Demo Kenaikan BBM di Zimbabwe Memakan Korban

Warga Zimbabwe menyerang ibu kota Harare memprotes kenaikan BBM. (Foto: AFP)

Harare: Sejumlah orang diperkirakan tewas dalam protes di Zimbabwe. Protes ini terkait penolakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dinaikkan pemerintah hingga dua kali lipat.

Ratusan pedemo lainnya ditangkap otoritas setempat ketika mencoba menyerbu ibu kota Harare dan Kota Bulawayo. 

Menanggapi demo ini, Presiden Emmerson Mnangagwa mengatakan, kenaikan harga BBM ditujukan untuk mengatasi peningkatan penggunaan BBM secara ilegal.

Kini, harga bensin di Zimbabwe naik menjadi USD3,31 dari USD1,24 dan untuk diesel menjadi USD3,11 dari USD1,36.

Dilansir dari BBC, Selasa 15 Januari 2019, saat ini Zimbabwe sedang dilanda krisis ekonomi. Inflasi diketahui sangat tinggi sementara upah mengalami stagnasi.

Meski membenarkan ada korban jiwa, Menteri Keamanan Owen Ncube tak membeberkan berapa jumlah orang yang tewas. Di samping itu, ia menyalahkan para tokoh oposisi terkait demo ini.

Selain krisis, Zimbabwe juga sedang menghadapi kekurangan uang tunai dalam bilangan dolar Amerika Serikat, serta uang kertas obligasi yang kehilangan nilainya, yaitu lebih rendah dari USD1.

Perusahaan-perusahaan di Zimbabwe juga tidak dapat memenuhi permintaan untuk mendapatkan mata uang asing dengan cara mengekspor barang. Sebaliknya, Zimbabwe mengimpor lebih banyak produk dan barang daripada mengekspor.

(WIL)