Musim Dingin di Suriah Tewaskan 15 Anak-anak

Anak-anak di Suriah yang harus melawan suhu dingin di penampungan. (Foto: AFP).

Damaskus: Musim dingin mendera Suriah dalam beberapa waktu terakhir. Anak-anak menjadi korban akibat suhu yang mendadak turun drastis itu.

“15 anak-anak tewas akibat suhu udara dan kurangnya persediaan medis,” laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), seperti dikutip AFP, Selasa, 15 Januari 2019.

“Delapan dari dari anak-anak itu tewas karena musim dingin di tempat pengungsian Rukban di tenggara Suriah. Tujuh anak lainnya meninggal saat dipindahkan dari wilayah basis pertahanan kelompok militan di Hajin,” imbuh laporan itu.

Ribuan jiwa hidup dalam kondisi buruk di Rukban. Sebagian besar dari pengungsi hidup di wilayah yang pernah dikuasai oleh militan Islamis State (ISIS) dan terjebak setelah pihak Yordania menutup perbatasan.

Pada 2017, sekitar 20 orang tewas akibat kurangnya perawatan medis di dalam tempat penampungan.

Konflik di Suriah sudah berlangsung sejak 2011. Presiden Bashar Al-Assad terus mempertahankan kekuasaannya dari gempuran pasukan pemberontak dan juga kelompok ISIS yang sempat menguasai wilayah di negara itu.

Menurut Syrian Observatory for Human Rights (SOHR), korban tewas akibat konflik ini mencapai 560 ribu jiwa. Sedangkan warga yang mengungsi mencapai sekitar tujuh juta jiwa.

(FJR)