Dipenjara Iran, Perempuan Inggris Lakukan Mogok Makan

Teheran: Seorang perempuan Inggris yang dipenjara di Iran melakukan aksi mogok selama tiga hari. Namun menurut kelompok kampanye yang mendukung perempuan itu, aksi mogoknya telah berakhir.

Nazanin Zaghari-Ratcliffe melakukan mogok makan tiga hari lalu dengan sesama narapidana Narges Mohammedi sebagai protes atas akses ke perawatan medis. Nazanin, 40, berasal dari Hampstead, telah menghabiskan lebih dari 1.000 hari di penjara di Teheran di mana dia ditahan dengan tuduhan mata-mata.

Kampanye ‘Free Nazanin’ mengatakan “dapat mengonfirmasi bahwa Nazanin dan Narges sudah mengakhiri mogok makan mereka hari ini, dan belum memperpanjangnya melebihi tiga hari.”

“Pengacara Nazanin menekankan kepada Nazanin dan Narges bahwa sekarang dia telah mengkonfirmasi izin perawatan yang mereka butuhkan untuk mengakhiri pemogokan,” kata kelompok itu, seperti disitat dari Evening Standard, Rabu 16 Januari 2019.

Nazanin melakukan mogok makan dengan sesama narapidana Narges karena kurangnya akses ke perawatan medis spesialis. Ia juga mengatakan telah ditolak menjalani prosedur mammogram.

Suaminya, Richard Ratcliffe, mengatakan istrinya ‘dipaksa’ oleh interogator untuk mengaku sebagai mata-mata Inggris dengan imbalan pembebasannya dari penjara.

Enam ahli PBB sudah mengulangi seruan pembebasan segera kedua napi itu ketika mereka meminta Teheran memberi mereka akses medis “mengingat masalah kesehatan mereka yang serius”.

“Pihak berwenang harus segera menangani pelanggaran yang menjadi dasar dari protes mogok makan mereka, termasuk penolakan terhadap perlakuan dan perawatan yang tepat, yang mungkin merupakan perlakuan kejam, tidak manusiawi atau merendahkan martabat, atau bahkan penyiksaan,” tambah para ahli.

Zaghari-Ratcliffe, yang bekerja untuk Thomson Reuters Foundation, dijatuhi hukuman penjara lima tahun sesudah ditangkap di bandara Imam Khomeini Teheran pada 3 April 2016. Suaminya berjuang dalam kampanye panjang buat membebaskannya.

Dalam langkah yang jarang terjadi, Menteri Luar Negeri Jeremy Hunt pekan ini memanggil Duta Besar Iran untuk Inggris guna membahas penahanan tersebut, yang “benar-benar tidak dapat diterima”.

Namun Dubes Hamid Baeidinejad berkata setelah pertemuan itu bahwa ia menganggap intervensi Hunt sebagai gangguan dalam urusan Iran. Zaghari-Ratcliffe berjanji untuk mogok makan pada awalnya selama tiga hari.

(FJR)