PM Israel Desak Rumania Pindahkan Kedubes ke Yerusalem

PM Israel Benjamin Netanyahu. (Foto: AFP)

Tel Aviv: Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mendesak Rumania dan negara-negara Uni Eropa lainnya untuk memindahkan kedutaan besar mereka dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Hal ini diungkapkan Netanyahu ketika bertemu dengan PM Rumania Viorica Dancila. Tahun ini, Rumania mengambil alih kepresidenan bergilir Uni Eropa selama enam bulan. 

“Saya harap Anda akan bertindak untuk menghentikan resolusi buruk terhadap Israel di Uni Eropa dan tentu saja memindahkan kedubes Anda ke Yerusalem,” kata Netanyahu, dikutip dari Times of Israel, Sabtu 19 Januari 2019.

Tahun lalu memang Rumania telah mengadopsi rancangan proposal untuk memindahkan kedubes ke Yerusalem. Rancangan proposal ini dibuat setelah Amerika Serikat memindahkan kedubesnya.

Namun, Presiden Rumania Klaus Iohannis yang kerap tak sejalan dengan pemerintah, menentang langkah parlemen tersebut. Ia juga menyerukan agar Dancila mengundurkan diri.

Dalam kunjungan tahun lalu ke Yerusalem, Dancila mengatakan ingin memindahkan kedubes Rumania namun kurang yakin apakah memiliki dukungan cukup untuk melakukan pemindahan tersebut. 

Saat ini, Guatemala, Paraguay, dan Brasil menjadi negara-negara yang mengikuti AS untuk memindahkan kedubesnya ke Yerusalem.

Australia pun sempat mengumumkan akan memindahkan, namun karena banyak kecaman termasuk dari Indonesia, Negeri Kanguru tersebut tidak akan memindahkan kedubes hingga ada penyelesaian perdamaian Israel dan Palestina. 

(WIL)

Masakan Tak Enak, Pria Penggal Kepala Kekasihnya

Ilustrasi/Medcom.id.

Moskow: Seorang pria asal Smolensk, Rusia, terpaksa mendekam di penjara akibat memenggal kepala kekasihnya. Insiden ini terjadi akibat masakan sang kekasih dirasa tak enak.

“Pelaku marah karena sup Shchi (kubis) yang rasanya tidak enak. Kami tangkap pelaku di rumah mereka di Desa Kozlovka,” kata pihak kepolisian setempat, dikutip dari Daily Mail, Sabtu 19 Januari 2019.

Sejumlah media lokal memberitakan bahwa pria berusia 43 tahun ini telah mengangur dan mulai gemar mabuk. Disinyalir, sebelum memenggal kekasihnya, pelaku usai minum minuman keras.

Sejumlah tetangga juga mengatakan, pasangan tersebut tak pernah bertengkar. Perilaku sang pelaku juga terkenal baik. 

Awal pekan ini, kejadian serupa juga terjadi di Rusia. Seorang istri tega membunuh suaminya karena kesal. Pasalnya, sang suami mengkritik masakannya tidak enak dan kurang garam.

Sang istri pun menunggu suaminya tidur dan ia melakukan aksi tersebut di depan anak mereka yang berusia empat tahun. 

(WIL)

Dokter dan Remaja Tewas Ditembak dalam Demo di Sudan

Khartoum: Seorang dokter dan remaja berusia 16 tahun tewas ditembak dalam unjuk rasa menentang Presiden Omar al-Bashir di Sudan, Jumat 18 Januari 2019. Gelombang protes anti-pemerintah di Sudan ini sudah memasuki pekan kelima.

Menurut keterangan seorang anggota Sindikat Dokter Sudan, kedua korban terkena tembakan pasukan keamanan nasional yang menembaki sekumpulan demonstran. Sembilan pengunjuk rasa lainnya dilaporkan terluka dalam bentrokan, di mana para pedemo beraksi di sebuah rumah sakit di Khartoum.

“Sejak awal, pasukan keamanan merespons demo dengan kekuatan berlebih dan peluru tajam,” ujar Dokter Amjed Farid. Ia menyebut dokter yang tewas bernama Babiker Abdulhemeed.

“Ada 14 peluru tajam di tubuhnya,” tambah Farid.

Unjuk rasa terbaru berlangsung di area Rumah Sakit Royal Care International Hospital di distrik Burri di ibu kota Sudan. Sejumlah aktivis di media sosial menyebut pasukan pemerintah membubarkan massa dengan gas air mata dan melakukan banyak penangkapan.

Seorang juru bicara oposisi mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa korban ketiga tewas dalam aksi protes pada Kamis 17 Januari.

Pertama terjadi pada Desember tahun lalu, unjuk rasa memprotes penaikan harga-harga berubah menjadi kemarahan menyeluruh terhadap Presiden Bashir yang telah berkuasa selama 30 tahun.

Satu warga Khartoum mengatakan kepada BBC bahwa unjuk rasa mengecam perekonomian negara telah berlangsung di Sudan sejak beberapa tahun terakhir. “Tapi kali ini, situasinya sangat berbeda,” ucap dia.

“Saya rasa masyarakat sudah tidak dapat menerima kondisi saat ini. Momentum unjuk rasa telah menumpuk selama bertahun-tahun,” lanjut dia.

Presiden Bashir menuding adanya kekuatan asing di balik demonstrasi. Dia berkukuh akan tetap berkuasa, dan menantang para rival untuk mengalahkannya hanya melalui “pemilihan umum yang adil dan bebas.”

Komisioner Hak Asasi Manusia dari Perserikatan Bangsa-bangsa Michelle Bachelet mengaku “sangat khawatir” terhadap situasi di Sudan. Ia menyerukan pemerintah Sudan untuk menghormati hak warga untuk “berkumpul secara damai.”

Data PBB mencatat pasukan keamanan Sudan sejauh ini telah menangkap 816 orang dalam unjuk rasa sejak tahun lalu.

(WIL)

Gelombang Panas, Suhu Malam di Australia 35 Derajat Celcius

Ilustrasi gelombang panas. (Foto: AFP)

Canberra: Australia mengalami lima dari 10 hari terpanas dalam sejarah, sejak gelombang panas ekstrem melanda Negeri Kanguru pada Sabtu 12 Januari. Gelombang panas telah memicu kematian sejumlah hewan liar, menyebabkan kebakaran hutan dan meningkatkan jumlah pasien di banyak rumah sakit.

Dilansir dari kantor berita BBC, Jumat 18 Januari 2019, Biro Meteorologi Australia (BOM) menyebut temperatur rata-rata sejak pekan kemarin berada di angka 40 derajat Celcius. 

Suhu malam hari di kota Noona di New South Wales mencapai 35,9 derajat Celcius. BOM menyebut angka itu adalah temperatur minimum tertinggi yang pernah tercatat di Australia.

BOM menyebut temperatur di “banyak wilayah” di Australia pada Jumat 18 Januari melonjak di atas 42 derajat Celcius. Situasi saat ini disandingkan dengan yang pernah terjadi di Australia pada 2013, di mana level merkuri pernah berada di angka 39 derajat Celcius selama tujuh hari berturut-turut.

Hari terpanas di Australia terjadi pada 7 Januari 2013, saat temperatur rata-rata dalam skala nasional mencapai 40,3 derajat Celcius.

Baca: Gelombang Panas Australia, Suhu Dekati 50 Derajat Celcius

“Gelombang panas saat ini sejajar dengan rekor Januari 2013, yang merupakan peristiwa terpanjang dalam sejarah Australia,” ucap pakar meteorologi BOM Blair Trewin kepada BBC belum lama ini.

“Pernah terjadi gelombang panas yang lebih tinggi, tapi belum pernah melanda area seluas sekarang,” lanjut dia.

Salah satu kota di Australia Selatan yang tercatat mencapai suhu tertinggi adalah Tarcoola. Di kota kecil tersebut, suhu udara mencapai 49 derajat Celcius.

Sementara suhu di kota pelabuhan Port Augusta mencapai 48,9 derajat Celcius, satu derajat lebih tinggi dari rekor pada 7 Februari 2009. Di kota Coober Pedy — di mana beberapa warga tinggal di bawah tanah untuk menghindari temperatur ekstrem — suhu udaranya mencapai 47,4 derajat Celcius.

(WIL)

Bungkam Demo Warga, Zimbabwe Matikan Akses Internet

Protes kenaikan harga BBM di Zimbabwe. (Foto: AFP)

Harare: Membungkam protes warga, Pemerintah Zimbabwe menginstruksikan operator jaringan seluler terbesar di negara itu untuk menutup akses internet. 

Protes telah berkobar sejak 14 Januari 2019 lalu yang menolak harga BBM naik hampir dua kali lipat. 

“Pada 17 Januari 2019 pukul 22.05 waktu setempat, kami mendapat arahan untuk penghentian internet secara total sampai pemberitahuan lebih lanjut,” sebut pernyataan Econet Wireless, operator jaringan seluler di Zimbabwe.

Dikutip dari AFP, Jumat 18 Januari 2019, Econet memilih mematuhi arahan tersebut karena berkaitan tentang legalitasnya ke depan.

Hingga hari ini, lebih dari 600 pedemo ditangkap oleh otoritas Zimbabwe. Pemerintahan Presiden Emerson Mnangagwa menilai protes tersebut merupakan protes yang sia-sia.

Demo ini juga ditanggapi Kedutaan Besar Amerika Serikat di Harare. Mereka menyerukan pasukan keamanan Zimbabwe untuk menanggapi kerusuhan tersebut secara profesional dan menyerukan adanya kebebasan berekspresi.

“AS sangat mendukung kebebasan berekspresi dan berkumpul secara damai. Warga memiliki hak untuk memprotes dan mengekspresikan pandangan mereka secara damai,” kata Kedubes AS dalam sebuah pernyataan.

“Kami juga prihatin dengan pemblokiran layanan internet dan mendesak pemulihan akses dan aplikasi media sosial,” lanjut Kedubes AS.

Sementara itu, Mnangagwa mengatakan, kenaikan harga BBM ditujukan untuk mengatasi peningkatan penggunaan BBM secara ilegal. Kini, harga bensin di Zimbabwe naik menjadi USD3,31 (Rp50 ribu) dari USD1,24 (Rp17 ribu) dan untuk diesel menjadi USD3,11 (Rp45 ribu) dari USD1,36 (Rp18 ribu). 

(FJR)

Kurdi Suriah Tolak Rencana ‘Zona Keamanan’ dari Turki

Damaskus: Suku Kurdi Suriah, menolak tawaran Amerika Serikat ihwal ‘zona keamanan’ di bawah kendali Turki di sepanjang kawasan Suriah dari perbatasan kedua negara.

Pemimpin politik senior Aldar Khalil berkata, Kurdi akan menerima pengerahan pasukan PBB di sepanjang garis pemisahan antara pejuang Kurdi dan pasukan Turki guna menangkal serangan yang mengancam.

“Pilihan lain tidak dapat diterima karena mereka melanggar kedaulatan Suriah dan kedaulatan wilayah otonom kami,” kata Khalil kepada AFP, Kamis, 17 Januari 2019.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan Selasa bahwa Ankara akan membentuk ‘zona keamanan’ di Suriah utara yang disarankan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Komentar Erdogan datang sehari setelah dia melakukan percakapan telepon dengan Trump. Sambungan itu untuk meredakan ketegangan setelah pemimpin AS mengancam akan ‘menghancurkan’ perekonomian Turki jika Ankara menyerang pasukan Kurdi di Suriah.

Turki menyambut baik rencana Washington menarik sekitar 2.000 tentara AS dari Suriah. Tetapi masa depan pasukan milisi Kurdi didukung AS yang dilabeli teroris oleh Ankara sudah meracuni hubungan antara dua sekutu NATO.

Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG) menjadi sekutu utama AS dalam perang melawan kelompok militan Islamic State (ISIS). ISIS terdesak besar-besaran dalam kampanye yang sekarang mendekati akhir, dengan para militan terkurung di perkubuan yang terus menyusut sampai hanya di bawah 9,6 km persegi.

Ankara menganggap YPG sebagai cabang dari Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang telah melancarkan pemberontakan mematikan terhadap pemerintahan otonom di Turki tenggara sejak 1984.

Erdogan mengaku pembicaraan telepon ‘sangat positif’ dengan Trump pada Senin malam. Di mana ia menegaskan kembali bahwa “zona keamanan 20 mil (32km) di sepanjang perbatasan Suriah akan diatur oleh kami.”

Pemimpin Kurdi Suriah menyesali proposal AS untuk memberi Turki kontrol atas ‘zona keamanan’ yang diperdebatkan.

“Sayangnya, Trump ingin menerapkan wilayah aman ini melalui kerja sama dengan Turki. Tetapi peran apa pun untuk Turki akan mengganggu keseimbangan dan kawasan itu tidak akan aman,” kata Khalil.

“Sebaliknya, Turki adalah pihak (dalam perselisihan) dan pihak mana pun tidak dapat menjamin keamanan,” cetusnya, seperti dikutip dari laman Telegraph.

Tentara Turki telah meluncurkan dua operasi besar di Suriah — Perisai Efrat pada 2016 terhadap ekstremis ISIS dan gerilyawan Kurdi Suriah, dan Operasi Ranting Zaitun pada 2018 yang menargetkan orang-orang Kurdi.

Serangan terakhir menunjukkan pasukan Turki dan sekutu pemberontak Suriah mereka menyerbu wilayah Kurdi di Afrin di barat laut, salah satu dari kawasan yang diperintah Kurdi sejak 2012.

Para kritikus menuding pasukan Turki dan proksi mereka atas pendudukan militer di wilayah kedaulatan Suriah.

(FJR)

Sekitar 890 Tewas Akibat Kekerasan Etnis di Kongo

Ilustrasi oleh Medcom.id.

Kinshaha: Setidaknya 890 orang diyakini telah tewas dalam kekerasan etnis selama tiga hari pada Desember di Kongo Barat, menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Angka itu dua kali lipat dari perkiraan yang awalnya diberikan pada Senin oleh seorang pendeta lokal dan aktivis masyarakat sipil. Semula diklaim bahwa setidaknya 400 orang tewas dalam pertumpahan darah yang menyebabkan pemerintah membatalkan pemungutan suara di sana dalam pemilihan presiden, bulan lalu.

Juru bicara hak asasi manusia PBB Ravina Shamdasani berkata: “Saya harus menekankan bahwa 890 adalah jumlah orang yang kita ketahui yang benar-benar dikuburkan.”

“Tetapi ada laporan bahwa banyak orang lain mungkin terbunuh dan tubuh mereka mungkin sudah dibuang di Sungai Kongo atau mereka mungkin telah dibakar sampai mati,” katanya, seperti dikutip dari laman Metro.co.uk, Rabu 16 Januari 2019.

Menurut Shamdasani, kekerasan pecah karena perselisihan terkait dengan pemakaman seorang kepala suku. Michelle Bachelet, Direktur HAM PBB, mengatakan para pelaku harus diadili atas ‘kekerasan mengejutkan’ yang meletus antara komunitas Banunu dan Batende di Provinsi Mai-Ndombe.

Kantor HAM PBB mengatakan telah meluncurkan penyelidikan, bersama dengan otoritas nasional di Kongo. Pertikaian komunal dan penjarahan yang meluas di sekitar kota Yumbi menyebabkan sekitar 16.000 orang mencari perlindungan dengan menyeberangi Sungai Kongo ke Republik Kongo, menurut pernyataan kantor hak asasi PBB.

Dikatakan: “Menurut dugaan dari sumber yang dapat dipercaya, sedikitnya 890 orang tewas antara 16 dan 18 Desember di empat desa di wilayah Yumbi, provinsi Mai-Ndombe di barat DRC, dalam apa yang tampaknya merupakan bentrokan antara Banunu. dan komunitas Batende.”

Sementara pertumpahan darah itu tidak secara langsung terkait pemilu, seorang aktivis lokal mengaku, pada Desember ketegangan antara kedua kelompok etnis telah tumbuh karena para pemimpin Batende mendukung koalisi yang berkuasa, sementara para pemimpin Banunu mendukung kandidat oposisi.

(FJR)

Bom Tewaskan Prajurit AS, Bukti ISIS Masih Berbahaya

Damaskus: Bom bunuh diri menewaskan empat prajurit Amerika Serikat di Manbij, Suriah timur laut. Aksi ini diklaim oleh militan Islamic State (ISIS). 

Pengeboman, yang terjadi hanya beberapa hari setelah truk tempur AS pertama meninggalkan negara itu, menggarisbawahi bahaya rentan ISIS di Suriah timur laut. 

Baca juga: ISIS Bom Suriah Utara, Empat Pasukan AS Tewas.

Insiden ini memberi amunisi baru kepada para kritikus atas keputusan Trump. Kalangan kritikus berpendapat bahwa penarikan itu terlalu dini dan akhirnya dapat menghidupkan kembali ISIS, di wilayah sempit yang masih dikontrolnya dekat perbatasan Irak-Suriah.

Aksi bom ISIS terbaru hanya beberapa pekan setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan kelompok teroris itu telah dikalahkan dan mengumumkan ia menarik pasukan Amerika.

Dalam pidatonya di Kementerian Luar Negeri, Rabu 16 Januari, Wakil Presiden AS Mike Pence mengulangi klaim kemenangan presiden di Suriah. “Kekhalifahan hancur dan ISIS telah dikalahkan,” kata Pence, yang tidak menyebut-nyebut tentang serangan Manbij.

Namun di Senat, Lindsey Graham — pendukung kuat presiden soal sebagian besar masalah lain — menyatakan bahwa keputusan Trump menarik diri malah menguatkan ISIS, dan membandingkan langkah itu dengan penarikan Barack Obama dari Irak — keputusan yang dikritik Trump dengan getir.

Manbij menjadi titik paling barat kehadiran AS di Suriah timur laut. Ini akan menjadi salah satu kota pertama yang diserahkan kepada pasukan Turki sebagai bagian dari kesepakatan antara Trump dan Recep Tayyip Erdogan untuk mengizinkan Ankara mengirim pasukannya guna memerangi Kurdi. Padahal Kurdi menjadi mitra AS selama pertarungan lawan ISIS.

Sejak pengumuman Trump yang mengejutkan Desember, perseteruan diplomatik bergolak antara Washington dan Ankara mengenai kapan waktu penarikan dan apakah Kurdi proksi AS akan menjadi target Turki atau tidak.

Sekitar 2.000 tentara AS telah membimbing dan melatih unit-unit pertempuran Kurdi demi memerangi ISIS. Misi itu berhasil mendesak kelompok militan mundur ke pinggiran timur bekas wilayahnya di Suriah. Sementara pasukan Irak, yang didukung AS, mendorong kelompok itu ke tepi barat Irak.

Tetapi di dalam perbatasan Irak, dan semakin banyak di Suriah, sisa-sisa ISIS mampu mengatur dan melakukan serangan tidak teratur. Para pejabat intelijen regional percaya organisasi itu kembali ke taktik perang gerilya di Irak.

Pengebom ISIS menyerang, pada Rabu 16 Januari, ke restoran di kota Manbij, tempat pasukan AS secara teratur berkumpul. Sebanyak 16 orang tewas dalam serangan, paling mematikan yang menargetkan pasukan Amerika selama empat tahun kehadiran mereka di Suriah.

Dinukil dari laman Guardian, Rabu 16 Januari 2019, Pusat Komando AS membenarkan bahwa dua tentara AS, seorang pejabat sipil departemen pertahanan, dan seorang kontraktor departemen pertahanan tewas. Sebuah pernyataan CentCom mengatakan tiga tentara terluka.

Tayangan foto di situs berita lokal Kurdi menunjukkan dua mayat yang tidak utuh beberapa jasad lain tergeletak di tanah, sementara orang-orang berkumpul di sekitar mereka. Sebuah bangunan rusak dan kendaraan serta noda darah di dinding.

ISIS cepat mengklaim serangan itu melalui media sayap propagandanya, Ammaq. Meskipun telah diusir dari Manbij sebagai kekuatan terorganisir dalam empat tahun terakhir, kelompok ini telah mempertahankan sel-sel tidur, yang meluncurkan serangan sesekali terhadap pejabat lokal dan pejuang oposisi.

(FJR)

Dipenjara Iran, Perempuan Inggris Lakukan Mogok Makan

Teheran: Seorang perempuan Inggris yang dipenjara di Iran melakukan aksi mogok selama tiga hari. Namun menurut kelompok kampanye yang mendukung perempuan itu, aksi mogoknya telah berakhir.

Nazanin Zaghari-Ratcliffe melakukan mogok makan tiga hari lalu dengan sesama narapidana Narges Mohammedi sebagai protes atas akses ke perawatan medis. Nazanin, 40, berasal dari Hampstead, telah menghabiskan lebih dari 1.000 hari di penjara di Teheran di mana dia ditahan dengan tuduhan mata-mata.

Kampanye ‘Free Nazanin’ mengatakan “dapat mengonfirmasi bahwa Nazanin dan Narges sudah mengakhiri mogok makan mereka hari ini, dan belum memperpanjangnya melebihi tiga hari.”

“Pengacara Nazanin menekankan kepada Nazanin dan Narges bahwa sekarang dia telah mengkonfirmasi izin perawatan yang mereka butuhkan untuk mengakhiri pemogokan,” kata kelompok itu, seperti disitat dari Evening Standard, Rabu 16 Januari 2019.

Nazanin melakukan mogok makan dengan sesama narapidana Narges karena kurangnya akses ke perawatan medis spesialis. Ia juga mengatakan telah ditolak menjalani prosedur mammogram.

Suaminya, Richard Ratcliffe, mengatakan istrinya ‘dipaksa’ oleh interogator untuk mengaku sebagai mata-mata Inggris dengan imbalan pembebasannya dari penjara.

Enam ahli PBB sudah mengulangi seruan pembebasan segera kedua napi itu ketika mereka meminta Teheran memberi mereka akses medis “mengingat masalah kesehatan mereka yang serius”.

“Pihak berwenang harus segera menangani pelanggaran yang menjadi dasar dari protes mogok makan mereka, termasuk penolakan terhadap perlakuan dan perawatan yang tepat, yang mungkin merupakan perlakuan kejam, tidak manusiawi atau merendahkan martabat, atau bahkan penyiksaan,” tambah para ahli.

Zaghari-Ratcliffe, yang bekerja untuk Thomson Reuters Foundation, dijatuhi hukuman penjara lima tahun sesudah ditangkap di bandara Imam Khomeini Teheran pada 3 April 2016. Suaminya berjuang dalam kampanye panjang buat membebaskannya.

Dalam langkah yang jarang terjadi, Menteri Luar Negeri Jeremy Hunt pekan ini memanggil Duta Besar Iran untuk Inggris guna membahas penahanan tersebut, yang “benar-benar tidak dapat diterima”.

Namun Dubes Hamid Baeidinejad berkata setelah pertemuan itu bahwa ia menganggap intervensi Hunt sebagai gangguan dalam urusan Iran. Zaghari-Ratcliffe berjanji untuk mogok makan pada awalnya selama tiga hari.

(FJR)

Lolos dari 9/11, Pengusaha AS Tewas dalam Serangan Kenya

Jason Spindler. (Foto: Facebook)

Nairobi: Pengusaha asal Amerika Serikat (AS) Jason Spindler menjadi salah satu korban tewas serangan bom di Kenya. Serangan ini diklaim oleh kelompok militan Al Shabaab yang berafiliasi dengan Al-Qaeda.

Korban tewas pun saat ini bertambah menjadi 21 orang. Bom diledakkan di kompleks hotel-hotel mewah, DusitD2, di ibu kota Nairobi.

Dilansir dari CNN, Kamis 17 Januari 2019, Spindler yang seorang pengusaha dan juga penasihat investasi bisnis kerap mengadakan kegiatan amal. Kegiatan seperti ini lah yang membawanya ke Kenya.

Ia juga bergabung dengan lembaga Peace Corps di Peru untuk membantu petani mengembangkan koperasi untuk dijual ke pasar yang lebih besar. 

Baca: Kelompok Al Shabaab Klaim Serangan di Kenya

Saat kejadian 9/11, Spindler terlambat masuk ke kantor yang berlokasi di lantai 7 World Trace Center (WTC) New York. Ketika pesawat menabrak menara tersebut, Spindler masih berada di kereta bawah tanah. 

Serangan di Nairobi tersebut dimulai ketika tiga mobil tiba-tiba meledak di dekat sebuah toko mewah. Setelah itu, ada mobil lain yang meledak di teras Hotel Dusit.

Suara tembakan dan ledakan membuat orang-orang berlarian menyelamatkan diri. Pasukan keamanan Kenya telah melakukan pengamanan di sejumlah bangunan di lokasi penyerangan.

Serangan terakhir terjadi di Kenya pada 2013 tepatnya di Westgate, Nairobi. Saat itu, kelompok teroris Al-Shabaab menewaskan 67 orang di pusat perbelanjaan mewah. 

(FJR)

ISIS Bom Suriah Utara, Empat Pasukan AS Tewas

Situasi di Manbij, Suriah, usai serangan bom. (Foto: AFP)

Damaskus: Sebanyak empat tentara Amerika Serikat (AS) dilaporkan tewas akibat serangan bom yang diklaim dilakukan oleh kelompok militan Islamic State (ISIS) di Suriah Utara. 

Selain empat tentara AS, 12 orang lainnya juga dilaporkan tewas. Sementara, di antara korban luka pun ada tiga tentara AS. Menurut otoritas setempat, total korban tewas berjumlah 18 orang. 

Serangan bom ini terjadi di Manbij, di mana pasukan AS ditempatkan Pentagon untuk mendukung pasukan Kurdi dan Arab Saudi. 

Dilansir dari BBC, Kamis 17 Januari 2019, para pasukan AS sedang berada di restoran untuk bertemu dengan anggota Dewan Militer Manbij. Seketika, bom meledak di restoran yang terletak di dekat pasar utama Manbij.

Bulan lalu, Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa AS akan mulai menarik keseluruhan pasukannya yang berjumlah sekitar 2.000 orang dari Suriah karena ISIS telah kalah.

Namun, usulan Trump ini ditentang banyak pihak termasuk mantan Menteri Pertahanan AS James Mattis. Meski telah berkurang, keberadaan ISIS diperkirakan belum sepenuhnya menghilang dari Suriah.

Sejumlah senator mengatakan, jika AS benar-benar menarik pasukan dari Suriah, langkah tersebut dapat mendorong militan AS kembali masuk ke negara tersebut.

(FJR)

Gelombang Panas Australia, Suhu Dekati 50 Derajat Celcius

Ilustrasi gelombang panas. (Foto: AFP)

Canberra: Sejumlah kota di Australia sempat masuk kategori lokasi terpanas di dunia sepanjang pekan ini saat negara tersebut dilanda gelombang panas. Otoritas setempat mengingatkan temperatur tinggi di Australia mungkin dapat memecahkan rekor sebelum akhir pekan ini.

Biro Meteorologi Australia mengatakan pada Rabu 16 Januari 2019 bahwa suhu sangat panas dalam empat hari terakhir ini. Suhu bahkan mencapai hampir 50 derajat Celcius di beberapa lokasi.

“Saat (suhu) Australia Selatan memecahkan rekor Selasa kemarin, maka kawasan ini juga menjadi salah satu lokasi terhangat di Bumi,” ucap meteorolog senior Philip Perkins kepada kantor berita AFP.

“Lokasi yang memecahkan rekor Selasa kemarin, hari ini suhunya sudah lebih tinggi lagi,” lanjut dia.

Temperatur tinggi bukan hal aneh di Australia saat musim panas, yang tak jarang memicu kebakaran hutan. Namun perubahan iklim membuat gelombang panas di Australia menjadi lebih ekstrem.

Baca: Gelombang Panas Landa Australia, Capai 46 Derajat Celcius

Salah satu kota di Australia Selatan yang tercatat mencapai suhu tertinggi adalah Tarcoola. Di kota kecil tersebut, suhu udara mencapai 49 derajat Celcius.

Sementara suhu di kota pelabuhan Port Augusta mencapai 48,9 derajat Celcius, satu derajat lebih tinggi dari rekor pada 7 Februari 2009. Di kota Coober Pedy — di mana beberapa warga tinggal di bawah tanah untuk menghindari temperatur ekstrem — suhu udaranya mencapai 47,4 derajat Celcius.

Satwa di Australia, yang telah menderita di tengah kekeringan di wilayah timur, juga merasakan dampak gelombang panas. Sekitar satu juta ikan diyakini tewas akibat gelombang panas di Australia. Otoritas Negeri Kanguru mengingatkan angka kematian hewan berpotensi bertambah.

Pemerintah New South Wales berencana memasang alat bernama aerator di beberapa sungai, untuk memastikan level oksigen tetap tinggi agar ikan dapat bertahan hidup.

(WIL)

Lima Orang Tewas dalam Kerusuhan BBM di Zimbabwe

Polisi antihuru-hara berpatroli di kota Buluwayo, Zimbabwe, 15 Januari 2019. (Foto: AFP/ZINYANGE AUNTONY)

Bulawayo: Tentara berpatroli di berbagai ruas jalan di Zimbabwe, Selasa 15 Januari, di tengah bentrokan antara demonstran dengan pasukan keamanan yang menewaskan sedikitnya lima orang, termasuk satu polisi.

Puluhan orang juga terluka dalam kericuhan di seantero Zimbabwe pada Senin 14 Januari, yang merupakan hari kedua dari rencana tiga hari unjuk rasa nasional. Aksi demo ini dipicu penaikan harga bahan bakar minyak di Zimbabwe yang diumumkan pada Sabtu pekan kemarin.

Di kota Bulawayo, satu orang dilaporkan ditembak mati pada Selasa petang. Sebelumnya di hari yang sama, satu polisi meninggal dunia akibat luka parah yang dideritanya saat menghadapi demonstran Senin kemarin.

Otoritas Zimbabwe telah mengeluarkan peringatan kepada semua orang untuk tidak menyerang kantor polisi dan fasilitas umum. Total 200 orang di Zimbabwe telah ditangkap terkait aksi kekerasan, yang membuat banyak toko di wilayah perkotaan hangus terbakar.

Tidak hanya pembakaran, penjarahan juga terjadi di tengah aksi unjuk rasa. Addmore Moyo, seorang pegawai negeri sipil berusia 54 tahun, mengaku kesal terhadap tingginya aksi kekerasan di Zimbabwe.

“Situasi saat ini sangat mengerikan. Bagaimana bisa orang-orang mencuri dari masyarakat mereka sendiri?” ucap Moyo, seperti dinukil dari laman Al Jazeera, Rabu 16 Januari 2019. Kerusuhan ini mirip dengan peristiwa di Prancis, yang awalnya juga dipicu penaikan harga BBM.

Baca: Macron Kecam Kekerasan Ekstrem Demonstran Rompi Kuning

Selain krisis, Zimbabwe juga sedang menghadapi kekurangan uang tunai dalam bilangan dolar Amerika Serikat, serta uang kertas obligasi yang kehilangan nilainya, yaitu lebih rendah dari USD1.

Perusahaan-perusahaan di Zimbabwe juga tidak dapat memenuhi permintaan untuk mendapatkan mata uang asing dengan cara mengekspor barang. Sebaliknya, Zimbabwe mengimpor lebih banyak produk dan barang daripada mengekspor.

(WIL)

Rahaf al-Qunun Berharap Dapat Menginspirasi Banyak Perempuan

Rahaf Mohammed al-Qunun dalam konferensi pers di Toronto, Kanada, 15 Januari 2019. (Foto: AFP/COLE BURSTON)

Toronto: Rahaf Mohammed al-Qunun, seorang remaja asal Arab Saudi yang melarikan diri dan mendapat suaka di Kanada, berharap kisah pelariannya ini dapat menginspirasi banyak perempuan di luar sana. 

Ia mengaku melarikan diri saat sedang berkunjung bersama keluarganya di Kuwait. Dari sana, ia terbang menuju Australia namun terlebih dahulu mendarat di Thailand.

Saat tiba di Thailand, Rahaf mengurung diri di sebuah kamar hotel agar tidak dideportasi. Setelah berada di bawah perlindungan Agensi Pengungsian Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNHCR), Rahaf melanjutkan proses permintaan suaka ke Australia.

Namun karena menganggap Australia terlalu lamban, Rahaf mengajukan suaka ke Kanada dan diterima oleh Perdana Menteri Justin Trudeau.

Dalam wawancara perdana sejak tiba di Kanada, Rahaf mengatakan kepada Australian Broadcasting Corp bahwa dirinya merasa “jumlah wanita yang melarikan diri dari Arab Saudi akan bertambah, terutama karena sudah tidak ada sistem untuk menghentikan mereka.”

“Saya yakin akan ada lebih banyak wanita yang melarikan diri. Saya berharap kisah saya dapat mendorong perempuan untuk menjadi pemberani,” lanjut dia.

Rahaf tiba di Bandara Internasional Pearson di Toronto, Kanada, dengan menggunakan maskapai Korean Air dari Seoul pada Sabtu. Menteri Luar Negeri Kanada Chrystia Freeland menyebut Rahaf sebagai “remaja baru Kanada yang sangat berani.”

“Dia wanita muda pemberani yang sudah melewati banyak kesulitan. Saat ini, dia akan menuju rumah barunya,” tutur Freeland.

Dalaketerangan kepada media BBC di awal pelarian, Rahaf mengaku takut dibunuh karena dirinya sudah menyatakan keluar dari agama Islam atau murtad. Ia juga disebut memilih lari untuk menghindari pernikahan paksa di Arab Saudi.

(WIL)

Serangan Teror di Kompleks Hotel Kenya, 15 Tewas

Serangan teror di Kenya tewaskan 15 orang. (Foto: CNN)

Nairobi: Sekelompok pria bersenjata menyerang sebuah kompleks hotel di Kenya. Di dalam penyerangan tersebut, ada seorang pengebom bunuh diri. 

Peristiwa ini terjadi pada dini hari. Setelah 12 jam terperangkap di dalam kompleks, belasan orang dapat dibebaskan pada pukul 03.30 pagi waktu setempat. Hingga saat ini, ledakan dan tembakan masih terdengar.

Dilansir dari CNN, Rabu 16 Januari 2019, setidaknya 15 orang dinyatakan tewas dalam serangan ini. Sejumlah orang juga telah dibawa ke rumah sakit karena terluka. 

Sekelompok pria bersenjata tersebut menyerang kompleks Hotel DusitD2, yang memiliki 101 kamar hotel, spa, restoran dan ada beberapa kantor perusahaan lokal dan internasional. 

Kepala Polisi Kenya Joseph Boinnet mengatakan, serangan tersebut dimulai dengan ledakan yang menargetkan tiga mobil di tempat parkir dan pengeboman bunuh diri di teras Hotel Dusit.

Selain itu, suara tembakan dan ledakan membuat orang-orang berlarian menyelamatkan diri. Pasukan keamanan Kenya telah melakukan pengamanan di sejumlah bangunan di lokasi penyerangan.

“Tim keamanan telah mengevakuasi sejumlah warga Kenya dan warga negara lain dari gedung. Kami sekarang dalam tahap akhir membersihkan area dan mengamankan bukti dari peristiwa ini,” sebut pernyataan dari Kementerian Dalam Negeri Kenya.

Serangan terakhir terjadi di Kenya pada 2013 tepatnya di Westgate, Nairobi. Saat itu, kelompok teroris Al-Shabaab menewaskan 67 orang di pusat perbelanjaan mewah. 

(WIL)