga Yaman yang kelaparan di daerah-daerah yang dikuasai pemberontak Houthi dicuri.

Dalam siaran pers yang disebar melalui situsnya, WFP mengatakan banyak orang yang seharusnya berhak menerima alokasi makanan, tidak menerimanya. Sementara sebagian lainnya ditolak mendapat jatah makanan secara penuh.

“Selama beberapa bulan terakhir ini WFP telah menyelidiki laporan ransum makanan yang hilang dan menemukan fakta bahwa mitra-mitra lokal yang berafiliasi dengan Departemen Pendidikan di Sana’ay ang telah melakukan penipuan,” ujar Direktur Eksekutif WFP David Beasley, seperti dikutip dari VOA Indonesia, Selasa, 1 Januari 2019.

“Tindakan ini memuncak pada pencurian makanan dari mulut rakyat yang kelaparan,” ucapnya.

Ditambahkannya, “ketika anak-anak di Yaman sekarat karena tidak memiliki cukup makanan untuk dikonsumsi, penipuan seperti ini menimbulkan kemarahan. Tindakan kriminal ini harus segera dihentikan.”

Jutaan orang di negara yang dikoyak perang itu tergantung pada bantuan pangan internasional. Yaman telah dilanda perang saudara sejak tahun 2015. Perang itu telah menimbulkan penderitaan di negara paling miskin di dunia itu.

PBB mengatakan sekitar 16 juta warga Yaman kini mengalami kekurangan pangan, air bersih dan obat-obatan.

(FJR)

PM Israel Klaim Pihaknya Sekutu Arab untuk Lawan Iran

Rio de Janeiro: Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengklaim bahwa negara-negara Arab memandang Israel sebagai sekutu yang sangat diperlukan memerangi Iran dan militan Islamic State (ISIS).

Klaim ini disampaikannya saat mengunjungi Brasil Senin 31 Desember. Menurut Netanyahu, peran Israel telah menyebabkan ‘revolusi dalam hubungan dengan Negara Arab’.

Komentar itu muncul ketika Israel meningkatkan serangan udara pada posisi Iran di negara tetangga Suriah. Ditambah lagi ketika Israel mencerna keputusan mendadak oleh Presiden Donald Trump untuk menarik pasukan AS dari Suriah.

Netanyahu telah berulang kali memperingatkan bahwa Iran berusaha mengembangkan senjata nuklir untuk menghancurkan negaranya. Dengan klaim sepihak, Netanyahu menjelaskan bahwa “Israel telah menunjukkan dirinya aktif dalam memerangi kelompok Islam garis keras – baik yang dipimpin oleh Syiah radikal yang dipimpin oleh Iran, atau yang dipimpin oleh Sunni radikal yang dipimpin oleh ISIS dan Al-Qaeda” .

“Sayangnya kami belum membuat kemajuan dengan Palestina. Setengah dari mereka sudah berada di bawah senjata Iran,” tambah Netanyahu, seperti dikutip AFP, Selasa, 1 Januari 2019.

Ditanya apakah dia bisa berbicara dengan damai bersama pemimpin Iran, Netanyahu menjawab: “Jika Iran tetap berkomitmen untuk penghancuran kita, jawabannya adalah tidak. Satu-satunya cara adalah Iran mengalami transformasi total”.

Netanyahu berada di Brasil untuk menghadiri pelantikan Presiden terpilih Brasil Jair Bolsonaro. Presiden Brasil ini melontarkan sikap pro-Israel.

Di sela-sela upacara, Netanyahu akan mengadakan pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo, yang juga di antara para pejabat tinggi yang berkunjung. Mereka dijadwalkan untuk membahas penarikan pasukan AS dari Suriah dan kegiatan-kegiatan Iran di Timur Tengah.

(FJR)

Bentrok Pemburu dan Petani di Mali Tewaskan 37 Orang

Kelompok petani dan peternak Fulani berunjuk rasa di Bamako, Mali, 30 Juni 2018, atas pembataian di Koumaga. (Foto: AFP/MICHELE CATTANI)

Bamako: Tiga puluh tujuh warga sipil tewas saat sekelompok pria bersenjata yang diyakini sebagai pemburu menyerang sebuah desa di Mali, Selasa 1 Januari 2019. Ini merupakan kelanjutan dari bentrokan antara pemburu Dogon dan petani serta peternak Fulani.

“Serangan di desa Koulogon dekat Bankass di area Mopti dilakukan pria bersenjata yang berpakaian seperti pemburu dozo yang bermitra dengan grup etnis Dogon,” ujar pernyataan resmi pemerintah Mali, seperti dikutip dari kantor berita AFP.

“Selain 37 korban tewas, yang semuanya warga sipil, sejumlah orang terluka dan banyak rumah dibakar,” lanjutnya.

Sebelumnya, sebuah sumber keamanan dan seorang pria mengaku menyaksikan serangan di Koulogon. Mereka juga menuding Dogon berada di balik serangan, dan menyebutkan korban tewas berjumlah 33 orang.

“Kepala desa kami, Moussa Diallo, tewas dalam serangan. Seorang wanita tua dan satu perempuan beserta seluruh anggota keluarganya juga tewas,” tutur Allaye Yattara, seorang Fulani, kepada AFP.

Prancis telah membantu pasukan Mali dalam menghadapi pemberontakan di wilayah utara yang terjadi sejak 2012. Sejak kematian tokoh Fulani Amadou Koufa pada November lalu, intensitas konflik antar grup dan etnis di Mali meningkat.

Kekerasan diperparah tuduhan bahwa Fulani membiarkan hewan ternak mereka merumput di tanah Dogon. Perserikatan Bangsa-Bangsa mencatat lebih dari 500 warga sipil tewas dalam bentrok Dogon dan Fulani sepanjang 2018.

Juni lalu, 24 anggota komunitas Fulani tewas dalam sebuah serangan. Penyelidikan PBB menyatakan Dogon berada di balik serangan.

(WIL)

Korban Tewas Kapal Karam di Turki Jadi 6 Orang

Ilustrasi kapal tenggelam. (Foto: Medcom.id)

Ankara: Jumlah korban tewas kapal karam di lepas pantai Turki bertambah menjadi enam orang, setelah laporan awal menyebutkan dua kematian dengan beberapa lainnya dinyatakan hilang. Kapal berbendera Panama itu tenggelam di lepas pantai provinsi Samsun di Laut Hitam.

Menurut pernyataan Kementerian Dalam Negeri Turki, seperti dilansir dari Daily Sabah Turkey, Senin 7 Januari 2019, tim penjaga pantai dikerahkan ke sebuah koordinat sekitar 123 kilometer dari Samsun usai menerima panggilan darurat dari kapal Volgo Balt 214.

Total kru kapal berjumlah 13 orang. Dengan enam korban tewas dan tujuh berhasil diselamatkan, maka operasi penyelamatan resmi berakhir. Operasi penyelamatan sempat melibatkan dua perahu, tiga helikopter dan satu pesawat.

Gubenur Samsun Osman Kayman mengatakan seluruh korban selamat berada dalam kondisi baik. Investigasi awal menunjukkan cuaca buruk sebagai penyebab karamnya kapal.

Dia mengatakan salah satu korban selamat mengatakan kepada dirinya bahwa sebuah “gelombang cepat” menghancurkan beberapa bagian kapal, sebelum akhirnya tragedi tenggelam pun terjadi.

Kapal kargo Volgo Balt 214 diketahui sedang berlayar menuju Samsun dari pelabuhan Azov di Rusia. Kaymak menyebut kapal tersebut mengangkut batu bara.

(WIL)

Nigeria Tahan Dua Jurnalis atas Peliputan Boko Haram

Prajurit Nigeria dalam parade militer di Abuja, 1 Oktober 2018. (Foto: AFP/SODIQ ADELAKUN)

Maiduguri: Pasukan keamanan Nigeria menggerebek kantor surat kabar Daily Trust dan menahan dua jurnalisnya terkait peliputan kelompok bersenjata Boko Haram.

Petugas gabungan kepolisian dan paramiliter Nigeria menggerebek kantor tersebut yang terletak di utara kota Maiduguri. Dua orang yang ditahan adalah editor Uthman Abubakar dan reporter Ibrahim Sawab.

“Penggerebekan itu merupakan respons terhadap peliputan kami atas persiapan militer untuk merebut kembali kota Baga yang dikuasai Boko Haram pekan lalu,” ucap seorang sumber di Daily Trust kepada kantor berita AFP, Senin 7 Januari 2019.

“Mereka mencari reporter kami Hamza Idris yang meliput untuk artikel tersebut. Namun mereka menangkap dua reporter lain saat tidak dapat menemukan Idris,” tambah seorang sumber lainnya.

Kepolisian Nigeria menyegel kantor Daily Trust usai menyita beberapa laptop dan telepon genggam kedua jurnalis. Belasan prajurit Nigeria juga menggerebek kantor pusat Daily Trust di Abuja pada Minggu malam.

“Ini merupakan kelanjutan dari yang awalnya terjadi di kantor Maiduguri. Mereka masuk ke ruang berita di lantai tiga, kemudian menyita komputer serta laptop dan meminta semua orang untuk pergi,” ujar seorang sumber lain di Daily Trust.

“Mereka menyegel bangunan. Ini artinya koran kami tidak akan ada esok hari, yang merupakan kali pertama dalam 20 tahun,” lanjut dia.

Menurut beberapa sumber lain, operasi serupa dilakukan terhadap kantor Lagos Daily Trust di waktu bersamaan dengan di Abuja.

Baca: Boko Haram Serang Pasukan Keamanan Nigeria, 13 Tewas

(WIL)

Enam Orang Tewas dalam Kecelakaan KA Denmark

Dua petugas berada di dekat kereta kargo yang rusak dalam kecelakaan di Denmark, 2 Januari 2019. (Foto: AFP/Ritzau Scanpix/TIM K. JENSEN)

Copenhagen: Enam orang tewas dalam kecelakaan kereta api di sebuah jembatan yang menghubungkan dua pulau di Denmark, Rabu 2 Januari 2019. Kabar disampaikan operator jaringan kereta DSB.

“Kami mengonfirmasi enam orang meninggal dunia,” ujar seorang petugas DSB kepada kantor berita AFP. Media lokal melaporkan atap dari sebuah kereta kargo terbang tertiup angin kencang dan mengenai kereta penumpang yang melaju di arah berlawanan.

Kecelakaan terjadi di Jembatan Great Belt yang menghubungkan Pulau Zealand, tempat Copenhagen berada, dengan Funen.

Seorang juru bicara kepolisian Funen mengatakan kepada awak media bahwa dirinya belum dapat menghadirkan detail mengenai kecelakaan. “Kami hanya tahu sebuah objek mengenai kereta,” ucapnya.

Kepolisian Denmark menyebut terdapat 131 penumpang dan tiga kru di pesawat yang terkena objek tersebut. Sebuah pusat penerangan darurat telah didirikan di sisi barat dari jembatan tersebut, yang berlokasi di kota Nyborg.

Jembatan Great Belt Bridge untuk sementara ditutup untuk mobil dan kereta yang hendak pergi ke Funen. Namun arus lalu lintas menuju Zealand kini telah dibuka kembali.

Puluhan ribu kendaraan melintasi jembatan tersebut pada setiap harinya. Badai telah menyebabkan beberapa kecelakaan di jembatan tersebut pada Selasa 1 Januari.

(WIL)