PM Israel Desak Rumania Pindahkan Kedubes ke Yerusalem

PM Israel Benjamin Netanyahu. (Foto: AFP)

Tel Aviv: Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mendesak Rumania dan negara-negara Uni Eropa lainnya untuk memindahkan kedutaan besar mereka dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Hal ini diungkapkan Netanyahu ketika bertemu dengan PM Rumania Viorica Dancila. Tahun ini, Rumania mengambil alih kepresidenan bergilir Uni Eropa selama enam bulan. 

“Saya harap Anda akan bertindak untuk menghentikan resolusi buruk terhadap Israel di Uni Eropa dan tentu saja memindahkan kedubes Anda ke Yerusalem,” kata Netanyahu, dikutip dari Times of Israel, Sabtu 19 Januari 2019.

Tahun lalu memang Rumania telah mengadopsi rancangan proposal untuk memindahkan kedubes ke Yerusalem. Rancangan proposal ini dibuat setelah Amerika Serikat memindahkan kedubesnya.

Namun, Presiden Rumania Klaus Iohannis yang kerap tak sejalan dengan pemerintah, menentang langkah parlemen tersebut. Ia juga menyerukan agar Dancila mengundurkan diri.

Dalam kunjungan tahun lalu ke Yerusalem, Dancila mengatakan ingin memindahkan kedubes Rumania namun kurang yakin apakah memiliki dukungan cukup untuk melakukan pemindahan tersebut. 

Saat ini, Guatemala, Paraguay, dan Brasil menjadi negara-negara yang mengikuti AS untuk memindahkan kedubesnya ke Yerusalem.

Australia pun sempat mengumumkan akan memindahkan, namun karena banyak kecaman termasuk dari Indonesia, Negeri Kanguru tersebut tidak akan memindahkan kedubes hingga ada penyelesaian perdamaian Israel dan Palestina. 

(WIL)

Masakan Tak Enak, Pria Penggal Kepala Kekasihnya

Ilustrasi/Medcom.id.

Moskow: Seorang pria asal Smolensk, Rusia, terpaksa mendekam di penjara akibat memenggal kepala kekasihnya. Insiden ini terjadi akibat masakan sang kekasih dirasa tak enak.

“Pelaku marah karena sup Shchi (kubis) yang rasanya tidak enak. Kami tangkap pelaku di rumah mereka di Desa Kozlovka,” kata pihak kepolisian setempat, dikutip dari Daily Mail, Sabtu 19 Januari 2019.

Sejumlah media lokal memberitakan bahwa pria berusia 43 tahun ini telah mengangur dan mulai gemar mabuk. Disinyalir, sebelum memenggal kekasihnya, pelaku usai minum minuman keras.

Sejumlah tetangga juga mengatakan, pasangan tersebut tak pernah bertengkar. Perilaku sang pelaku juga terkenal baik. 

Awal pekan ini, kejadian serupa juga terjadi di Rusia. Seorang istri tega membunuh suaminya karena kesal. Pasalnya, sang suami mengkritik masakannya tidak enak dan kurang garam.

Sang istri pun menunggu suaminya tidur dan ia melakukan aksi tersebut di depan anak mereka yang berusia empat tahun. 

(WIL)

Dokter dan Remaja Tewas Ditembak dalam Demo di Sudan

Khartoum: Seorang dokter dan remaja berusia 16 tahun tewas ditembak dalam unjuk rasa menentang Presiden Omar al-Bashir di Sudan, Jumat 18 Januari 2019. Gelombang protes anti-pemerintah di Sudan ini sudah memasuki pekan kelima.

Menurut keterangan seorang anggota Sindikat Dokter Sudan, kedua korban terkena tembakan pasukan keamanan nasional yang menembaki sekumpulan demonstran. Sembilan pengunjuk rasa lainnya dilaporkan terluka dalam bentrokan, di mana para pedemo beraksi di sebuah rumah sakit di Khartoum.

“Sejak awal, pasukan keamanan merespons demo dengan kekuatan berlebih dan peluru tajam,” ujar Dokter Amjed Farid. Ia menyebut dokter yang tewas bernama Babiker Abdulhemeed.

“Ada 14 peluru tajam di tubuhnya,” tambah Farid.

Unjuk rasa terbaru berlangsung di area Rumah Sakit Royal Care International Hospital di distrik Burri di ibu kota Sudan. Sejumlah aktivis di media sosial menyebut pasukan pemerintah membubarkan massa dengan gas air mata dan melakukan banyak penangkapan.

Seorang juru bicara oposisi mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa korban ketiga tewas dalam aksi protes pada Kamis 17 Januari.

Pertama terjadi pada Desember tahun lalu, unjuk rasa memprotes penaikan harga-harga berubah menjadi kemarahan menyeluruh terhadap Presiden Bashir yang telah berkuasa selama 30 tahun.

Satu warga Khartoum mengatakan kepada BBC bahwa unjuk rasa mengecam perekonomian negara telah berlangsung di Sudan sejak beberapa tahun terakhir. “Tapi kali ini, situasinya sangat berbeda,” ucap dia.

“Saya rasa masyarakat sudah tidak dapat menerima kondisi saat ini. Momentum unjuk rasa telah menumpuk selama bertahun-tahun,” lanjut dia.

Presiden Bashir menuding adanya kekuatan asing di balik demonstrasi. Dia berkukuh akan tetap berkuasa, dan menantang para rival untuk mengalahkannya hanya melalui “pemilihan umum yang adil dan bebas.”

Komisioner Hak Asasi Manusia dari Perserikatan Bangsa-bangsa Michelle Bachelet mengaku “sangat khawatir” terhadap situasi di Sudan. Ia menyerukan pemerintah Sudan untuk menghormati hak warga untuk “berkumpul secara damai.”

Data PBB mencatat pasukan keamanan Sudan sejauh ini telah menangkap 816 orang dalam unjuk rasa sejak tahun lalu.

(WIL)

Gelombang Panas, Suhu Malam di Australia 35 Derajat Celcius

Ilustrasi gelombang panas. (Foto: AFP)

Canberra: Australia mengalami lima dari 10 hari terpanas dalam sejarah, sejak gelombang panas ekstrem melanda Negeri Kanguru pada Sabtu 12 Januari. Gelombang panas telah memicu kematian sejumlah hewan liar, menyebabkan kebakaran hutan dan meningkatkan jumlah pasien di banyak rumah sakit.

Dilansir dari kantor berita BBC, Jumat 18 Januari 2019, Biro Meteorologi Australia (BOM) menyebut temperatur rata-rata sejak pekan kemarin berada di angka 40 derajat Celcius. 

Suhu malam hari di kota Noona di New South Wales mencapai 35,9 derajat Celcius. BOM menyebut angka itu adalah temperatur minimum tertinggi yang pernah tercatat di Australia.

BOM menyebut temperatur di “banyak wilayah” di Australia pada Jumat 18 Januari melonjak di atas 42 derajat Celcius. Situasi saat ini disandingkan dengan yang pernah terjadi di Australia pada 2013, di mana level merkuri pernah berada di angka 39 derajat Celcius selama tujuh hari berturut-turut.

Hari terpanas di Australia terjadi pada 7 Januari 2013, saat temperatur rata-rata dalam skala nasional mencapai 40,3 derajat Celcius.

Baca: Gelombang Panas Australia, Suhu Dekati 50 Derajat Celcius

“Gelombang panas saat ini sejajar dengan rekor Januari 2013, yang merupakan peristiwa terpanjang dalam sejarah Australia,” ucap pakar meteorologi BOM Blair Trewin kepada BBC belum lama ini.

“Pernah terjadi gelombang panas yang lebih tinggi, tapi belum pernah melanda area seluas sekarang,” lanjut dia.

Salah satu kota di Australia Selatan yang tercatat mencapai suhu tertinggi adalah Tarcoola. Di kota kecil tersebut, suhu udara mencapai 49 derajat Celcius.

Sementara suhu di kota pelabuhan Port Augusta mencapai 48,9 derajat Celcius, satu derajat lebih tinggi dari rekor pada 7 Februari 2009. Di kota Coober Pedy — di mana beberapa warga tinggal di bawah tanah untuk menghindari temperatur ekstrem — suhu udaranya mencapai 47,4 derajat Celcius.

(WIL)

Bungkam Demo Warga, Zimbabwe Matikan Akses Internet

Protes kenaikan harga BBM di Zimbabwe. (Foto: AFP)

Harare: Membungkam protes warga, Pemerintah Zimbabwe menginstruksikan operator jaringan seluler terbesar di negara itu untuk menutup akses internet. 

Protes telah berkobar sejak 14 Januari 2019 lalu yang menolak harga BBM naik hampir dua kali lipat. 

“Pada 17 Januari 2019 pukul 22.05 waktu setempat, kami mendapat arahan untuk penghentian internet secara total sampai pemberitahuan lebih lanjut,” sebut pernyataan Econet Wireless, operator jaringan seluler di Zimbabwe.

Dikutip dari AFP, Jumat 18 Januari 2019, Econet memilih mematuhi arahan tersebut karena berkaitan tentang legalitasnya ke depan.

Hingga hari ini, lebih dari 600 pedemo ditangkap oleh otoritas Zimbabwe. Pemerintahan Presiden Emerson Mnangagwa menilai protes tersebut merupakan protes yang sia-sia.

Demo ini juga ditanggapi Kedutaan Besar Amerika Serikat di Harare. Mereka menyerukan pasukan keamanan Zimbabwe untuk menanggapi kerusuhan tersebut secara profesional dan menyerukan adanya kebebasan berekspresi.

“AS sangat mendukung kebebasan berekspresi dan berkumpul secara damai. Warga memiliki hak untuk memprotes dan mengekspresikan pandangan mereka secara damai,” kata Kedubes AS dalam sebuah pernyataan.

“Kami juga prihatin dengan pemblokiran layanan internet dan mendesak pemulihan akses dan aplikasi media sosial,” lanjut Kedubes AS.

Sementara itu, Mnangagwa mengatakan, kenaikan harga BBM ditujukan untuk mengatasi peningkatan penggunaan BBM secara ilegal. Kini, harga bensin di Zimbabwe naik menjadi USD3,31 (Rp50 ribu) dari USD1,24 (Rp17 ribu) dan untuk diesel menjadi USD3,11 (Rp45 ribu) dari USD1,36 (Rp18 ribu). 

(FJR)

Kurdi Suriah Tolak Rencana ‘Zona Keamanan’ dari Turki

Damaskus: Suku Kurdi Suriah, menolak tawaran Amerika Serikat ihwal ‘zona keamanan’ di bawah kendali Turki di sepanjang kawasan Suriah dari perbatasan kedua negara.

Pemimpin politik senior Aldar Khalil berkata, Kurdi akan menerima pengerahan pasukan PBB di sepanjang garis pemisahan antara pejuang Kurdi dan pasukan Turki guna menangkal serangan yang mengancam.

“Pilihan lain tidak dapat diterima karena mereka melanggar kedaulatan Suriah dan kedaulatan wilayah otonom kami,” kata Khalil kepada AFP, Kamis, 17 Januari 2019.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan Selasa bahwa Ankara akan membentuk ‘zona keamanan’ di Suriah utara yang disarankan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Komentar Erdogan datang sehari setelah dia melakukan percakapan telepon dengan Trump. Sambungan itu untuk meredakan ketegangan setelah pemimpin AS mengancam akan ‘menghancurkan’ perekonomian Turki jika Ankara menyerang pasukan Kurdi di Suriah.

Turki menyambut baik rencana Washington menarik sekitar 2.000 tentara AS dari Suriah. Tetapi masa depan pasukan milisi Kurdi didukung AS yang dilabeli teroris oleh Ankara sudah meracuni hubungan antara dua sekutu NATO.

Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG) menjadi sekutu utama AS dalam perang melawan kelompok militan Islamic State (ISIS). ISIS terdesak besar-besaran dalam kampanye yang sekarang mendekati akhir, dengan para militan terkurung di perkubuan yang terus menyusut sampai hanya di bawah 9,6 km persegi.

Ankara menganggap YPG sebagai cabang dari Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang telah melancarkan pemberontakan mematikan terhadap pemerintahan otonom di Turki tenggara sejak 1984.

Erdogan mengaku pembicaraan telepon ‘sangat positif’ dengan Trump pada Senin malam. Di mana ia menegaskan kembali bahwa “zona keamanan 20 mil (32km) di sepanjang perbatasan Suriah akan diatur oleh kami.”

Pemimpin Kurdi Suriah menyesali proposal AS untuk memberi Turki kontrol atas ‘zona keamanan’ yang diperdebatkan.

“Sayangnya, Trump ingin menerapkan wilayah aman ini melalui kerja sama dengan Turki. Tetapi peran apa pun untuk Turki akan mengganggu keseimbangan dan kawasan itu tidak akan aman,” kata Khalil.

“Sebaliknya, Turki adalah pihak (dalam perselisihan) dan pihak mana pun tidak dapat menjamin keamanan,” cetusnya, seperti dikutip dari laman Telegraph.

Tentara Turki telah meluncurkan dua operasi besar di Suriah — Perisai Efrat pada 2016 terhadap ekstremis ISIS dan gerilyawan Kurdi Suriah, dan Operasi Ranting Zaitun pada 2018 yang menargetkan orang-orang Kurdi.

Serangan terakhir menunjukkan pasukan Turki dan sekutu pemberontak Suriah mereka menyerbu wilayah Kurdi di Afrin di barat laut, salah satu dari kawasan yang diperintah Kurdi sejak 2012.

Para kritikus menuding pasukan Turki dan proksi mereka atas pendudukan militer di wilayah kedaulatan Suriah.

(FJR)

Sekitar 890 Tewas Akibat Kekerasan Etnis di Kongo

Ilustrasi oleh Medcom.id.

Kinshaha: Setidaknya 890 orang diyakini telah tewas dalam kekerasan etnis selama tiga hari pada Desember di Kongo Barat, menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Angka itu dua kali lipat dari perkiraan yang awalnya diberikan pada Senin oleh seorang pendeta lokal dan aktivis masyarakat sipil. Semula diklaim bahwa setidaknya 400 orang tewas dalam pertumpahan darah yang menyebabkan pemerintah membatalkan pemungutan suara di sana dalam pemilihan presiden, bulan lalu.

Juru bicara hak asasi manusia PBB Ravina Shamdasani berkata: “Saya harus menekankan bahwa 890 adalah jumlah orang yang kita ketahui yang benar-benar dikuburkan.”

“Tetapi ada laporan bahwa banyak orang lain mungkin terbunuh dan tubuh mereka mungkin sudah dibuang di Sungai Kongo atau mereka mungkin telah dibakar sampai mati,” katanya, seperti dikutip dari laman Metro.co.uk, Rabu 16 Januari 2019.

Menurut Shamdasani, kekerasan pecah karena perselisihan terkait dengan pemakaman seorang kepala suku. Michelle Bachelet, Direktur HAM PBB, mengatakan para pelaku harus diadili atas ‘kekerasan mengejutkan’ yang meletus antara komunitas Banunu dan Batende di Provinsi Mai-Ndombe.

Kantor HAM PBB mengatakan telah meluncurkan penyelidikan, bersama dengan otoritas nasional di Kongo. Pertikaian komunal dan penjarahan yang meluas di sekitar kota Yumbi menyebabkan sekitar 16.000 orang mencari perlindungan dengan menyeberangi Sungai Kongo ke Republik Kongo, menurut pernyataan kantor hak asasi PBB.

Dikatakan: “Menurut dugaan dari sumber yang dapat dipercaya, sedikitnya 890 orang tewas antara 16 dan 18 Desember di empat desa di wilayah Yumbi, provinsi Mai-Ndombe di barat DRC, dalam apa yang tampaknya merupakan bentrokan antara Banunu. dan komunitas Batende.”

Sementara pertumpahan darah itu tidak secara langsung terkait pemilu, seorang aktivis lokal mengaku, pada Desember ketegangan antara kedua kelompok etnis telah tumbuh karena para pemimpin Batende mendukung koalisi yang berkuasa, sementara para pemimpin Banunu mendukung kandidat oposisi.

(FJR)

Bom Tewaskan Prajurit AS, Bukti ISIS Masih Berbahaya

Damaskus: Bom bunuh diri menewaskan empat prajurit Amerika Serikat di Manbij, Suriah timur laut. Aksi ini diklaim oleh militan Islamic State (ISIS). 

Pengeboman, yang terjadi hanya beberapa hari setelah truk tempur AS pertama meninggalkan negara itu, menggarisbawahi bahaya rentan ISIS di Suriah timur laut. 

Baca juga: ISIS Bom Suriah Utara, Empat Pasukan AS Tewas.

Insiden ini memberi amunisi baru kepada para kritikus atas keputusan Trump. Kalangan kritikus berpendapat bahwa penarikan itu terlalu dini dan akhirnya dapat menghidupkan kembali ISIS, di wilayah sempit yang masih dikontrolnya dekat perbatasan Irak-Suriah.

Aksi bom ISIS terbaru hanya beberapa pekan setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan kelompok teroris itu telah dikalahkan dan mengumumkan ia menarik pasukan Amerika.

Dalam pidatonya di Kementerian Luar Negeri, Rabu 16 Januari, Wakil Presiden AS Mike Pence mengulangi klaim kemenangan presiden di Suriah. “Kekhalifahan hancur dan ISIS telah dikalahkan,” kata Pence, yang tidak menyebut-nyebut tentang serangan Manbij.

Namun di Senat, Lindsey Graham — pendukung kuat presiden soal sebagian besar masalah lain — menyatakan bahwa keputusan Trump menarik diri malah menguatkan ISIS, dan membandingkan langkah itu dengan penarikan Barack Obama dari Irak — keputusan yang dikritik Trump dengan getir.

Manbij menjadi titik paling barat kehadiran AS di Suriah timur laut. Ini akan menjadi salah satu kota pertama yang diserahkan kepada pasukan Turki sebagai bagian dari kesepakatan antara Trump dan Recep Tayyip Erdogan untuk mengizinkan Ankara mengirim pasukannya guna memerangi Kurdi. Padahal Kurdi menjadi mitra AS selama pertarungan lawan ISIS.

Sejak pengumuman Trump yang mengejutkan Desember, perseteruan diplomatik bergolak antara Washington dan Ankara mengenai kapan waktu penarikan dan apakah Kurdi proksi AS akan menjadi target Turki atau tidak.

Sekitar 2.000 tentara AS telah membimbing dan melatih unit-unit pertempuran Kurdi demi memerangi ISIS. Misi itu berhasil mendesak kelompok militan mundur ke pinggiran timur bekas wilayahnya di Suriah. Sementara pasukan Irak, yang didukung AS, mendorong kelompok itu ke tepi barat Irak.

Tetapi di dalam perbatasan Irak, dan semakin banyak di Suriah, sisa-sisa ISIS mampu mengatur dan melakukan serangan tidak teratur. Para pejabat intelijen regional percaya organisasi itu kembali ke taktik perang gerilya di Irak.

Pengebom ISIS menyerang, pada Rabu 16 Januari, ke restoran di kota Manbij, tempat pasukan AS secara teratur berkumpul. Sebanyak 16 orang tewas dalam serangan, paling mematikan yang menargetkan pasukan Amerika selama empat tahun kehadiran mereka di Suriah.

Dinukil dari laman Guardian, Rabu 16 Januari 2019, Pusat Komando AS membenarkan bahwa dua tentara AS, seorang pejabat sipil departemen pertahanan, dan seorang kontraktor departemen pertahanan tewas. Sebuah pernyataan CentCom mengatakan tiga tentara terluka.

Tayangan foto di situs berita lokal Kurdi menunjukkan dua mayat yang tidak utuh beberapa jasad lain tergeletak di tanah, sementara orang-orang berkumpul di sekitar mereka. Sebuah bangunan rusak dan kendaraan serta noda darah di dinding.

ISIS cepat mengklaim serangan itu melalui media sayap propagandanya, Ammaq. Meskipun telah diusir dari Manbij sebagai kekuatan terorganisir dalam empat tahun terakhir, kelompok ini telah mempertahankan sel-sel tidur, yang meluncurkan serangan sesekali terhadap pejabat lokal dan pejuang oposisi.

(FJR)

Dipenjara Iran, Perempuan Inggris Lakukan Mogok Makan

Teheran: Seorang perempuan Inggris yang dipenjara di Iran melakukan aksi mogok selama tiga hari. Namun menurut kelompok kampanye yang mendukung perempuan itu, aksi mogoknya telah berakhir.

Nazanin Zaghari-Ratcliffe melakukan mogok makan tiga hari lalu dengan sesama narapidana Narges Mohammedi sebagai protes atas akses ke perawatan medis. Nazanin, 40, berasal dari Hampstead, telah menghabiskan lebih dari 1.000 hari di penjara di Teheran di mana dia ditahan dengan tuduhan mata-mata.

Kampanye ‘Free Nazanin’ mengatakan “dapat mengonfirmasi bahwa Nazanin dan Narges sudah mengakhiri mogok makan mereka hari ini, dan belum memperpanjangnya melebihi tiga hari.”

“Pengacara Nazanin menekankan kepada Nazanin dan Narges bahwa sekarang dia telah mengkonfirmasi izin perawatan yang mereka butuhkan untuk mengakhiri pemogokan,” kata kelompok itu, seperti disitat dari Evening Standard, Rabu 16 Januari 2019.

Nazanin melakukan mogok makan dengan sesama narapidana Narges karena kurangnya akses ke perawatan medis spesialis. Ia juga mengatakan telah ditolak menjalani prosedur mammogram.

Suaminya, Richard Ratcliffe, mengatakan istrinya ‘dipaksa’ oleh interogator untuk mengaku sebagai mata-mata Inggris dengan imbalan pembebasannya dari penjara.

Enam ahli PBB sudah mengulangi seruan pembebasan segera kedua napi itu ketika mereka meminta Teheran memberi mereka akses medis “mengingat masalah kesehatan mereka yang serius”.

“Pihak berwenang harus segera menangani pelanggaran yang menjadi dasar dari protes mogok makan mereka, termasuk penolakan terhadap perlakuan dan perawatan yang tepat, yang mungkin merupakan perlakuan kejam, tidak manusiawi atau merendahkan martabat, atau bahkan penyiksaan,” tambah para ahli.

Zaghari-Ratcliffe, yang bekerja untuk Thomson Reuters Foundation, dijatuhi hukuman penjara lima tahun sesudah ditangkap di bandara Imam Khomeini Teheran pada 3 April 2016. Suaminya berjuang dalam kampanye panjang buat membebaskannya.

Dalam langkah yang jarang terjadi, Menteri Luar Negeri Jeremy Hunt pekan ini memanggil Duta Besar Iran untuk Inggris guna membahas penahanan tersebut, yang “benar-benar tidak dapat diterima”.

Namun Dubes Hamid Baeidinejad berkata setelah pertemuan itu bahwa ia menganggap intervensi Hunt sebagai gangguan dalam urusan Iran. Zaghari-Ratcliffe berjanji untuk mogok makan pada awalnya selama tiga hari.

(FJR)

Lolos dari 9/11, Pengusaha AS Tewas dalam Serangan Kenya

Jason Spindler. (Foto: Facebook)

Nairobi: Pengusaha asal Amerika Serikat (AS) Jason Spindler menjadi salah satu korban tewas serangan bom di Kenya. Serangan ini diklaim oleh kelompok militan Al Shabaab yang berafiliasi dengan Al-Qaeda.

Korban tewas pun saat ini bertambah menjadi 21 orang. Bom diledakkan di kompleks hotel-hotel mewah, DusitD2, di ibu kota Nairobi.

Dilansir dari CNN, Kamis 17 Januari 2019, Spindler yang seorang pengusaha dan juga penasihat investasi bisnis kerap mengadakan kegiatan amal. Kegiatan seperti ini lah yang membawanya ke Kenya.

Ia juga bergabung dengan lembaga Peace Corps di Peru untuk membantu petani mengembangkan koperasi untuk dijual ke pasar yang lebih besar. 

Baca: Kelompok Al Shabaab Klaim Serangan di Kenya

Saat kejadian 9/11, Spindler terlambat masuk ke kantor yang berlokasi di lantai 7 World Trace Center (WTC) New York. Ketika pesawat menabrak menara tersebut, Spindler masih berada di kereta bawah tanah. 

Serangan di Nairobi tersebut dimulai ketika tiga mobil tiba-tiba meledak di dekat sebuah toko mewah. Setelah itu, ada mobil lain yang meledak di teras Hotel Dusit.

Suara tembakan dan ledakan membuat orang-orang berlarian menyelamatkan diri. Pasukan keamanan Kenya telah melakukan pengamanan di sejumlah bangunan di lokasi penyerangan.

Serangan terakhir terjadi di Kenya pada 2013 tepatnya di Westgate, Nairobi. Saat itu, kelompok teroris Al-Shabaab menewaskan 67 orang di pusat perbelanjaan mewah. 

(FJR)

ISIS Bom Suriah Utara, Empat Pasukan AS Tewas

Situasi di Manbij, Suriah, usai serangan bom. (Foto: AFP)

Damaskus: Sebanyak empat tentara Amerika Serikat (AS) dilaporkan tewas akibat serangan bom yang diklaim dilakukan oleh kelompok militan Islamic State (ISIS) di Suriah Utara. 

Selain empat tentara AS, 12 orang lainnya juga dilaporkan tewas. Sementara, di antara korban luka pun ada tiga tentara AS. Menurut otoritas setempat, total korban tewas berjumlah 18 orang. 

Serangan bom ini terjadi di Manbij, di mana pasukan AS ditempatkan Pentagon untuk mendukung pasukan Kurdi dan Arab Saudi. 

Dilansir dari BBC, Kamis 17 Januari 2019, para pasukan AS sedang berada di restoran untuk bertemu dengan anggota Dewan Militer Manbij. Seketika, bom meledak di restoran yang terletak di dekat pasar utama Manbij.

Bulan lalu, Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa AS akan mulai menarik keseluruhan pasukannya yang berjumlah sekitar 2.000 orang dari Suriah karena ISIS telah kalah.

Namun, usulan Trump ini ditentang banyak pihak termasuk mantan Menteri Pertahanan AS James Mattis. Meski telah berkurang, keberadaan ISIS diperkirakan belum sepenuhnya menghilang dari Suriah.

Sejumlah senator mengatakan, jika AS benar-benar menarik pasukan dari Suriah, langkah tersebut dapat mendorong militan AS kembali masuk ke negara tersebut.

(FJR)

Gelombang Panas Australia, Suhu Dekati 50 Derajat Celcius

Ilustrasi gelombang panas. (Foto: AFP)

Canberra: Sejumlah kota di Australia sempat masuk kategori lokasi terpanas di dunia sepanjang pekan ini saat negara tersebut dilanda gelombang panas. Otoritas setempat mengingatkan temperatur tinggi di Australia mungkin dapat memecahkan rekor sebelum akhir pekan ini.

Biro Meteorologi Australia mengatakan pada Rabu 16 Januari 2019 bahwa suhu sangat panas dalam empat hari terakhir ini. Suhu bahkan mencapai hampir 50 derajat Celcius di beberapa lokasi.

“Saat (suhu) Australia Selatan memecahkan rekor Selasa kemarin, maka kawasan ini juga menjadi salah satu lokasi terhangat di Bumi,” ucap meteorolog senior Philip Perkins kepada kantor berita AFP.

“Lokasi yang memecahkan rekor Selasa kemarin, hari ini suhunya sudah lebih tinggi lagi,” lanjut dia.

Temperatur tinggi bukan hal aneh di Australia saat musim panas, yang tak jarang memicu kebakaran hutan. Namun perubahan iklim membuat gelombang panas di Australia menjadi lebih ekstrem.

Baca: Gelombang Panas Landa Australia, Capai 46 Derajat Celcius

Salah satu kota di Australia Selatan yang tercatat mencapai suhu tertinggi adalah Tarcoola. Di kota kecil tersebut, suhu udara mencapai 49 derajat Celcius.

Sementara suhu di kota pelabuhan Port Augusta mencapai 48,9 derajat Celcius, satu derajat lebih tinggi dari rekor pada 7 Februari 2009. Di kota Coober Pedy — di mana beberapa warga tinggal di bawah tanah untuk menghindari temperatur ekstrem — suhu udaranya mencapai 47,4 derajat Celcius.

Satwa di Australia, yang telah menderita di tengah kekeringan di wilayah timur, juga merasakan dampak gelombang panas. Sekitar satu juta ikan diyakini tewas akibat gelombang panas di Australia. Otoritas Negeri Kanguru mengingatkan angka kematian hewan berpotensi bertambah.

Pemerintah New South Wales berencana memasang alat bernama aerator di beberapa sungai, untuk memastikan level oksigen tetap tinggi agar ikan dapat bertahan hidup.

(WIL)

Lima Orang Tewas dalam Kerusuhan BBM di Zimbabwe

Polisi antihuru-hara berpatroli di kota Buluwayo, Zimbabwe, 15 Januari 2019. (Foto: AFP/ZINYANGE AUNTONY)

Bulawayo: Tentara berpatroli di berbagai ruas jalan di Zimbabwe, Selasa 15 Januari, di tengah bentrokan antara demonstran dengan pasukan keamanan yang menewaskan sedikitnya lima orang, termasuk satu polisi.

Puluhan orang juga terluka dalam kericuhan di seantero Zimbabwe pada Senin 14 Januari, yang merupakan hari kedua dari rencana tiga hari unjuk rasa nasional. Aksi demo ini dipicu penaikan harga bahan bakar minyak di Zimbabwe yang diumumkan pada Sabtu pekan kemarin.

Di kota Bulawayo, satu orang dilaporkan ditembak mati pada Selasa petang. Sebelumnya di hari yang sama, satu polisi meninggal dunia akibat luka parah yang dideritanya saat menghadapi demonstran Senin kemarin.

Otoritas Zimbabwe telah mengeluarkan peringatan kepada semua orang untuk tidak menyerang kantor polisi dan fasilitas umum. Total 200 orang di Zimbabwe telah ditangkap terkait aksi kekerasan, yang membuat banyak toko di wilayah perkotaan hangus terbakar.

Tidak hanya pembakaran, penjarahan juga terjadi di tengah aksi unjuk rasa. Addmore Moyo, seorang pegawai negeri sipil berusia 54 tahun, mengaku kesal terhadap tingginya aksi kekerasan di Zimbabwe.

“Situasi saat ini sangat mengerikan. Bagaimana bisa orang-orang mencuri dari masyarakat mereka sendiri?” ucap Moyo, seperti dinukil dari laman Al Jazeera, Rabu 16 Januari 2019. Kerusuhan ini mirip dengan peristiwa di Prancis, yang awalnya juga dipicu penaikan harga BBM.

Baca: Macron Kecam Kekerasan Ekstrem Demonstran Rompi Kuning

Selain krisis, Zimbabwe juga sedang menghadapi kekurangan uang tunai dalam bilangan dolar Amerika Serikat, serta uang kertas obligasi yang kehilangan nilainya, yaitu lebih rendah dari USD1.

Perusahaan-perusahaan di Zimbabwe juga tidak dapat memenuhi permintaan untuk mendapatkan mata uang asing dengan cara mengekspor barang. Sebaliknya, Zimbabwe mengimpor lebih banyak produk dan barang daripada mengekspor.

(WIL)

Rahaf al-Qunun Berharap Dapat Menginspirasi Banyak Perempuan

Rahaf Mohammed al-Qunun dalam konferensi pers di Toronto, Kanada, 15 Januari 2019. (Foto: AFP/COLE BURSTON)

Toronto: Rahaf Mohammed al-Qunun, seorang remaja asal Arab Saudi yang melarikan diri dan mendapat suaka di Kanada, berharap kisah pelariannya ini dapat menginspirasi banyak perempuan di luar sana. 

Ia mengaku melarikan diri saat sedang berkunjung bersama keluarganya di Kuwait. Dari sana, ia terbang menuju Australia namun terlebih dahulu mendarat di Thailand.

Saat tiba di Thailand, Rahaf mengurung diri di sebuah kamar hotel agar tidak dideportasi. Setelah berada di bawah perlindungan Agensi Pengungsian Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNHCR), Rahaf melanjutkan proses permintaan suaka ke Australia.

Namun karena menganggap Australia terlalu lamban, Rahaf mengajukan suaka ke Kanada dan diterima oleh Perdana Menteri Justin Trudeau.

Dalam wawancara perdana sejak tiba di Kanada, Rahaf mengatakan kepada Australian Broadcasting Corp bahwa dirinya merasa “jumlah wanita yang melarikan diri dari Arab Saudi akan bertambah, terutama karena sudah tidak ada sistem untuk menghentikan mereka.”

“Saya yakin akan ada lebih banyak wanita yang melarikan diri. Saya berharap kisah saya dapat mendorong perempuan untuk menjadi pemberani,” lanjut dia.

Rahaf tiba di Bandara Internasional Pearson di Toronto, Kanada, dengan menggunakan maskapai Korean Air dari Seoul pada Sabtu. Menteri Luar Negeri Kanada Chrystia Freeland menyebut Rahaf sebagai “remaja baru Kanada yang sangat berani.”

“Dia wanita muda pemberani yang sudah melewati banyak kesulitan. Saat ini, dia akan menuju rumah barunya,” tutur Freeland.

Dalaketerangan kepada media BBC di awal pelarian, Rahaf mengaku takut dibunuh karena dirinya sudah menyatakan keluar dari agama Islam atau murtad. Ia juga disebut memilih lari untuk menghindari pernikahan paksa di Arab Saudi.

(WIL)

Serangan Teror di Kompleks Hotel Kenya, 15 Tewas

Serangan teror di Kenya tewaskan 15 orang. (Foto: CNN)

Nairobi: Sekelompok pria bersenjata menyerang sebuah kompleks hotel di Kenya. Di dalam penyerangan tersebut, ada seorang pengebom bunuh diri. 

Peristiwa ini terjadi pada dini hari. Setelah 12 jam terperangkap di dalam kompleks, belasan orang dapat dibebaskan pada pukul 03.30 pagi waktu setempat. Hingga saat ini, ledakan dan tembakan masih terdengar.

Dilansir dari CNN, Rabu 16 Januari 2019, setidaknya 15 orang dinyatakan tewas dalam serangan ini. Sejumlah orang juga telah dibawa ke rumah sakit karena terluka. 

Sekelompok pria bersenjata tersebut menyerang kompleks Hotel DusitD2, yang memiliki 101 kamar hotel, spa, restoran dan ada beberapa kantor perusahaan lokal dan internasional. 

Kepala Polisi Kenya Joseph Boinnet mengatakan, serangan tersebut dimulai dengan ledakan yang menargetkan tiga mobil di tempat parkir dan pengeboman bunuh diri di teras Hotel Dusit.

Selain itu, suara tembakan dan ledakan membuat orang-orang berlarian menyelamatkan diri. Pasukan keamanan Kenya telah melakukan pengamanan di sejumlah bangunan di lokasi penyerangan.

“Tim keamanan telah mengevakuasi sejumlah warga Kenya dan warga negara lain dari gedung. Kami sekarang dalam tahap akhir membersihkan area dan mengamankan bukti dari peristiwa ini,” sebut pernyataan dari Kementerian Dalam Negeri Kenya.

Serangan terakhir terjadi di Kenya pada 2013 tepatnya di Westgate, Nairobi. Saat itu, kelompok teroris Al-Shabaab menewaskan 67 orang di pusat perbelanjaan mewah. 

(WIL)

Kelompok Al Shabaab Klaim Serangan di Kenya

Mobil yang dibakar di kompleks hotel di Kenya. (Foto: AFP)

Nairobi: Kelompok militan Al Shabaab mengaku bertanggungjawab atas serangan teror di sebuah kompleks hotel di Kenya. Kelompok ini memiliki hubungan dengan Al-Qaeda.

Kelompok yang berbasis di Somalia ini, kerap melancarkan sejumlah serangan untuk menggulingkan Pemerintah Somalia yang didukung Barat.

“Kami menyerang Nairobi ingin menerapkan hukum Islam dengan ketat di Kenya,” kata Abdiasis Abu Musab, juru bicara kelompok tersebut, dikutip dari AFP, Rabu 16 Januari 2019.

Usai serangan, asap masih membubung tinggi di sekitar kompleks hotel yang bernama 14 Riverside Drive ini. Petugas pemadam kebakaran segera memadamkan api dari tiga mobil yang terbakar di pintu masuk.

Baca: Serangan Teror di Kompleks Hotel Kenya, 15 Tewas

Setidaknya 15 orang dinyatakan tewas dalam serangan ini. Sejumlah orang juga telah dibawa ke rumah sakit karena terluka. 

Kepala Polisi Kenya Joseph Boinnet mengatakan, serangan tersebut dimulai dengan ledakan yang menargetkan tiga mobil di tempat parkir dan pengeboman bunuh diri di teras Hotel Dusit.

Selain itu, suara tembakan dan ledakan membuat orang-orang berlarian menyelamatkan diri. Pasukan keamanan Kenya telah melakukan pengamanan di sejumlah bangunan di lokasi penyerangan.

“Tim keamanan telah mengevakuasi sejumlah warga Kenya dan warga negara lain dari gedung. Kami sekarang dalam tahap akhir membersihkan area dan mengamankan bukti dari peristiwa ini,” sebut pernyataan dari Kementerian Dalam Negeri Kenya.

Serangan terakhir terjadi di Kenya pada 2013 tepatnya di Westgate, Nairobi. Saat itu, kelompok teroris Al-Shabaab menewaskan 67 orang di pusat perbelanjaan mewah. 

(WIL)

Arab Saudi Deportasi Belasan Rohingya ke Bangladesh

Pengungsi Rohingya di Cox’s Bazar, Bangladesh. (Foto: AFP)

Riyadh: Arab Saudi mendeportasi belasan pengungsi Rohingya ke Bangladesh, meskipun mereka berasal dari Myanmar. Sebelumnya, para pengungsi Rohingya ditampung di pusat penahanan Shumaisi di Jeddah.

Dilansir dari laman Aljazeera, Rabu 16 Januari 2019, beberapa Rohingya juga diborgol ketika mereka berusaha menolak dideportasi ke Bangladesh.

Menurut salah satu pengungsi, mereka telah ditahan di pusat penahanan di Jeddah selama enam tahun terakhir sebelum dideportasi.

“Mereka (petugas) datang ke sel kami di malam hari sekitar pukul 21.00 (waktu setempat), mengepak tas-tas kami dan memberitahu kami untuk bersiap pergi ke Bangladesh,” kata seorang pengungsi Rohingya.

“Sekarang saya diborgol dan akan dibawa ke negara yang bukan asal saya. Rohingya bukan berasal dari Bangladesh,” ucap dia.

Mayoritas, para pengungsi Rohingya ini kedapatan memasuki Arab Saudi menggunakan visa ziarah namun setelah itu mereka bekerja. Mereka dikirim ke pusat penahanan ketika terjaring razia dan ditemukan tanpa memiliki dokumen sah untuk bekerja.

Sebagian besar Rohingya masuk ke Arab Saudi pada 2012 ketika kekerasan meletus di Rakhine. Ketika sampai di Dhaka nanti, mereka akan bergabung dengan para keluarga Rohingya yang ditampung sementara di Cox’s Bazar.

Ketika memasuki Arab Saudi, mereka tidak dianggap sebagai Rohingya, karena identitas tersebut tidak diakui Arab Saudi. Rohingya dianggap sebagai keturunan India, Pakistan, Bangladesh atau Nepal.

Para pejabat Arab Saudi pun mencoba menawarkan para pengungsi Rohingya ini kepada negara-negara tersebut untuk dideportasi, dan hanya Bangladesh yang mau menerima.

(WIL)

Musim Dingin di Suriah Tewaskan 15 Anak-anak

Anak-anak di Suriah yang harus melawan suhu dingin di penampungan. (Foto: AFP).

Damaskus: Musim dingin mendera Suriah dalam beberapa waktu terakhir. Anak-anak menjadi korban akibat suhu yang mendadak turun drastis itu.

“15 anak-anak tewas akibat suhu udara dan kurangnya persediaan medis,” laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), seperti dikutip AFP, Selasa, 15 Januari 2019.

“Delapan dari dari anak-anak itu tewas karena musim dingin di tempat pengungsian Rukban di tenggara Suriah. Tujuh anak lainnya meninggal saat dipindahkan dari wilayah basis pertahanan kelompok militan di Hajin,” imbuh laporan itu.

Ribuan jiwa hidup dalam kondisi buruk di Rukban. Sebagian besar dari pengungsi hidup di wilayah yang pernah dikuasai oleh militan Islamis State (ISIS) dan terjebak setelah pihak Yordania menutup perbatasan.

Pada 2017, sekitar 20 orang tewas akibat kurangnya perawatan medis di dalam tempat penampungan.

Konflik di Suriah sudah berlangsung sejak 2011. Presiden Bashar Al-Assad terus mempertahankan kekuasaannya dari gempuran pasukan pemberontak dan juga kelompok ISIS yang sempat menguasai wilayah di negara itu.

Menurut Syrian Observatory for Human Rights (SOHR), korban tewas akibat konflik ini mencapai 560 ribu jiwa. Sedangkan warga yang mengungsi mencapai sekitar tujuh juta jiwa.

(FJR)

Turki Akan Bentuk Zona Aman di Suriah

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Ankara, 15 Januari 2019. (Foto: AFP/ADEM ALTAN)

Ankara: Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyebut negaranya akan membentuk semacam “zona keamanan” di Suriah utara. Pembentukan zona ini merupakan saran Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap Erdogan.

Erdogan mengaku telah melakukan “diskusi positif” dengan Trump via sambungan telepon pada Senin malam. Dalam percakapan itu, Erdogan menyebut “zona keamanan seluas 30 kilometer di perbatasan Suriah akan dibangun oleh kami.”

Turki mendukung rencana Trump yang ingin menarik semua pasukan AS dari Suriah. Namun pasukan Kurdi yang merupakan mitra AS tapi dianggap teroris oleh Turki telah memicu ketegangan antara Washington dengan Ankara.

Minggu kemarin, Trump menuliskan di Twitter bahwa “perekonomian Turki akan hancur” jika Erdogan menyerang pasukan Kurdi di Suriah. Ancaman tersebut memicu kemarahan di Ankara.

Merespons pernyataan Trump di Twitter, Erdogan mengaku kecewa. Namun ia menyebut telah menyepakati sebuah perjanjian dengan Trump via sambungan telepon. “Kami telah mencapai kesepakatan penting,” tutur Erdogan.

Dia menambahkan Turki akan menyelesaikan isu Kurdi dan Suriah ini dengan “semangat aliansi” bersama Trump. Namun ia mengingatkan AS untuk memerhatikan juga isu-isu sensitif bagi Turki.

AS menjadikan pasukan Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG), bagian dari Pasukan Demokratik Suriah (SDF), sebagai ujung tombak dalam menghadapi kelompok militan Islamic State (ISIS) di Suriah. Namun Ankara menganggap YPG sebagai perpanjangan tangan dari Partai Pekerja Kurdi (PKK), yang telah memberontak di Turki selama berdekade-dekade.

PKK dianggap grup teroris baik oleh Turki maupun AS.

(WIL)

Demo Kenaikan BBM di Zimbabwe Memakan Korban

Warga Zimbabwe menyerang ibu kota Harare memprotes kenaikan BBM. (Foto: AFP)

Harare: Sejumlah orang diperkirakan tewas dalam protes di Zimbabwe. Protes ini terkait penolakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dinaikkan pemerintah hingga dua kali lipat.

Ratusan pedemo lainnya ditangkap otoritas setempat ketika mencoba menyerbu ibu kota Harare dan Kota Bulawayo. 

Menanggapi demo ini, Presiden Emmerson Mnangagwa mengatakan, kenaikan harga BBM ditujukan untuk mengatasi peningkatan penggunaan BBM secara ilegal.

Kini, harga bensin di Zimbabwe naik menjadi USD3,31 dari USD1,24 dan untuk diesel menjadi USD3,11 dari USD1,36.

Dilansir dari BBC, Selasa 15 Januari 2019, saat ini Zimbabwe sedang dilanda krisis ekonomi. Inflasi diketahui sangat tinggi sementara upah mengalami stagnasi.

Meski membenarkan ada korban jiwa, Menteri Keamanan Owen Ncube tak membeberkan berapa jumlah orang yang tewas. Di samping itu, ia menyalahkan para tokoh oposisi terkait demo ini.

Selain krisis, Zimbabwe juga sedang menghadapi kekurangan uang tunai dalam bilangan dolar Amerika Serikat, serta uang kertas obligasi yang kehilangan nilainya, yaitu lebih rendah dari USD1.

Perusahaan-perusahaan di Zimbabwe juga tidak dapat memenuhi permintaan untuk mendapatkan mata uang asing dengan cara mengekspor barang. Sebaliknya, Zimbabwe mengimpor lebih banyak produk dan barang daripada mengekspor.

(WIL)

Turki Balas Ancaman Trump soal Kurdi

Menlu Turki Mevlut Cavusoglu dalam konferensi pers di Ankara, 14 Januari 2019. (Foto: AFP/ADEM ALTAN)

Ankara: Turki menegaskan tidak akan bisa diintimidasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump soal isu pasukan Kurdi di Suriah. Ini merupakan respons Ankara terhadap Trump, yang mengatakan perekonomian Turki akan hancur jika pasukan Presiden Recep Tayyip Erdogan berani menyerang pasukan Kurdi di Suriah.

Ancaman dilontarkan Trump setelah Turki berulang kali mengancam akan menggelar operasi terbaru lintas perbatasan untuk menghadapi pasukan Unit Perlindungan Masyarakat Kurdi atau YPG. Selama ini, Turki menganggap YPG sebagai grup teroris.

Padahal, YPG adalah bagian dari Pasukan Demokratik Suriah (SDF), yang merupakan ujung tombak dari koalisi pimpinan AS dalam melawan kelompok militan Islamic State (ISIS).

“Kami sudah berulang kali mengatakan, kami tidak takut, dan tidak akan terintimidasi oleh ancaman apapun,” tegas Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu, seperti dilansir dari laman AFP, Senin 14 Januari 2019.

“Segala bentuk ancaman terhadap perekonomian Turki tidak akan berdampak apapun,” lanjut dia.

Juru bicara Erodgan, Ibrahim Kalin, sebelumnya mengatakan Ankara akan “melanjutkan perang melawan mereka semua.” Kalin merujuk pada ISIS dan juga YPG.

Isu Kurdi ini muncul usai Trump mengumumkan hendak menarik seluruh personel militer AS dari Suriah. Turki menyambut baik keputusan Trump, dan Erdogan pernah berbicara via telepon dengannya untuk memastikan Ankara akan melanjutkan misi koalisi dalam menghabisi ISIS.

Namun beberapa waktu usai pengumuman penarikan, Trump mengatakan dirinya baru akan menarik semua personel militer jika ISIS sudah benar-benar dikalahkan. Ia juga mendorong adanya pembentukan zona aman seluas 30 kilometer di Suriah, saat nanti pasukan AS ditarik.

Dalam konferensi pers di Ankara bersama Menlu Luxembourg Jean Asselborn, Cavusoglu menambahkan Turki “tidak menentang” pembentukan “zona aman” di Suriah.

(WIL)

Pesawat Kargo Jatuh di Iran, 13 Orang Tewas

Petugas keamanan dan pemadam berada di lokasi kecelakaan pesawat kargo di dekat Teheran, Iran, 14 Januari 2019. (Foto: AFP/HASAN SHIRVANI)

Teheran: Sebuah pesawat kargo militer jatuh di dekat Teheran, Iran, Senin 14 Januari 2019. Kantor berita Fars, yang dianggap dekat dengan militer Iran, mengatakan ada 16 orang di pesawat tersebut, dan satu-satunya korban selamat adalah seorang teknisi.

Media IRIB menyebut ada 10 orang di pesawat tersebut. Sementara AFP mengutip keterangan dari militer Iran, yang menyatakan jumlah korban tewas sejauh ini mencapai 13 orang.

“Kargo (Boeing) 707 yang membawa daging lepas landas dari Bishkek di Kirgistan, dan melakukan pendaratan darurat di bandara Fath pagi ini,” ucap militer Iran dalam keterangan di situs resminya.

Bandara Fath terletak di provinsi Alborz, di wilayah barat laut dari Teheran. “Pesawat keluar landasan saat mendarat, dan terbakar usai menabrak tembok di ujung bandara,” lanjut militer Iran.

IRIB memperlihatkan tayangan pesawat yang terbakar. Beberapa media lainnya memperlihatkan tim penyelamat mengelilingi badan pesawat.

“Detail dari kecelakaan dan jumlah korban masih diselidiki,” sebut pihak militer.

(WIL)

Belasan Negara Afrika Serukan Hitung Ulang Pemilu Kongo

Johannesburg: Sebuah organisasi negara-negara Afrika menyerukan adanya penghitungan ulang hasil pemilihan umum presiden di Republik Demokratik Kongo. Komunitas Pembangunan Afrika Selatan (SADC), yang terdiri dari 16 negara, menilai ada sesuatu yang aneh dalam pilpres tersebut.

“Ada keraguan kuat atas hasil pemilu. Penghitungan ulang diperlukan untuk menghadirkan kepastian bagi pemenang dan kubu yang kalah,” ucap SADC, seperti dilansir dari laman Guardian, Minggu 13 Januari 2019.

SADC juga menyarankan adanya solusi politik yang telah dinegosiasikan sebelumnya untuk membentuk pemerintah persatuan nasional di RD Kongo.

Pernyataan SADC menggarisbawahi kekhawatiran yang terus berkembang di RD Kongo. Alih-alih menjadi titik balik menuju hal positif, pemilu pada 30 Desember 2018 justru memperdalam krisis politik di RD Kongo dan berpotensi berubah menjadi kericuhan.

Dikhawatirkan jika RD Kongo rusuh akibat pemilu, beberapa negara lain di wilayah pusat, timur dan selatan di benua Afrika juga akan terkena imbasnya.

Komisi Pemilu RD Kongo menyatakan pemenang pemilu adalah Felix Tshisekedi, pemimpin partai oposisi utama di RD Kongo. Tshisekedi mengalahkan politikus Martin Fayulu lewat selisih tipis perolehan suara.

Namun Fayulu, seorang mantan eksekutif dan anggota parlemen, mengklaim dirinya menang mutlak. Ia menuduh Tshisekedi telah membuat kesepakatan tertentu dengan Presiden Joseph Kabila agar dinyatakan sebagai pemenang.

Baca: Felix Tshisekedi Pimpin Oposisi Menang Pemilu Kongo

Klaim Fayulu didukung Gereja Katolik di DR Kongo yang memiliki pengaruh besar. Gereja telah mengerahkan sekitar 40 ribu relawan untuk mengawasi jalannya pemilu.

Gereja Katolik RD Kongo mengaku menemukan perbedaan data, dan seharusnya pemenang pemilu bukanlah Tshisekedi.

Jika hasil pemilu tidak diubah, maka Tshisekedi akan menjadi pemimpin pertama di RD Kongo yang berkuasa lewat proses pemilu. Ini merupakan pemilu pertama RD Kongo sejak negara tersebut merdeka dari Belgia pada 1960.

RD Kongo dilanda korupsi, konflik bersenjata, dan wabah penyakit. Jumlah rata-rata kasus kekerasan seksual serta malnutrisi di RD Kongo juga disebut-sebut sebagai salah satu yang tertinggi di dunia.

Sumber utama pendapatan RD Kongo berasal dari sektor mineral, termasuk beberapa jenis krusial dalam membuat komponen untuk telepon genggam dan mobil listrik.

(WIL)

Sepanjang 2018, KJRI Jeddah Pulangkan 7.783 WNI Bermasalah

Jeddah: Sepanjang 2018, KJRI Jeddah telah membantu pemulangan WNI sebanyak 7.783 orang. Mereka terdiri dari 2.199 laki-laki, 4.872 perempuan dan 712 anak-anak.

Dengan menerbitkan dokumen Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP), seluruh WNI tersebut dapat dipulangkan. Sebelumnya, mereka sempat dimasukkan ke rumah tahanan imigrasi Arab Saudi karena melakukan berbagai pelanggaran.

Sebagian besar dari jumlah WNI tersebut adalah pemegang visa kerja. Namun, sebagian lagi ada yang memegang visa umrah dan kemudian menetap serta bekerja dan ada pula yang masuk ke Arab Saudi dengan visa ziarah namun dengan tujuan bekerja.

“Mereka ditangkap di beberapa tempat, seperti penampungan, jalanan bahkan ada yang di Perlintasan Tawaf dan Sa’i di dalam Masjidil Haram,” kata Konsul Jenderal RI untuk Jeddah Mohamad Hery Saripudin kepada Medcom.id, Senin 14 Januari 2019.

Bahkan akhir Desember 2018 dan awal Januari 2019, sebanyak 25 WNI diamankan pihak keamanan Arab Saudi saat mendorong kursi roda jemaah umrah di Perlintasan Tawaf dan Sa’i Masjidil Haram dengan imbalan sejumlah uang.

“Mereka punya iqamah, semacam kartu izin menetap, tapi tetap ditangkap karena kedapatan bekerja bukan pada kafil (majikan)nya. Artinya yang mereka kerjakan tidak sesuai dengan profesi yang tertera di iqamah mereka,” imbuh Hery.

Tak hanya WNI, warga negara asing di Arab Saudi juga bisa ditangkap karena berbagai pelanggaran. Sebagian diamankan karena masa berlaku izin tinggal telah habis, sebagian karena berbaur atau berada dalam satu rumah dengan WNI yang tidak berdokumen resmi. Ada juga karena bekerja tidak sesuai profesinya di kartu izin tinggal (iqamah).

Setelah ditahan, mereka harus membayar denda. Namun, jika tidak segera membayar denda, warga negara asing dan juga WNI tersebut akan terus ditahan sampai perwakilan negaranya yang berada di Arab Saudi dapat menjamin.

Seiring dengan maraknya razia oleh otoritas berwenang di Arab Saudi, Hery mengimbau agar WNI yang berada di Riyadh maupun Jeddah dan kota-kota lain untuk mematuhi hukum yang berlaku di Arab Saudi sehingga terhindar dari masalah hukum.  

(WIL)

Menlu AS Desak Pangeran Saudi Selesaikan Kasus Khashoggi

Menlu AS Mike Pompeo (kiri) ketika tiba di Riyadh dan disambut oleh Menteri Negara Urusan Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubeir. (Foto: AFP)

Riyadh: Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo meminta Pangeran Arab Saudi Mohammed bin Salman untuk segera menyelesaikan kasus Jamal Khashoggi. Desakan ini akan disampaikan langsung dalam tur Timur Tengah yang dilakukan Pompeo.

Jamal Khashoggi merupakan jurnalis asal Arab Saudi yang dinyatakan hilang pada 2 Oktober 2018, sesaat setelah dirinya memasuki Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki. Usai dinyatakan hilang, Khashoggi dikonfirmasi tewas dibunuh. 

Baca: PBB Serukan Kembali Investigasi Independen Kasus Khashoggi

Sejumlah pihak mencurigai Pangeran Mohammed sebagai dalang di balik pembunuhan, karena Khashoggi sempat beberapa kali mengkritiknya. “Saya akan terus menekan Pangeran Arab Saudi untuk memastikan pertanggungjawaban sehubungan dengan tewasnya Jamal Khashoggi,” kata Pompeo, sebelum terbang ke Riyadh, dikutip dari AFP, Senin 14 Januari 2019.

Pompeo juga meminta semua fakta dikumpulkan agar Arab Saudi dapat segera memproses hukum bagi para pelaku pembunuh Khashoggi. 

Setelah mendarat di Riyadh dan bertemu dengan Menteri Negara untuk Urusan Luar Negeri Adel al-Jubeir, Pompeo akan meminta Arab Saudi untuk menyelesaikan penyelidikan atas pembunuhan misterius tersebut.

Selain Arab Saudi, Pompeo juga akan berkunjung ke Yordania, Mesir, Qatar, Oman, Bahrain, Uni Emirat Arab, dan yang terakhir adalah Kuwait.

Baca: Lima Tersangka Pembunuh Khashoggi Dituntut Hukuman Mati

Sementara itu, Jaksa Arab Saudi menuntut hukuman mati bagi lima tersangka pembunuh jurnalis Jamal Khashoggi. Selain lima orang tersebut, masih ada enam orang tersangka lainnya.

Sebelas tersangka ini datang dengan pengacara masing-masing. Namun, jalannya persidangan tak diungkap ke publik. Nama para tersangka juga tidak dibeberkan.

(WIL)

Penghargaan Indonesia dalam Festival Janadriyah di Arab Saudi

Riyadh: Penampilan delegasi Indonesia di Festival Budaya Janadriyah ke-33 di Arab Saudi, mendapatkan pengakuan besar. Kementerian Garda Nasional Arab Saudi menilai penampilan pameran seni dan budaya Indonesia sangat luar biasa.

Sebagai tamu kehormatan di festival ini, Indonesia meraih kesuksesan luar biasa dan menarik perhatian para pengunjung festival tahun ini. Pengunjung yang tidak hanya datang dari teluk ini, mencapai lebih dari 10 juta. Separuh lebih juga mengunjungi paviliun dan panggung seni Indonesia.

Dalam 21 hari, disamping pameran di dalam paviliun, Indonesia juga menampilkan atraksi budaya di panggung utama di luar paviliun sebanyak 240 kali pagelaran dengan melibatkan 600 pegiat seni yang datang dari Indonesia.

Panggung raksasa seni Indonesia yang setiap harinya dimulai pukul 16.00 sampai dengan pukul 23.00 menjadi primadona para pengunjung yang memenuhi lapangan di depan panggung Indonesia. Membanjirnya para pengunjung membuat para pasukan Garda Nasional Saudi melakukan pengamanan ekstra ketat untuk menertibkan penonton.


Pameran Indonesia yang dipenuhi warga Arab Saudi. (Foto: Dok.KBRI Riyadh).

“Tampilnya Indonesia di Festival Budaya Janadriyah sebagai satu-satunya negara tamu kehormatan adalah wujud nyata dialog antar budaya dan peradaban Nusantara dengan peradaban Timur Tengah untuk pertama kalinya. Kesuksesan gemilang Indonesia ini adalah berkat dukungan nyata dari Raja Salman bin Abdulaziz dan Presiden Joko Widodo,” ujar Duta Besar RepubIik Indonesia untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel, dalam keterangan tertulis KBRI Riyadh, yang diterima Medcom.id, Senin, 14 Januari 2019.
 
“KBRI Riyadh sangat menyampaikan rasa terimakasihnya atas dukungan luar biasa dari Kemenko PMK, Kemendikbud, Kemenpar, Kemenpora dan Kemenag. Dan juga pemerintah Kabupaten Lampung Timur dan Banyuwangi serta paguyuban seni angklung Yogyakarta juga mengirimkan tim seni budaya untuk kesuksesan pagelaran terheboh di Timur Tengah ini,” imbuhnya.

“Apresiasi juga KBRI sampaikan kepada seluruh WNI di Arab Saudi yang penuh kebersamaan gotong royong menyukseskan festival ini,” tutur Dubes Agus.

Direktur Jenderal Festival Janadriyah Kementerian Garda Nasional Arab Saudi Saud Al Rumi menyampaikan pameran dan penampilan seni budaya yang ditampilkan oleh Indonesia sangat istimewa dan memukau warga Arab Saudi termasuk pawai karnaval yang mengelilingi kawasan Janadriyah.

Lebih lanjut Dubes Agus menyuarakan pernyataan Al Rumi yang menyebut kesuksesan partisipasi Indonesia ini diyakini akan semakin memperkokoh hubungan kedua negara. Al Rumi menyatakan optimisme tersebut dengan sebuah ungkapan, ‘Negara anda adalah negara kami, dan negara kami adalah negara anda’.


Delegasi Indonesia dari Banyuwangi melakukan pentas tari. (Foto: Dok.KBRI Riyadh).

Menurut Duta Besar yang juga merangkap sebagai Wakil Tetap RI untuk Organisasi Kerja sama Islam (OKI) ini, dipilihnya Indonesia oleh Pemerintah Arab Saudi sebagai tamu kehormatan dalam Festival Janadriyah mencerminkan bahwa hubungan bilateral kedua negara berada dalam masa keemasan. Hubungan tersebut diyakini akan semakin kokoh setelah paripurnanya perhelatan dialog antar dua peradaban Timur Tengah dan Nusantara di Janadriyah ini.

“Indonesia telah menampilkan yang terbaik dalam Festival Janadriyah. Hasilnya sangat positif, publik Arab Saudi saat ini mempunyai pengetahuan dan pemahaman yang lebih baik akan kekayaan budaya Indonesia. Hal ini akan semakin mempererat hubungan antar masyakarat kedua negara. Kami akan terus perkuat tali persaudaraan ini” ucapnya.

Hari terakhir Partisipasi Indonesia dalam Festival Janadriyah diakhiri dengan penampilan Fahad Munif, seniman Musik Gambus dari Indonesia yang mendapat sambutan sangat meriah dari publik Arab Saudi. Musik Gambus yang berakar dari Timur Tengah menjadi salah satu khazanah kekayaan budaya Indonesia yang dapat menjembatani kebudayaan Indonesia dan Arab Saudi.

“Gambus menjadi ikon kebersamaan, semangat keakraban dan kehangatan Arab Saudi dan Indonesia” pungkas Dubes Agus Maftuh Abegrebriel.

(FJR)

Rahaf al-Qunun Lebih Pilih Kanada Ketimbang Australia

Rahaf Mohammed al-Qunun (tengah) bersama Menlu Kanada Chrystia Freeland (kanan) di Toronto, Kanada, 12 Januari 2019. (Foto: AFP/Getty/Cole Burston)

Toronto: Kanada akhirnya menjadi negara pemberi suaka untuk Rahaf Mohammed al-Qunun, seorang remaja asal Arab Saudi yang mengaku melarikan diri karena takut dibunuh keluarganya. Awalnya, Rahaf memilih Australia sebagai negara tujuan akhir.

Dalam perjalanan menuju Australia, Rahaf terlebih dahulu turun di Bangkok. Di sana, paspornya sempat disita beberapa pejabat dari Kedutaan Besar Arab Saudi.

Setelah diserahkan otoritas Thailand ke Agensi Pengungsian Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNHCR), Rahaf berniat melanjutkan proses permohonan suaka ke Australia. Negeri Kanguru juga terindikasi kuat akan memberikan suaka tersebut.

Namun pada akhirnya, Kanada yang menjadi pilihan Rahaf. “(Australia) terlalu lama. Itulah mengapa saya pergi ke Kanada,” ucap remaja 18 tahun itu, seperti disitat dari The Sun, Minggu 13 Januari 2019.

Baca: Australia Sebut Proses Suaka Rahaf al-Qunun Butuh Waktu

Rahaf tiba di Bandara Internasional Pearson di Toronto, Kanada, dengan menggunakan maskapai Korean Air dari Seoul pada Sabtu. Menteri Luar Negeri Kanada Chrystia Freeland menyebut Rahaf sebagai “remaja baru Kanada yang sangat berani.”

“Dia wanita muda pemberani yang sudah melewati banyak kesulitan. Saat ini, dia akan menuju rumah barunya,” tutur Freeland. Ia menambahkan Rahaf belum akan memberikan keterangan publik karena sudah terlampau lelah dari perjalanan panjang.

Sebelumnya, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengatakan kepada awak media bahwa Kanada memberikan suaka kepada Rahaf berdasarkan rujukan dari UNHCR. “Kanada akan selalu membela hak asasi manusia dan wanita di seluruh dunia,” tegas PM Trudeau.

Dalam keterangan kepada media BBC di awal pelarian, Rahaf mengaku takut dibunuh karena dirinya sudah menyatakan keluar dari agama Islam atau murtad. Ia juga disebut memilih lari untuk menghindari pernikahan paksa di Arab Saudi.

(WIL)

Truk BBM Meledak di Nigeria, 12 Orang Tewas

Truk BBM terguling dan terbakar di Odukpani, Nigeria, Jumat 11 Januari 2019. (Foto: AFP)

Odukpani: Sedikitnya 12 orang tewas saat sebuah truk pengangkut bahan bakar minyak yang terguling di Nigeria meledak. Ledakan terjadi saat puluhan orang berada di sekitar truk untuk mengambil tumpahan BBM.

Ratusan orang tewas dalam peristiwa serupa dalam beberapa tahun terakhir di Nigeria, negara penghasil minyak terbanyak di benua Afrika. Sebagian warga sering mempertaruhkan nyawa untuk mengambil BBM yang bocor dari truk atau jaringan pipa penyalur.

Baca: Truk Tanki Gas Meledak, Lebih dari 100 Orang Dilaporkan Tewas

Tragedi terbaru ini terjadi pada Jumat 11 Januari malam di kota Odukpani di negara bagian Cross River. “Kami telah menemukan 12 jasad manusia dan membawa 22 lainnya yang mengalami luka bakar serius,” ucap juru bicara kepolisian Odukpani Irene Ugbo, seperti disitir dari laman Metro.co.uk, Sabtu 12 Januari 2019.

Namun sejumlah saksi mata menyebut jumlah korban tewas mendekati 60 orang. “Polisi hanya menemukan beberapa jenazah. Banyak korban tewas yang hangus terbakar hingga menjadi abu,” tutur Richard Johnson, seorang saksi mata.

Johnson menyebut sekitar 60 orang berada di sekitar truk untuk mengambil tumpahan BBM saat ledakan terjadi. “Hampir mustahil mereka semua bisa selamat,” ungkap dia, yang menduga ledakan terjadi akibat aliran listrik dari sebuah generator di dekat truk.

Hingga saat ini belum diketahui pasti bagaimana truk itu bisa terguling dan mengalami kebocoran. Sekitar satu tahun lalu, lebih dari 30 orang di wilayah yang sama tewas terbakar saat mengambil tumpahan BBM dari sebuah truk.

Kecelakaan terburuk di Nigeria terjadi pada 1998, saat lebih dari 1,000 orang tewas saat mereka sedang mengambil minyak yang bocor dari jaringan pipa penyalur di kota Jesse.

(WIL)

Terima Suaka, Rahaf al-Qunun Mendarat di Kanada

Toronto: Rahaf Mohammed al-Qunun, remaja 18 tahun asal Arab Saudi yang melarikan diri dari keluarganya karena takut dibunuh, akhirnya mendarat di Kanada, Sabtu 12 Januari 2019, usai mendapat suaka dari pemerintahan Perdana Menteri Justin Trudeau.

Awalnya Rahaf berusaha mencapai Australia via Bangkok, namun sempat terancam dideportasi. Namun usai meminta pertolongan via Twitter di sebuah kamar hotel, berbagai bantuan pun datang, termasuk dari Agensi Pengungsian Perserikatan Bangsa-Bangsa atau UNHCR.

Dalam keterangan kepada media BBC di awal pelarian, Rahaf mengaku takut dibunuh karena dirinya sudah menyatakan keluar dari agama Islam atau murtad. Ia juga disebut memilih lari untuk menghindari pernikahan paksa di Arab Saudi.

Australia sempat terindikasi kuat hendak memberikan suaka kepada Rahaf. Namun pada akhirnya, suaka itu datang dari Kanada.

Rahaf tiba di Bandara Internasional Pearson di Toronto, Kanada, dengan menggunakan maskapai Korean Air dari Seoul pada Sabtu. Menteri Luar Negeri Kanada Chrystia Freeland menyebut Rahaf sebagai “remaja baru Kanada yang sangat berani.”

“Dia wanita muda pemberani yang sudah melewati banyak kesulitan. Saat ini, dia akan menuju rumah barunya,” tutur Freeland. Ia menambahkan Rahaf belum akan memberikan keterangan publik karena sudah terlampau lelah dari perjalanan panjang.

Sebelumnya, PM Trudeau mengatakan kepada awak media bahwa Kanada memberikan suaka kepada Rahaf berdasarkan rujukan dari UNHCR. “Kanada akan selalu membela hak asasi manusia dan wanita di seluruh dunia,” tegas PM Trudeau.

Baca: Rahaf al-Qunun Takut Dibunuh Keluarga Karena Murtad

Mengapa Rahaf Melarikan Diri?

Masih dalam keterangan kepada BBC, Rahaf mengaku takut dibunuh keluarganya. “Saya tidak dapat belajar dan bekerja di negara saya. Jadi saya ingin bebas dan belajar dan juga bekerja seperti yang saya inginkan,” kata dia.

Secara terpisah, Rahaf mengatakan kepada media AFP bahwa dirinya telah mengalami kekerasan fisik dan psikologi dari keluarga, termasuk dikurung di kamar selama enam bulan hanya karena memangkas pendek rambutnya sendiri.

Seorang juru bicara keluarga Rahaf mengatakan kepada BBC bahwa mereka tidak ingin berkomentar dan hanya fokus pada keselamatan wanita muda tersebut.

UNHCR menyambut baik keputusan Kanada yang memberikan suaka kepada Rahaf. “Hukum pengungsi internasional dan nilai-nilai kemanusiaan telah berjaya,” tutur Komisioner Tinggi Pengungsian PBB< Filippo Grandi.

Langkah pemberian suaka dipastikan membuat hubungan Kanada dengan Arab Saudi semakin terburuk. Hubungan kedua negara sudah memburuk sejak Agustus tahun lalu, saat Ottawa mengkritik sejumlah dugaan pelanggaran HAM di Riyadh. 

Ketegangan kala itu berujung pada pengusiran Duta Besar Kanada dan pemutusan segala hubungan dagang dan investasi. Kanada juga memicu kemarahan Arab Saudi usai meminta “pembebasan segera” atas beberapa aktivis HAM, termasuk Samar Badawi.

(WIL)

Kanada Ingin Tampung 1 Juta Imigran di 2021

PM Kanada Justin Trudeau di New York, AS, 17 Mei 2018. (Foto: AFP/Getty/DREW ANGERER)

Ottawa: Kanada ingin menampung lebih dari satu juta imigran dalam periode tiga tahun ke depan, atau mencapai angka tersebut pada 2021. Hal ini disampaikan Kementerian Keimigrasian Kanada dalam laporan tahunan di parlemen.

Pada 2017, Kanada menerima 286.479 imigran sebagai penghuni tetap. Kanada menegaskan jumlah itu akan terus bertambah pada setiap tahunnya.

“Berkat peranan para pendatang baru sepanjang sejarah kita, Kanada telah berkembang menjadi negara kuat,” ucap Menteri Imigrasi Kanada Ahmed Hussen, seperti dinukil dari laman UPI, Jumat 11 Januari 2019.

“Imigran dan keturunannya telah memberikan kontribusi luar biasa kepada Kanada. Masa depan kita tergantung dari upaya memastikan bahwa mereka semua diterima dan berintegrasi dengan baik di tengah masyarakat,” lanjut dia.

Di bawah rencana Menteri Hussen, Kanada akan menerima sekitar 350 ribu imigran tahun ini, dan 360 ribu pada 2020 dan 370 ribu satu tahun setelahnya.

Data terbaru menunjukkan total populasi Kanada kurang dari 37 juta jiwa. Sekitar satu dari lima warga Kanada adalah imigran. “Imigran telah berkontribusi terhadap pertumbuhan kelas pekerja di Kanada,” tutur Menteri Hussen.

“Pertumbuhan level imigrasi, terutama di kelas ekonomi, akan membantu tenaga kerja, mendukung pertumbuhan ekonomi dan memicu inovasi,” tambah dia.

Pemerintahan Kanada di bawah Perdana Menteri Justin Trudeau telah mendorong penerimaan imigran sejak dirinya berkuasa pada 2015. Dua tahun setelah berkuasa, PM Trudeau menegaskan akan menyambut banyak imigran terlepas dari ras serta agama mereka. 

Tekad tersebut merupakan respons PM Trudeau terhadap larangan masuk ke Amerika Serikat bagi pengungsi asal beberapa negara mayoritas Muslim yang diterapkan Presiden Donald Trump.

“Keberagaman adalah kekuatan kita,” tulis PM Trudeau di Twitter kala itu.

Baca: Kanada Terima Suaka Rahaf Mohammed al-Qunun

(WIL)

Bus Tabrak Halte di Kanada, Tiga Orang Tewas

Ilustrasi kecelakaan bus. (Foto: Medcom.id)

Ottawa: Sebuah bus jenis double decker rusak parah usai menabrak salah satu halte di Ottawa, Kanada, Jumat 11 Januari 2019. Kecelakaan ini menewaskan tiga orang dan membuat 23 lainnya terluka.

Sejumlah foto di media memperlihatkan deretan kursi di lantai dua menggantung dari badan bus. Petugas pemadam menggunakan tangga, berusaha mencapai para korban luka. 

Sementara di area dekat lokasi, 25 mobil ambulans bersiaga mengangkut para korban di tengah dinginnya udara Ottawa.

Sejumlah saksi mata mengatakan kepada media lokal bahwa bus OC Transpo Route 269 berbelok tajam sebelum menghantam halte di Westboro. Kepala Kepolisian Charles Bordeleau mengatakan “beberapa korban terperangkap di lantai satu ” bus.

Dalam sebuah konferensi pers, seperti dilansir dari laman AFP, Wali Kota Ottawa Jim Watson mengatakan tiga orang tewas dan 23 lainnya terluka dalam kecelakaan “mengerikan” tersebut. Dari 23 korban luka, `14 di antaranya dalam kondisi serius.

Dua dari tiga korban tewas adalah penumpang bus. Sementara korban tewas ketiga adalah orang yang sedang berdiri di halte.

Bordeleau menyebut sopir bus sudah ditangkap di lokasi kejadian, dan akan diinterogasi untuk mencari tahu penyebab pasti kecelakaan.

Enam tahun lalu di Ottawa, bus double decker bertabrakan dengan sebuah kereta api. Tabrakan fatal tersebut menewaskan enam orang.

(WIL)

Suriah Sebut Misil Israel Hancurkan Gudang di Damaskus

Foto dari media SANA memperlihatkan sistem pertahanan udara Suriah merespons serangan misil dari Israel di Damaskus, 15 September 2018. (Foto: AFP/SANA/HANDOUT)

Damaskus: Kantor berita nasional Suriah, SANA, melaporkan bahwa pesawat jet tempur Israel melepaskan beberapa misil ke arah Damaskus pada Jumat 11 Januari 2019. Pertahanan udara Suriah berhasil menembak jatuh beberapa misil tersebut.

“Sejauh ini, serangan tersebut hanya menghancurkan salah satu gudang di bandara Damaskus,” kata SANA, mengutip seorang sumber di militer Suriah. Dilansir dari lama Al-Arabiya, serangan terjadi pukul 23.15 waktu setempat.

Terakhir kalinya pesawat tempur Israel menghancurkan beberapa target di Suriah terjadi pada hari raya Natal tahun lalu. Dalam peristiwa tersebut, pesawat Israel melepaskan misil ke arah Damaskus saat sedang terbang di langit Lebanon.

Serangan kala itu mengenai sebuah gudang senjata dan melukai tiga prajurit Suriah. Jumat petang kemarin, pesawat tempur dan juga jenis tanpa awak (drone) terdengar terbang di wilayah udara Lebanon.

Israel diyakini sebagai negara di balik serangkaian udara di Suriah, yang sebagian besarnya ditujukan kepada pasukan Iran dan Hizbullah. Selama ini, Iran dan Hizbullah membantu Suriah dalam menghadapi pemberontak dan sejumlah grup ekstremis.

Baca: Israel Luncurkan Misil ke Bandara Internasional Suriah

Mayoritas serangan Israel di Suriah berpusat di selatan Damaskus. Grup pemantau Syrian Observatory for Human Rights (SOHR) menyebut serangan terbaru mengenai dua titik pasukan Iran dan Hizbullah.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah bertekad tidak akan membiarkan Teheran — pendukung Presiden Suriah Bashar al-Assad — memperkuat kehadiran militer di Damaskus.

(WIL)

Kanada Terima Suaka Rahaf Mohammed al-Qunun

Ottawa: Perdana Menteri Justin Trudeau mengumumkan bahwa Kanada menerima permohonan suaka Rahaf Mohammed al-Qunun, remaja putri asal Arab Saudi yang melarikan diri dari keluarganya. Rahaf mengaku terpaksa melarikan diri karena takut dibunuh keluarga akibat keluar dari Islam atau murtad.

Sebelum muncul pengumuman dari PM Trudeau pada Jumat 11 Januari malam, awalnya Rahaf terindikasi kuat akan mendapat suaka di Australia. Negeri Kanguru merupakan negara tujuan pertama Rahaf dalam mencari suaka.

“Kanada secara tegas menyatakan bahwa kami membela hak asasi manusia dan wanita di seluruh dunia,” ungkap PM Trudeau, seperti dilansir dari kantor berita AFP, Sabtu 12 Januari 2019.

“Saat Perserikatan Bangsa-Bangsa melayangkan permintaan kepada kami untuk memberikan al-Qunun suaka, kami menerimanya,” lanjut dia.

Langkah pemberian suaka dipastikan membuat hubungan Kanada dengan Arab Saudi semakin terburuk. Hubungan kedua negara sudah memburuk sejak Agustus tahun lalu, saat Ottawa mengkritik sejumlah dugaan pelanggaran HAM di Riyadh. 

Ketegangan kala itu berujung pada pengusiran Duta Besar Kanada dan pemutusan segala hubungan dagang dan investasi. Kanada juga memicu kemarahan Arab Saudi usai meminta “pembebasan segera” atas beberapa aktivis HAM, termasuk Samar Badawi.

Percobaan melarikan diri Rahaf didukung banyak grup HAM di luar sana. Perjuangan Rahaf dinilai sebagai simbol dari perlawanan terhadap represi di Arab Saudi.

Rahaf sempat dipaksa mendarat di Thailand dalam pelariannya. Thailand sempat hendak mendeportasi dirinya saat tiba di Bangkok pekan kemarin.

Namun ‘bersenjatakan’ telepon genggam, Rahaf langsung membuka akun Twitter dan menceritakan segala sesuatu yang dialaminya. Thailand kemudian mengubah sikap 180 derajat dan berbalik membela Rahaf. Bangkok pun menyerahkan Rahaf kepada Agensi Pengungsian PBB atau UNHCR.

Baca: Rahaf al-Qunun Takut Dibunuh Keluarga Karena Murtad


Kronologi pelarian Rahaf al-Qunun. (Foto: AFP)

Kebebasan Beragama di Arab Saudi

Kebebasan beragama tidak secara resmi dilindungi di Arab Saudi. Warga yang meninggalkan Islam atau berpindah ke agama lain berpotensi dijerat hukum kemurtadan (apostasy).

Warga Saudi yang dijerat hukum semacam itu terancam divonis hukuman mati.

BBC World Service sempat berbicara dengan Noura, seorang teman yang sempat menulis di akun Twitter Rahaf. Dia mengatakan kenal dengan Rahaf di grup feminis Saudi, dan dia juga mengaku telah “melarikan diri” dari Arab Saudi karena sudah menjadi “eks Muslim.”

Noura mengatakan Rahaf adalah mahasiswi di sebuah universitas Saudi. Dia meyakini ayah Rahaf bekerja untuk pemerintah Saudi.

“Keluarga dia pernah mengurungnya di rumah selama sekitar enam bulan karena dia memotong rambutnya,” tutur Noura kepada BBC. “Saya terus berbicara dengannya setiap 20 menit. Dia sangat ketakutan,” ungkap Noura.

(WIL)

Sudan Menunggu Indonesia Datang Berinvestasi

Jakarta: Afrika merupakan pasar non-tradisional yang menjadi perhatian Pemerintah Indonesia. Sudan menjadi salah satu negara yang memiliki potensi besar bagi pengusaha Indonesia.

Duta Besar Sudan untuk Indonesia Elsiddieg Abdulaziz Abdalla mengakui Indonesia sebagai salah satu kekuatan ekonomi di dunia. Status keanggotaan di G20 dan berada di peringkat delapan ekonomi dunia, bagi Dubes Abdalla menilai Indonesia harus tersebar dalam hal investasi di dunia.

“Tahun ini saya baca bahwa Indonesia akan lebih fokus di Afrika. Saya tidak ingin bilang telat. Tetapi lebih baik telat daripada tidak sama sekali,” ujar Dubes Abdalla, saat ditemui wartawan di Kantor Kedutaan Sudan, di Jakarta, Jumat, 11 Januari 2019.

“Suka atau tidak suka, Afrika masih perawan. Pasarnya besar dan sumber dayanya pun luas. Beberapa kali saya dengar Presiden (Joko Widodo) mendorong rakyat Indonesia untuk pergi ke Afrika,” kata Dubes Abdalla.

Baca juga: 9 Kebijakan Hasil IAF 2018 untuk Diterapkan Indonesia dan Afrika.

Abdalla selalu mempertanyakan kenapa orang kerap merasa keberatan untuk pergi ke Afrika. Selama ini Indonesia punya modalnya, punya sumber daya dan Afrika bisa menjadi pasarnya. Dirinya pun menyayangkan ketika dia mencari data investasi Indonesia di Sudan, tidak ada catatan yang bisa ditemukan.

Berkaitan dengan Indonesia, Dubes Abdalla menginginkan kerja sama lebih besar dengan pihak pemerintah. Ini dikarenakan cara Indonesia berbeda dengan Amerika Serikat (AS) ataupun negara Barat lain yang menggunakan politik dalam mengupayakan investasi.

“Jika dengan negara lain seperti Amerika, mereka berbicara politik terlebih dahulu baru berbicara bisnis. Jika mereka meminta sesuatu dan kami tidak melakukannya, maka akan ada sanksi. Dengan Indonesia tidak ada hal itu. Tidak ada tekanan,” ujarnya.

“Kami lihat hubungan Indonesia dengan negara lain sangat mudah. Karena itu kami sangat menerima para investor Indonesia menanamkan modalnya di Sudan. Ada banyak peluang,” Abdalla menambahkan.

Tetapi Abdalla mengingatkan perlunya riset yang memadai mengenai Afrika, khususnya Sudan. Ini yang sangat penting untuk melaporkan apa yang dimiliki Sudan agar pengusaha Indonesia bisa menanamkan modalnya di negara yang pecah dengan Sudan Selatan itu.

Beberapa sektor yang punya peluang besar bagi Indonesia melakukan investasi. Salah satunya menurut Dubes Abdalla adalah eksplorasi minyak bumi. Pertamina menurut Dubes Abdalla sempat berniat untuk berinvestasi, tetapi Dubes Abdalla melihat untuk saat ini Pertamina tengah menyelesaikan masalah di tubuhnya sendiri.

Satu hal lain yang mungkin membuat Pertamina mundur berinvestasi dari Sudan adalah sanksi yang dijatuhkan AS kepada Sudan di saat masa konflik saudara. Namun sanksi tersebut sudah dicabut dan pihak Sudan kini menunggu Pertamina untuk masuk dan melakukan investasi di Sudan.

Sektor lain yang menjadi tawaran besar agar pengusaha Indonesia berinvestasi di Sudan adalah emas dan termasuk juga sektor agrikultur. “Indonesia punya kemampuan dari segi sumber daya manusia dan mesin, datanglah ke Sudan dan berinvestasi. Pertamina adalah salah satu pilihan besar untuk memulai hubungan menguntungkan dengan Sudan,” tegasnya.

Satu perusahaan Indonesia yang juga tengah membuka peluang di Sudan adalah Salim Grup. Dubes Abdalla mengatakan, selama dua tahun terakhir tengah melakukan negosiasi dengan Salim Grup dalam sektor agrikultur.

Menurut Dubes Abdalla, Salim Grup bermaksud untuk membeli lahan yang akan ditanami gandum sebagai bahan baku mie. Mie itu akan dipasarkan di wilayah Afrika untuk memperluas pasar mereka.


Duta Besar Sudan untuk Indonesia Elsiddieg Abdulaziz Abdalla. (Foto: Fajar Nugraha/Medcom.id).

Pesawat, kereta dan mobil

Transportasi menjadi perhatian dari Dubes Abdalla. Melihat Indonesia yang saat ini bisa memproduksi pesawat, kereta dan mobil, Dubes melihat ini sebuah peluang yang bagus untuk dikembangkan.

Salah satu kelebihan Sudan adalah, negara tetangga mereka dikeliilingi oleh daratan. Mulai dari Chad, Sudan Selatan, Ethiopia dan Afrika Tengah berbatasan langsung dengan Sudan. Keberadaan pelabuhan Sudan bisa menjadi kelebihan karena dapat dijadikan pintu bagi investor Indonesia ke empat negara tetangga Sudan, selain Sudan sendiri.

Infrastruktur pun bisa menjadi peluang tempat Indonesia untuk berinvestasi. Sebagai salah satu negara dengan rel kereta terpanjang, tentunya Sudan merupakan sebuah peluang. Bahkan Sudan memiliki rel dari Laut Merah hingga keempat negara tetangganya.

“Kami menunggu Indonesia untuk datang. Datang dan berinvestasilah,” jelasnya.

“Untuk apa kami membeli pesawat dari Amerika, kalau kami bisa membelinya dari kalian (Indonesia). Kami bersedia untuk menggunakan kereta kalian atau bahkan mobil yang sudah kalian buat dan ekspor. Kalian memiliki kemampuan itu,” tutur Dubes Abdalla.

Tetapi memang menurut Abdalla masih ada peraturan yang tetap diikuti. Ini bagi Abdalla sama seperti halnya di negara lain dan paling penting adalah berinvestasi di Sudan.

Faktor keamanan

Salah satu isu yang membuat banyak pihak berat untuk melakukan investasi di Afrika pada umumnya adalah faktor keamanan. Tetapi Dubes Abdalla menampik hal tersebut.

“Masalahnya apakahnya Indonesia memiliki perwakilan kantor berita di Sudan? Tidak ada. Banyak pihak yang bergantung kepada media Barat mainstream untuk mencari tahu mengenai Sudan. Salah satu target dari media Barat ini adalah menciptakan citra buruk mengenai Afrika, agar kompetitor negara-negara itu tidak datang ke Afrika,” sebutnya.

Ini adalah menurut Dubes Abdalla menjadi media memberikan fakta yang beredar di negaranya. Hal tersebut juga berlaku mengenai kabar stabilitas politik di Sudan.

“Di seluruh Afrika dan tidak hanya Sudan, selalu ada kesulitan. Tetapi dengan adanya kesulitan itu, tidak berarti sebuah negara akan runtuh. Kami merasakan kesulitan ketika pemisahan Sudan Selatan. Itu sulit bagi kami, hampir 70 persen sumber minyak kini dikuasai Sudan Selatan. Ini membuat perekenomian kami mengalami kesulitan,” ujarnya.

“Tetapi dengan kesulitan itu, kami berupaya keras untuk memperbaikinya. Ini hidup ada naik turunnya. Kami kini tengah melakukan perbaikan di sektor perminyakan. Untuk emas, kami memiliki cadangan yang besar. Untuk itu kami berniat mengurus cadangan emas ini dengan baik,” sebut Dubes Abdalla.

Terlepas dari hal tersebut, Dubes Abdalla mengakui masih diperlukan banyak perbaikan dalam sektor keamanan. Luasnya wilayah Sudan, membuat pihak berwenang kesulitan menghadapi kejahatan yang terjadi. Selain itu, luasnya perbatasan Sudan dengan negara lain juga mengkontribusi masalah bagi negara itu.

Dubes Abdalla kembali menegaskan masalah di negaranya saat ini bukan politik, tetapi ekonomi. Sektor ekonomi ini yang ingin mereka genjot terutama dengan Indonesia agar bisa berkembang.

Indonesia di Afrika

Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Retno Marsudi dalam Pernyataan Pers Tahunan Menteri (PPTM) 9 Januari 2019 menyebutkan kembali pentingnya Afrika untuk masa depan Indonesia.

Setelah kesuksesan Indonesia-Africa Forum pada 2018, pada 2019 ini Pemerintah Indonesia menurut Menlu Retno akan membuka inisiatif baru.

“Di tahun 2019, Indonesia akan juga menggagas beberapa inisiatif, antara lain: Indonesia-Africa Infrastructure Dialogue,” ujar Menlu Retno Marsudi.

Indonesia-Africa Infrastructure Dialogue pada Agustus 2019 yang direncanakan pada Agustus 2019, merupakan kelanjutan Indonesia-Africa Forum 2018 di Bali, April lalu.

Baca juga: Tantangan Indonesia Mengubah Mindset soal Afrika.

Hingga saat ini menurut Direktur Kerja Sama Afrika Kementerian Luar Negeri Daniel Tumpal Simanjuntak, pendekatan Indonesia ke negara-negara Afrika mendapat hasil positif. Dari penyelenggaraan IAF saja menurutnya sudah ada kesepakatan bisnis senilai USD586,56 juta atau setara dengan Rp8,5 triliun.

Kini hal yang harus dilakukan pemerintah adalah melakukan edukasi mengenai Afrika, khususnya untuk kelas menengah. Selain itu, badan usaha milik negara (BUMN) dan beberapa perusahaan swasta Indonesia juga masih melihat negara-negara di Afrika dengan sebelah mata.

Pelajaran dari tahun 2017 hingga 2018 menurut Daniel menunjukkan outbond investment Indonesia ke Afrika bukan capital outflow. Namun, perusahaan-perusahaan Indonesia bisa mendapat devisa dan sumber dana internasional untuk kepentingan perusahaan tersebut.

(FJR)

Ancaman Pembunuhan Diarahkan kepada Rahaf Al-Qunun

Bangkok: Khawatir dengan keselamatannya, Rahaf Mohammed al-Qunun menghapus akun Twitternya, Jumat, 11 Januari 2019 ini. Dia dikabarkan mendapatkan ancaman pembunuhan.

Hingga saat ini remaja berusia 18 tahun itu tengah menunggu keputusan di mana dia diberikan suaka. Australia sebelumnya menyatakan kemungkinan akan menerima Qunun, tetapi masih membutuhkan proses.

Baca juga: Australia Sebut Proses Suaka Rahaf al-Qunun Butuh Waktu.

Rahaf Mohammed al-Qunun tiba di Thailand pada Sabtu 5 Januari dan pada awalnya ditolak masuk. Saat tiba, dia segera mulai memposting pesan di Twitter dari area transit bandara Suvarnabhumi Bangkok yang mengatakan bahwa dia telah “lolos dari Kuwait” dan hidupnya akan dalam bahaya jika dipaksa kembali ke Arab Saudi.

Dalam beberapa jam, sebuah kampanye muncul dijuluki #SaveRahaf, tersebar di Twitter oleh jaringan aktivis.

Sekitar tengah hari pada Jumat, akun Twitter-nya, @ rahaf84427714, menjadi offline setelah dia memposting bahwa dia memiliki “kabar buruk dan kabar baik!” Akun muncul kembali sebentar sekitar satu jam kemudian tetapi menjadi offline lagi dalam beberapa menit.

Seorang pengguna Twitter yang dikenal sebagai Nourah, yang Qunun sebut sebagai teman, menulis bahwa Qunun “menerima ancaman kematian dan karena alasan ini ia menutup akun Twitter-nya”.

Qunun, yang tinggal di Bangkok di lokasi yang dirahasiakan dan tidak dapat dimintai komentar, sebelumnya mengatakan di Twitter bahwa ia menerima ancaman pembunuhan dari seorang kerabat di platform media sosial.

Sophie McNeill, jurnalis Australia Broadcast Corp yang telah melakukan kontak langsung dengan Qunun, mengatakan remaja itu “aman dan baik-baik saja” tetapi sedang beristirahat sejenak dari Twitter.

“Dia baru saja menerima banyak ancaman mati,” kata McNeill di Twitter, seperti dikutip AFP, Jumat, 11 November 2019.

Baca juga: Rahaf al-Qunun Takut Dibunuh Keluarga Karena Murtad.

Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne mengatakan pada Kamis Australia menilai apakah akan memberikan suaka kepada Qunun. Menlu Payne menambahkan status suaka Qunun masih membutuhkan proses.

Payne mengatakan tidak ada kerangka waktu untuk sebuah keputusan. Tetapi Kepala Departemen Imigrasi Thailand, Surachate Hakparn, mengatakan itu akan menjadi jelas pada Jumat malam di mana Qunun akan diberikan suaka.

“Kesehatan fisik dan mentalnya baik. Kita harus tahu malam ini dia akan pergi ke negara mana,” pungkas Surachate kepada wartawan.

(FJR)

Beragam Kisah Tragis Pekerja Migran Indonesia di Arab Saudi

Jeddah: Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah menuntaskan berbagai kasus yang dialami oleh sebanyak 13 Pekerja Migran Indonesia (PMI). Mereka sebelumnya ditempatkan sementara di shelter KJRI sambil menunggu penyelesaian kasusnya.

Berbagai permasalahan yang dialami 13 PMI tersebut, antara lain, tidak digaji, tidak dipulangkan hingga belasan tahun, mendapat perlakukan kasar pihak majikan dan keluarganya, menjadi Korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan korban fitnah majikan yang berujung pada penjara.

PMI berinisial SRS (45), misalnya, baru sekitar satu tiba di Arab Saudi. Dia diselundupkan oleh seorang oknum untuk bekerja ke Arab Saudi menggunakan visa ziarah atau kunjungan. Setibanya di Bandara King Abdulaziz Jeddah, perempuan asal Lombok Tengah yang hanya lulusan SD ini tidak dijemput oleh calon pengguna jasa. Beruntung dia ditemukan oleh seorang staf KJRI yang tengah piket malam itu dan dibawa ke shelter.

Nasib NST lebih tragis. Perempuan berusia 44 tahun menjadi korban perdagangan orang. Dia juga diberangkatkan ke Arab Saudi dengan visa ziarah dalam kondisi mental yang kurang siap untuk bekerja. Perempuan asal Sukabumi ini akhirnya tidak betah dan mengalami depresi. Sang majikan memberinya 200 riyal dan menyuruhnya naik bus untuk pergi ke KJRI Jeddah. Tidak tahu harus berbuat apa dan harus ke mana, dia akhirnya dimasukkan ke rumah sakit umum King Fahad Jeddah dalam keadaan tidak sadarkan diri.

“Ya begitulah dia kesehariannya. Kadang dia nyambung, kadang nggak. Kadang masuk ke ruangan saya dan gak mau keluar, tidur di sana. Baca koran terbalik,” terang Mochamad Yusuf, Konsul Tenaga Kerja KJRI Jeddah, dalam keterangan tertulis KJRI Jeddah, yang diterima Medcom.id, Jumat, 11 Januari 2019.

Diketahui NST diberangkatkan oleh seorang calo berinisial HS ke Arab Saudi meskipun dia masih dalam masa perawatan lantaran menderita gangguan kejiwaan.

Sejak Pemerintah Indonesia. memberlakukan moratorium pengiriman TKI informal awal 2011 ke Arab Saudi, marak kasus ‘penyanderaan’ asisten rumah tangga (ART) oleh majikan. Kasus tersebut juga dialami seorang ibu asal Malang Jawa Timur berinisial KJT. Perempuan kelahiran 1961 ini telah 13 tahun bekerja di daerah Al-Namas, kota kecil berhawa dingin dan berjarak sekitar 550 kilometer dari KJRI Jeddah.

Lain lagi kisah yang dialami ROS. Perempuan kelahiran 1982 ini telah sepuluh tahun bekerja di satu keluarga Arab Saudi di Najran, sebuah provinsi yang terletak di sisi barat daya Arab Saudi yang berbatasan dengan Yaman.

Karena rumah majikan yang sangat jauh dari KJRI Jeddah, yaitu sekitar 1.000 kilometer, perempuan asal Cianjur ini harus menunggu momen yang pas agar bisa kabur ke KJRI. Suatu ketika saat liburan, ROS diajak majikan jalan-jalan ke Jeddah. Ada kesempatan, dia melarikan diri ke KJRI dan meminta bantuan agar hak-haknya diperjuangkan, antara lain, gaji yang tidak dibayar majikan selama 7 tahun.

Kasus DSTS malah lebih menegangkan. Bukan hanya masalah ‘ditahan’ majikan dan sisa gaji yang tidak ditunaikan sebesar 39.000 riyal atau setara Rp140 juta. Perempuan yang telah bekerja selama 11 tahun sebagai ART di Jeddah itu kerap menerima perlakuan kasar dari majikan. Dia kerap dipukuli dan ditampar.

Kasus DSTS terungkap ketika dia bersama majikan hendak melakukan pergantian paspor. Sesuai prosedur, KJRI Jeddah menerapkan kebijakan wawancara untuk mengorek keluhan dan permasalahan, khusus dari PMI yang bekerja sebagai asisten rumah tangga.

Perempuan kelahiran Cirebon 1983 ini akhirnya diputuskan diamankan sementara di shelter KJRI dan kasusnya dibawa ke kantor tenaga kerja setempat. Sang majikan mengamuk lantaran gagal membawa dia pulang kembali ke rumah. Karena berbuat onar di premis diplomatik, majikan nakal ini akhirnya digelandang keluar untuk diproses lebih lanjut.

Nasib memilukan juga dialami PMI lainnya berinisial ASP. Ibu kelahiran Kendal 1969 ini telah bekerja selama 10 tahun sebagai ART dengan upah bulanan di bawah standar, yaitu 800 riyal. Sudah sisa gajinya dikemplang, ia malah dilaporkan majikan ke polisi atas tuduhan pencurian. Menurut penuturan ASP, sisa gajinya yang belum dibayarkan majikan senilai 72.200 riyal atau sekitar Rp260 juta. Akhirnya, dia dipenjara selama sebulan sebelum akhirnya dibebaskan oleh KJRI.

Penanganan kasus PMI

Konsul Jenderal (Konjen) RI Jeddah, Hery M. Saripudin mengatakan, masih banyak rupa-rupa kasus PMI, khususnya kaum ibu yang bekerja di sektor rumah tangga. Sebagian telah berhasil diselesaikan, sebagian lagi masih kami perjuangkan.

Perkembangan penanganan setiap kasus, imbuh Konjen, selalu dilaporkan ke instansi berwenang di Jakarta dan pemerintah daerah agar menjadi perhatian bersama.

“Kepedulian bersama dari para pemangku otoritas insya Allah akan memberikan jaminan perlindungan yang lebih bagi para PMI, sehingga angka permasalahan yang menimpa mereka bisa ditekan,” kata Konjen Hery.

Konjen juga menyesalkan maraknya penempatan PMI secara unprocedural meskipun telah dilakukan penandatanganan joint statement antara Menteri perburuhan Arab Saudi dan Menteri Tenaga Kerja Indonesia.

“Belakangan marak WNI teruma kaum perempuan yang diberangkatkan dengan visa ziarah. Dari sini kita perlunya harus lebih hati-hati lagi terhadap praktek penyamaran pengiriman tenaga kerja dengan berpura-pura ziarah atau kunjungan wisata,” ujar Konjen.

Selain itu, Konjen Hery juga berharap agar aparat berwenang melakukan penegakan hukum kepada para pelaku penempatan PMI secara tidak prosedural yang kadang mengabaikan sisi kemanusiaan.

“Masa orang yang sedang mengalami gangguan kejiwaan dan sedang dirawat diberangkatkan juga. Ini kan sudah keterlaluan,” sesal Konjen.

Tiga belas pekerja migran Indonesia tersebut telah dipulangkan, sembilan diantaranya dikawal langsung oleh petugas dari KJRI Jeddah pada 7 Januari 2019 silam.

(FJR)

Pasukan Israel Tahan 15 Warga Palestina di Tepi Barat

Tentara Israel ketika melancarkan serangan. (Foto: AFP)

Tepi Barat: Pasukan Israel melancarkan serangan di Tepi Barat dekat Sungai Yordan pada Kamis 10 Januari kemarin. Mereka juga menahan sedikitnya 15 warga Palestina.

Beberapa kendaraan militer Israel menyerbu beberapa permukiman di Kota Hebron, selatan Tepi Barat. Di wilayah ini juga, tentara Israel menjarah sejumlah rumah dan menahan warga.

Dilansir dari AFP, Jumat 11 Januari 2019, mereka juga menyerbu kota kecil bernama Idhna dan Deir Samet serta menggeledah rumah.

Bentrokan kerap terjadi ketika para warga Palestina berusaha menghalangi jalan tentara Israel dan melemparkan batu serta botol kosong ke arah tentara.

Mereka juga harus berhadapan dengan peluru aktif, peluru logam yang berlapis karet dan gas air mata, sehingga sering menderita luka serius. Tak sedikit pula warga Palestina yang tewas di tangan tentara Israel.

Menurut data statistik Palestina, sebanyak 6.500 orang Palestina masih mendekam di berbagai instalasi tahanan Israel, termasuk sejumlah perempuan dan ratusan anak kecil.

Sementara itu, pasukan Israel menggunakan peluru logam yang dilapisi karet dan gas air mata terhadap warga, menembak dan melukai beberapa orang dengan peluru
karet. Akibatnya, warga Palestina menderita sesak nafas akibat menghirup gas air mata.

(FJR)

Pengungsi Palestina Terima Bantuan dari Indonesia

Amman: Indonesia terus berkomitmen memberikan bantuan kepada Palestina. Kali ini bantuan disalurkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk pengungsi Palestina di Jerash, Yordania.

Dalam menyalurkan bantuan ini Baznas berkerja sama dengan Jordan Hashemite Charity Organization (JHCO). Kedutaan Besar Republik Indonesia di Amman menyebutkan bahwa kegiatan ini mendukung diplomasi kemanusiaan yang dicanangkan pemerintah sebagai salah satu bentuk pelaksanaan politik luar negeri RI.

“Mudah-mudahan bantuan obat-obatan yang diberikan akan dapat bermanfaat bagi rakyat Palestina yang masih berada di pengungsian”, tegas Dubes RI untuk Yordania Andy Rachmianto, kepada Maha Saqqa, Direktur Eksekutif Medical Aid for Palestinian (MAP).

MAP selama ini dikenal sebagai pengelola klinik kesehatan di kamp pengungsi Gaza di daerah Jerash-Yordania. Penyerahan bantuan ini juga disaksikan oleh Muhammad Kilani, Wakil Sekretaris Jenderal JHCO.

“Terima kasih kepada masyarakat Indonesia yang telah memberikan zakatnya kepada para pengungsi Palestina. Semoga solidaritas sesama umat ini akan menjadi ladang amal yang diberkahi Tuhan Yang Maha Esa”, sebut Maha.

Sementara Muhammad Kilani mengatakan bahwa penyerahan bantuan obat-obatan kepada Klinik MAP ini merupakan tahap awal dari penyerahan bantuan obat-obatan yang akan dilakukan JHCO kepada sejumlah klinik lain di beberapa kamp pengungsi Palestina di Yordania.

Penyerahan bantuan obat-obatan ini merupakan tindak lanjut kerjasama antara Baznas dengan JHCO yang telah ditandatangani 8 Oktober 2018 di Kementerian Luar Negeri RI yang disaksikan langsung oleh Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi dan Menteri Luar Negeri Palestina Riad Maliki.


Penyerahan bantuan Indonesia dari Baznas kepada pengungsi Palestina. (Foto: Dok.KBRI Amman).

Dalam tahap awal, Baznas telah mendistribusikan bantuan sebesar USD150.000 yang merupakan dana bantuan kemanusiaan dari masyarakat Indonesia untuk rakyat Palestina yang berada di pengungsian dan sangat membutuhkan bantuan dari masyarakat dunia. Untuk pengungsi Palestina, Baznas mempunyai dua program yaitu di bidang kesehatan dan bidang Pendidikan, guna membantu para pengungsi untuk mengentaskan kemiskinan dan mendapatkan hidup yang lebih baik.

JHCO merupakan lembaga non-pemerintah yang dibentuk oleh pemerintah Kerajaan Yordania dan merupakan satu satunya lembaga yang mendapat mandat resmi untuk mengkoordinasikan penyaluran bantuan kemanusiaan, baik di dalam negeri Yordania maupun kepada negara-negara sahabat termasuk Palestina.  JHCO didirikan pada tahun 1990 atas inisiatif dan dipimpin langsung oleh Pangeran Hassan bin Talal, yang juga merupakan paman dari Raja Abdullah.

Dipilihnya JHCO sebagai sebagai mitra Baznas untuk penyaluran bantuan kepada pengungsi Palestina dikarenakan JHCO memiliki akses dan jaringan yang bekerjasama dengan berbagai pihak terkait, antara lain dengan Otoritas Palestina, Pemerintah Israel, Tentara Nasional Yordania (Jordan Armed Forces/JAF), UNRWA, ICRC, dan berbagai Lembaga/organisasi internasional lainnya.

JHCO mempunyai jaringan data lengkap pengungsi di Yordania yang jumlahnya melebihi 4 juta orang, termasuk pengungsi Palestina sebanyak 2,2 juta orang dan 1,3 juga pengungsi Suriah serta pengungsi dari negara negara tetangga lainnya, seperti Irak, Yaman, Libya, dan Somalia.

(FJR)

Felix Tshisekedi Pimpin Oposisi Menang Pemilu Kongo

Kinshaha: Felix Tshisekedi, pemimpin partai oposisi terkemuka Republik Demokratik Kongo, dinyatakan sebagai pemenang kejutan pemilihan presiden 30 Desember di negara Afrika tengah.

Hasilnya, diumumkan pada Kamis pagi 10 Januari, berarti transfer kekuasaan melalui pemilu pertama dalam 59 tahun kemerdekaan di Republik Demokratik Kongo.

Kemenangan ini mengejutkan banyak pengamat yang yakin pihak berwenang akan memastikan kandidat pemerintah, Emmanuel Ramazani Shadary, menjadi pemenang dalam pemilu, yang ketiga sejak berakhirnya perang saudara berdarah pada 2002.

“Hormat kepada Kabila. Seorang mitra penting dalam transisi demokrasi di negara kita. Saya akan menjadi presiden dari segenap rakyat Kongo,” ujar Tshisekedi.

Kemenangan Tshisekedi sangat kontroversial karena jajak pendapat pra-pemilu telah memberikan keunggulan bagi kandidat terdepan yang vokal, Martin Fayulu, seorang mantan eksekutif bisnis yang dihormati.

Perolehan suara menempatkan Fayulu dengan 47 persen, setidaknya 20 poin unggul dari Tshisekedi. Penghitungan suara yang dikumpulkan oleh gereja Katolik Kongo mendapati Fayulu menang telak dalam pemilu.

Para pendukung Fayulu khawatir presiden yang akan tergantikan, Joseph Kabila, mendukung hasil pemungutan suara yang memenangkan calon yang dipilihnya sendiri, atau melakukan kesepakatan pembagian kekuasaan dengan Tshisekedi, kepala partai oposisi utama. Fayulu sendiri langsung menolak hasil pemilu.

“Dari mana asal tujuh juta suara tambahan (untuk kemenangan Tshisekedi)? Pada 2019 ini, kita menolak kemenangan rakyat dicuri sekali lagi,” katanya, seperti dikutip dari Guardian, Kamis, 10 Januari 2019.

Polisi antihuru-hara dikerahkan di luar kantor komisi pemilu RD Kongo dan di berbagai lokasi lain di ibu kota, Kinshasa.

Sekretaris Jenderal Perserikan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengatakan dia ‘mencatat’ pengumuman itu dan mendesak semua pihak agar ‘menahan diri dari kekerasan dan untuk menyalurkan sengketa pemilu melalui mekanisme kelembagaan yang sudah ada.’

Oposisi dilemahkan oleh argumen internal dan dikecualikan oleh komisi pemilu dari dua tokoh politik kelas berat: Jean-Pierre Bemba, mantan panglima perang, dan Moise Katumbi, seorang taipan populer.

Ayah Tshisekedi, Etienne, adalah pemimpin oposisi terkenal di bawah Mobutu. Dia meninggal tahun lalu dan putranya mewarisi partaianya, dan dengan itu ada peluang memenangkan kekuasaan. Para kritikus mengatakan Tshisekedi, 55, tidak terbukti, tidak berpengalaman, dan tidak memiliki karisma ayahnya.

Setelah pemilu tertunda dua tahun, pengumuman hasil suara tertunda lebih dari sepekan untuk memberikan lebih banyak waktu mengatasi tantangan logistik di negara dengan 80 juta penduduk. Para pemilih tersebar di wilayah seluas Eropa Barat dengan hampir tidak ada jalan beraspal.

Mandat jabatan kedua Kabila berakhir pada 2016 dan dia dengan enggan menyebut pemilu baru di bawah tekanan dari kekuatan regional. Konstitusi melarang dia mencalonkan diri lagi dan para kritikus mengklaim dia berharap untuk memerintah melalui Shadary, yang tidak memiliki basis politik sendiri.

Gereja Katolik Roma adalah institusi yang berwibawa di negara ini, dan dalam deklarasi bersama dengan sekelompok gereja Protestan dan misi pengamat pemilu, Symocel, konferensi para uskup Katolik menyerukan agar tenang dan menuntut agar dewan pemilihan Kongo, CENI, menerbitkan ‘hanya hasil yang keluar dari kotak suara’.

Pengamat pemilu domestik mengaku menyaksikan penyimpangan serius pada hari pemilu dan selama penghitungan suara, meskipun misi pengamat daerah mengatakan pemilu berjalan ‘relatif baik’.

Kabila, 47, memerintah sejak pembunuhan ayahnya pada tahun 2001, Laurent Kabila, yang menggulingkan diktator Mobutu Sese Seko yang menjabat sejak 1997.

Tshisekedi menjadi pemimpin pertama yang mengambil alih kekuasaan melalui kotak suara di RD Kongo sejak perdana menteri Patrice Lumumba tak lama sesudah negara itu memproklamasikan kemerdekaannya dari Belgia pada 1960. Lumumba digulingkan dalam sebuah kudeta dan terbunuh empat bulan kemudian.

Kongo menderita korupsi yang meluas, konflik berkepanjangan, penyakit endemik, dan beberapa tingkat kekerasan seksual, dan kekurangan gizi tertinggi di dunia. Negeri ini juga kaya akan mineral, termasuk material yang penting untuk ponsel dan mobil listrik dunia.

(FJR)

Iran Akui Penahanan Veteran Angkatan Laut AS 

Teheran: Kementerian Luar Negeri Iran mengonfirmasi pada Rabu 9 Januari bahwa seorang warga negara Amerika Serikat (AS) telah ditangkap di kota Mashhad. Tetapi pihaknya membantah laporan bahwa tersangka telah diperlakukan dengan buruk.

Juru Bicara Kemenlu Iran Bahram Ghasemi mengatakan bahwa Michael White, seorang veteran Angkatan Laut Amerika Serikat berusia 46 tahun, ditangkap ‘beberapa waktu lalu’ di kota terbesar kedua Iran.

Ghasemi berkata, Pemerintah AS, melalui kedutaan Swiss di Teheran, diberitahu tentang penangkapan itu pada hari-hari awal insiden. Kepentingan AS di Iran ditangani oleh misi diplomatik Swiss, karena kedua negara tidak memiliki hubungan diplomatik sejak 1980.

White, 46, asal Imperial Beach, California, ditangkap pada Juli setelah mengunjungi pacarnya di Mashhad, menurut ibunya kepada New York Times, awal pekan ini.

Kemenlu AS mengatakan pada Selasa bahwa pihaknya “mengetahui laporan” tentang penahanannya, tetapi menolak untuk memberikan perincian, dengan alasan pertimbangan privasi.

Menurut Ghasemi, laporan di media AS bahwa White ditahan dalam kondisi yang buruk adalah “keliru dan tidak akurat”.

“Kasus ini sedang ditangani oleh pihak berwenang terkait dan pada akhir proses ini mereka akan mengeluarkan informasi yang diperlukan,” Ghasemi lebih lanjut dikutip mengatakan pada akun Telegram-nya, seperti disitir dari Al Jazeera, Kamis, 10 Januari 2019.

White bergabung dengan setidaknya tiga warga AS lainnya, dua dari mereka keturunan Iran, ditahan di Iran. Pada Juli 2017, Iran mengatakan bahwa mereka sudah menahan warga keturunan Tiongkok-Amerika, Xiyue Wang, mahasiswa pascasarjana Princeton yang sedang melakukan penelitian di Iran.

Sejak Oktober 2015, mereka juga menangkap Namazi yang blasteran Iran-Amerika. Ayah Namazi, Baquer, mantan diplomat 82 tahun untuk Badan Anak PBB (UNICEF), juga ditahan. Keduanya adalah warga negara Amerika yang dinaturalisasi. Pada 2007, mantan agen FBI, Robert Levinson, hilang di Iran.

Masalah tahanan sejak lama menambah ketegangan antara Iran dan AS. Terakhir kali Iran membebaskan warga Amerika yang dipenjara adalah ketika kesepakatan internasional tentang program nuklir Iran berlaku pada Januari 2016.

Iran membebaskan empat orang Amerika, termasuk Jason Rezaian, mantan koresponden untuk Washington Post. Sebagai gantinya, AS membebaskan beberapa warga Iran yang ditahan atas pelanggaran sanksi.

Hubungan antara Iran dan AS memburuk tajam tahun lalu ketika Presiden Donald Trump menarik diri dari perjanjian nuklir dan memberlakukan kembali sanksi menyeluruh terhadap Iran.

(FJR)

Jadi Mata-mata Iran, Mantan Menteri Israel Dibui

Ilustrasi oleh Medcom.id.

Tel Aviv: Mantan menteri Israel akan menghabiskan 11 tahun penjara setelah mengaku menjadi mata-mata untuk Iran. Gonan Segev mengakui tuduhan melakukan spionase dan memberikan informasi kepada pihak musuh.

Segev menjabat sebagai menteri energi di bawah mantan perdana menteri Yitzhak Rabin pada pertengahan 1990-an. Ia sebelumnya dipenjara karena mencoba menyelundupkan narkotika ekstasi ke negara itu.

Dia diekstradisi dari Guyana Khatulistiwa dan ditangkap di Israel Mei lalu dengan tuduhan bertindak sebagai agen intelijen Iran. Dalam aksinya, dia memberi informasi tentang “pasar energi dan situs keamanan di Israel”.

Shin Bet, dinas keamanan Israel, awalnya mengatakan Segev telah bertemu dengan operatornya dua kali di Iran dan dengan agen Iran di hotel dan apartemen di berbagai penjuru dunia.

Sebuah perintah mendadak dikeluarkan atas sebagian besar detail tersebut. Tetapi Menteri Kehakiman Israel mengatakan hukuman 11 tahun telah disepakati.

Israel menganggap Iran sebagai ancaman terbesar, seraya menyebut seruan Iran untuk penghancuran Israel, dukungannya bagi sejumlah kelompok seperti Hizbullah dan pengembangan rudal jarak jauh.

Israel sudah melakukan beragam serangan udara terhadap pasukan Iran di Suriah baru-baru ini. Pada Agustus, menteri intelijen Iran mengungkapkan di televisi pemerintah tentang direkrutnya seorang mantan pejabat tingkat kabinet dari negara ‘seteru’, tetapi tidak menyebut Israel atau Segev.

Tim pengacara Segev mengatakan mereka tidak bisa membahas semua detail kasus itu, tetapi termasuk dalam kesepakatan pembelaannya adalah penghapusan tuduhan pengkhianatan.

“Memang, Segev memiliki kontak dengan Iran tetapi motifnya bukan untuk ‘membantu musuh selama perang’,” mereka menambahkan, seperti dikutip dari laman Sky News, Rabu 9 Januari 2019. 

Segev ditangkap pada 2004 karena berusaha menyelundupkan 32.000 tablet ekstasi dari Belanda ke Israel menggunakan paspor diplomatik yang sudah kadaluwarsa.

Dia juga dulunya seorang dokter dan dicabut izin medisnya. Dia dibebaskan dari penjara di Israel pada 2007 dan tinggal di Afrika baru-baru ini.

(FJR)

KJRI Jeddah Pulangkan 13 TKI Bermasalah dari Shelter

Jeddah: Sebanyak 13 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang tertahan di shelter telah diselesaikan kasusnya oleh KJRI Jeddah. Shelter menjadi tempat tinggal mereka sementara sambil menunggu penyelesaian kasusnya.

13 TKItersebut telah dipulangkan, sembilan diantaranya dikawal langsung oleh petugas dari KJRI Jeddah pada 7 Januari 2019.

Berbagai macam masalah dialami 13 TKI ini, antara lain tidak digaji, tidak dipulangkan hingga belasan tahun, mendapat perlakuan kasar dari pihak majikan, korban perdagangan orang hingga fitnah majikan yang berujung pemenjaraan.

Sejak Pemerintah Indonesia memberlakukan moratorium pengiriman TKI pada awal 2011 lalu ke Arab Saudi, kasus penyanderaan TKI oleh majikan, makin marak. Hal ini terjadi pada TKI berinisial NST.

Perempuan berusia 44 tahun ini menjadi korban perdagangan orang. Ia diberangkatkan ke Arab Saudi menggunakan visa ziarah dalam kondisi mental yang kurang siap untuk bekerja.

Baca: Kemenlu: Moratorium TKI ke Arab Saudi Masih Terus Berlaku

“Masih banyak persoalan TKI, khususnya yang menimpa wanita yang bekerja di sektor rumah tangga. Sebagian telah berhasil diselesaikan, sebagian lagi masih kami perjuangkan,” kata Konjen RI untuk Jeddah Mohamad Hery Saripudin kepada Medcom.id, Kamis 10 Januari 2019.

Hery menambahkan, perkembangan setiap kasus selalu dilaporkan ke instansi berwenang di Jakarta dan pemerintah daerah agar menjadi perhatian bersama.

“Kepedulian bersama dari para pemangku otoritas akan memberikan jaminan perlindungan yang lebih bagi para TKI, sehingga angka permasalahan yang menimpa mereka bisa ditekan,” lanjut dia.

Hery juga menyesalkan masih maraknya penempatan TKI secara non-prosedural meskipun telah dilakukan penandatanganan joint statement antara Menteri Perburuhan Arab Saudi dan Menteri Tenaga Kerja RI.

“Belakangan marak WNI teruma kaum perempuan yang diberangkatkan dengan visa ziarah. Dari sini kita perlunya harus lebih hati-hati lagi terhadap praktek penyamaran pengiriman tenaga kerja dengan berpura-pura ziarah atau kunjungan wisata,” tutur Hery.

Hery berharap agar aparat berwenang melakukan penegakan hukum kepada para pelaku penempatan TKI secara non-prosedural yang kadang mengabaikan sisi kemanusiaan.

(FJR)

Uni Eropa Jatuhkan Sanksi ke Iran atas Plot Pembunuhan

Menlu Belanda Stef Blok dalam kunjungan ke Irak, 18 Desember 2018. (Foto: AFP/SAFIN HAMED)

Brussels: Uni Eropa mengumumkan penjatuhan sanksi kepada sebuah unit di agensi intelijen Iran dan dua orang atas dugaan keterlibatan mereka dalam berbagai plot pembunuhan.

Pengumuman sanksi membuat unit dan dua orang tersebut masuk dalam daftar teror UE. Mereka dituduh telah melancarkan beberapa serangan terhadap tokoh oposisi Iran di Denmark dan Prancis.

Selain masuk daftar teror, mereka yang terkena sanksi juga akan dibekukan beberapa asetnya, dan juga terkena sejumlah larangan lain.

Menteri Luar Negeri Stef Blok mengatakan bahwa dinas rahasia Amsterdam memiliki “dugaan kuat” bahwa Iran terlibat dalam pembunuhan beberapa warga Belanda di Almere pada 2015 dan Den Haag dua tahun setelahnya.

“UE dan Belanda mengambil langkah keras terhadap intervensi Iran di Eropa. Penjatuhan sanksi ini mengiriman pesan jelas bahwa perilaku semacam itu tidak dapat diterima dan harus dihentikan secepatnya,” tulis Blok di Twitter, seperti disitir dari laman UPI, Selasa 8 Januari 2019.

Iran membantah keterlibatan dalam sejumlah serangan tersebut. Menlu Iran Javad Zarif justru balik membantah bahwa Belanda, Denmark dan Prancis telah menyembunyikan beberapa grup teroris yang menyerang Teheran.

“Menuduh Iran tidak akan melepaskan tanggung jawab Eropa yang melindungi para teroris,” ucap Zarif.

Serangkaian sanksi ini merupakan kali pertama dijatuhkan UE ke Iran sejak perjanjian nuklir disepakati tiga tahun lalu.

Menlu Amerika Serikat Mike Pompeo menuliskan dukungan untuk UE di Twitter. “Dengan mengambil langkah seperti ini, negara-negara Eropa telah mengirim pesan kuat kepada Iran bahwa terorisme tidak dapat diberikan toleransi,” tulis Pompeo.

(WIL)

Konsulat di Australia Dievakuasi atas ‘Paket Mencurigakan’

Petugas bersiaga di area Konsulat Italia di Melbourne, Australia, 9 Januari 2019. (Foto: AFP/WILLIAM WEST)

Canberra: Sejumlah konsulat dan kedutaan besar di Melbourne serta Canberra dievakuasi setelah Kepolisian Australia menemukan beberapa paket mencurigakan. Di Melbourne, paket mencurigakan itu ditemukan di Konsulat Jenderal Inggris dan juga Amerika Serikat.

Kantor Luar Negeri dan Persemakmuran Inggris (FCO) mengatakan paket serupa ditemukan di beberapa konsulat serta kedubes Jerman, India, Selandia Baru, Korea, Yunani, Mesir dan Swiss di Melbourne.

Sementara di ibu kota, Canberra, polisi juga menemukan paket mencurigakan di beberapa konsulat jenderal. Menurut situs Vic Emergency, Brigade Pemadam Kebakaran Metropolitan Melbourne (MFB) telah menerima laporan adanya “material berbahaya” di 16 situs.

“Kami membantu Kepolisian Federal Australia (AFP) menangani sejumlah insiden di Melbourne,” ujar juru bicara brigade, seperti disitat dari laman Sky News, Rabu 9 Januari 2019.

Jubir AFP menyebut, “polisi dan badan layanan darurat sedang merespons paket mencurigakan yang dikirim ke beberapa Kedutaan dan Konsulat di Canberra serta Melbourne hari ini. Insiden ini sedang diselidiki.”

Tim medis dan petugas pemadam terlihat memasuki kedubes Korea dengan mengenakan baju pelindung bahan kimia. Sementara mobil pemadam terlihat terparkir di beberapa konsulat.

Sebagian besar konsulat asing di Australia berada di Jalan St Kilda dan pusat kota.

(WIL)

Tabrakan Kereta di Afrika Selatan Tewaskan Tiga Orang

Ilustrasi kecelakaan kereta api. (Foto: Medcom.id)

Pretoria: Tabrakan dua kereta api di jam berangkat kerja di kota Pretoria, Afrika Selatan, Selasa 8 Januari 2019, menewaskan tiga orang dan melukai ratusan lainnya. Dua korban yang terluka parah diterbangkan dari lokasi di Mountain View ke rumah sakit terdekat.

Total 641 orang terluka dalam kecelakaan, dengan 11 luka parah dan 62 level “menengah” hingga ringan.

“Jumlah korban tewas sejauh ini tiga orang, tapi masih bisa terus bertambah,” kata juru bicara otoritas urusan darurat Pretoria, Charls Mabaso, kepada kantor berita AFP.

Saat tim medis tiba di lokasi, beberapa gerbong dari kedua kereta terguling dan keluar dari rel. “Sejumlah penumpang ditemukan di dalam kereta, dan ada juga yang sudah berjalan di sekitar lokasi,” kata Russel Meiring, jubir unit gawat darurat ER24.

Hingga saat ini penyebab pasti kecelakaan belum diketahui.

Kecelakaan kereta api merupakan hal biasa di Afsel. Setahun lalu, sebuah kereta api yang melaju dari kota Port Elizabeth menuju Johannesburg menabrak sebuah truk di perlintasan dekat Kroonstad. 

Tragedi tersebut menewaskan 19 orang dan melukai 254 lainya. Data Regulator Keamanan Kereta Api Afsel mencatat 495 orang tewas dalam berbagai kecelakaan kereta api dalam periode 2016-2017. Angka tersebut naik delapan persen dari periode sebelumnya.

(WIL)

Mesir Temukan Artefak Selundupan di Balai Lelang Inggris

Tablet batu Raja Amenhotep I. (Foto: EGYPT MINISTRY OF ANTIQUITIES)

Kairo: Sebuah artefak kuno yang diselundupkan secara ilegal dari Mesir ditemukan di suatu acara lelang di London, Inggris. Mesir pun mencegah penjualan artefak tersebut dan menariknya dari daftar barang lelang.

Kementerian Barang Antik Mesir mengaku sudah mencari artefak tersebut di sejumlah situs pelelangan internasional. Tidak diketahui kapan atau bagaimana artefak tersebut, yakni sebuah lempeng batu Raja Amenhotep I, diselundupkan dari Mesir.

Seperti dilansir dari laman BBC, Rabu 9 Januari 2019, Direktur Jenderal Kementerian Barang Antik Mesir Shaaban Abdel Gawad mengatakan artefak tersebut kini dipamerkan di sebuah museum terbuka Kuil Karnak di kota Luxor. 

Pencarian tablet batu ini melihatkan Kementerian Luar Negeri dan Kedutaan Besar Mesir serta otoritas Inggris. Kedubes Mesir di London mengaku sudah berhasil mendapatkan artefak tersebut sejak September lalu.

Mesir telah meningkatkan upaya menghentikan penyelundupan berbagai artefak dan barang antik lainnya dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah Mesir mengingatkan bahwa pihaknya tidak akan bekerja sama dengan sejumlah museum asing yang memiliki barang selundupan. Kerja sama baru akan dilanjutkan jika barang tersebut dikembalikan.

Sebelumnya pada awal tahun ini, Mesir berencana memamerkan satu-satunya selubung batu dari Piramida Giza di Museum Nasional Skotlandia di Edinburg pada 8 Februari mendatang.

Batu kapur besar tersebut akan dipamerkan kepada publik untuk kali pertama sejak tiba di Skotlandia pada 1872.

(WIL)

Capres Kongo Minta Hasil Pilpres Segera Diumumkan

Kinshasa: Calon presiden Republik Demokratik Kongo dari kubu oposisi Martin Fayulu mengingatkan komisi elektoral untuk segera mengumumkan hasil pemilihan umum dan tidak “menyamarkan kebenaran.” Pernyataan disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan di RD Kongo karena hasil pilpres tak kunjung diumumkan.

Fayulu mengklaim “masyarakat Kongo sudah tahu” hasil dari pilpres ini, yang berlangsung pada 30 Desember tahun lalu. Awalnya, hasil pilres seharusnya diumumkan pada Minggu 6 Januari.

Pilpres RD Kongo digelar untuk mencari pengganti Joseph Kabila, yang mundur dari jabatannya usai 18 tahun berkuasa. Kabila berjanji pilpres ini, yang seharusnya digelar pada 2016, akan menjadi proses pemindahan kekuasaan pertama sejak demokratik sejak Kongo merdeka dari Belgia pada 1960.

Capres pilihan Kabila, mantan menteri dalam negeri Emmanuel Shadary, menghadapi perlawanan sengit dari Fayulu yang merupakan seorang mantan taipan minyak dan juga Felix Tshisekedi, anak dari tokoh oposisi ternama.

Seperti dikutip dari kantor berita BBC, Rabu 9 Januari 2019, Fayulu mengatakan Komisi Elektoral Nasional RD Kongo (Ceni) harus segera “merilis hasil pilpres dalam waktu dekat.”

“Hasil pilpres tidak dapat dinegosiasikan lagi,” tegas dia.

Baca: Hasil Pilpres RD Kongo Ditunda, Ketegangan Meningkat

Kepala Ceni, Corneille Nangaa, sebelumnya mengatakan bahwa suara di beberapa tempat pemungutan masih harus dihitung. Nangaa, yang tidak memberikan tanggal pasti kapan hasil pilpres diumumkan, meminta masyarakat untuk bersabar.

Sementara itu, Gereja Katolik di RD Kongo telah mengerahkan 40 ribu pengawas sepanjang pilpres. Pihak gereja mengaku sudah tahu siapa yang memenangkan pilpres.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah mengarahkan 80 prajurit ke Gabon untuk melindungi warga Negeri Paman Sam jika sewaktu-waktu kekerasan meletus di RD Kongo.

Dalam sebuah surat kepada Kongres, Trump menyebut mungkin akan mengirim pasukan tambahan ke Gabon, atau bahkan ke RD Kongo.

Selama ini, RD Kongo belum pernah menjalani proses pemindahan kekuasaan via pilpres. Negara ini adalah penghasil kolbalt dan logal krusial lainnya dalam industri elektronik serta otomotif.

(WIL)

Gagalkan Kudeta, Pemerintah Gabon Berlakukan Jam Malam

Warga berkumpul di depan kantor radio RFI di Libreville, Gabon, 7 Januari 2019. (Foto: AFP/STEVE JORDAN)

Libreville: Pemerintah Gabon menerapkan aturan jam malam di ibu kota setelah menyatakan bahwa percobaan kudeta yang dilakukan sejumlah elemen militer berakhir gagal. Selain jam malam, Gabon juga memutus akses internet.

Berbicara kepada kantor berita Al Jazeera, seorang jurnalis Gabon bernama Antoine Lawson menyebut bahwa percobaan kudeta sempat memicu kepanikan di tengah warga. Setelah dinyatakan gagal, tank militer dan prajurit berpatroli di sejumlah ruas jalan.

“Masyarakat ketakutan. Saat beberapa prajurit muda meminta orang-orang untuk turun ke jalan mendukung kudeta, tidak ada yang mau. Itu karena mereka panik,” kata Lawson.

Mehari Taddele Maru, seorang konsultan di Kenya, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa percobaan kudeta adalah bentuk frustrasi sejumlah pihak terhadap keluarga Bongo, yang telah menguasai Gabon sejak 1967.

Presiden Ali Bongo telah menjadi presiden meneruskan ayahnya, Omar, yang meninggal dunia di tahun 2009. “Selama Gabon masih berada di bawah kekuasaan dinasti, maka kemungkinan akan ada krisis lagi,” tutur Mehari.

Baca: Militer Gabon Rebut Stasiun Radio dalam Upaya Kudeta

Sejumlah kritikus menuduh keluarga Bongo mengambil keuntungan dari sumber daya alam Gabon, namun tidak cukup berinvestasi terhadap sejumlah kebutuhan dasar masyarakat. Total populasi Gabon berkisar dua juta orang.

Menurut data Bank Dunia, sekitar satu dari tiga dari total populasi Gabon hidup di bawah garis kemiskinan.
(WIL)

Turki Keluarkan Surat Penangkapan 100 Prajurit Terkait Kudeta

Prajurit Turki ikut serta dalam peringatan Hari Kemenangan di monumen Mustafa Kemal Ataturk di Ankara, 30 Agustus 2018. (Foto: AFP/ADEM ALTAN)

Ankara: Surat penangkapan dirilis pemerintah Turki untuk 100 prajurit yang dituduh berkomplot dengan teroris untuk menggulingkan Presiden Recep Tayyip Erdogan di Ankara lebih dari dua tahun lalu.

Para prajurit dari Komando Pasukan Darat Turki itu dituduh pernah menggunakan telepon umum untuk berkomunikasi dengan Fetullah Terrorist Organization (FETO), yang dituduh Erdogan sebagai grup di balik percobaan kudeta pada Juli 2016.

Percobaan kudeta kala itu menewaskan 251 orang dan membuat 2.200 lainnya terluka. Seperti dinukil dari laman Al Jazeera, Senin 7 Januari 2019, FETO juga dituduh menyusup ke berbagai institusi Turki, seperti militer, kepolisian dan pengadilan.

FETO adalah sebuah grup yang dipimpin tokoh religius bernama Fethullah Gulen, yang kini hidup terasing di Amerika Serikat. Kepolisian Turki telah menggeledah kediaman sejumlah pendukung Gulen di Turki, dan menangkap 77 ribu orang yang dianggap terkait percobaan kudeta.

Sekitar 150 ribu pegawai negeri, personel militer dan lainnya juga telah dipecat terkait kudeta.

Baca: Diduga Pengikut Gulen, Turki Kembali Tahan 73 Akademisi

Sejumlah grup hak asasi manusia dan negara-negara Barat menuduh Turki menggunakan alasan kudeta sebagai dasar untuk menekan kritik terhadap pemerintah.

Gulen membantah keterkaitan dengan grup teror apapun dan juga mengaku tidak tahu apa-apa soal kudeta. Turki sudah berusaha meminta AS untuk mengekstradisi Gulen, namun Washington menolak dengan alasan belum menerima cukup bukti dari Ankara.

(WIL)

Diduga Mata-mata, Rusia Tahan Warga AS

Ilustrasi/Medcom.id.

Moskow: Rusia telah menahan seorang warga Amerika Serikat (AS) yang dicurigai sebagai mata-mata. Layanan keamanan FSB merilis laporan penahanan tersebut.

Dilansir dari AFP, Senin 31 Desember 2018, warga Amerika tersebut terbukti melakukan tindakan spionase dan segera dijerat dengan pasal kriminal.

Namun, FSB tak membeberkan detil tindakan yang diduga memata-matai Rusia tersebut. Bahkan nama warga AS itu disamarkan menjadi Paul Whelan.

Penangkapan ini terjadi setelah serangkaian tuduhan terhadap Rusia yang diduga terlibat skandal agen mata-mata terhadap Barat.

Kasus yang belum rampung hingga saat ini adalah keterlibatan Rusia dalam percobaan pembunuhan terhadap Sergei Skripal dan putrinya di Inggris. Skripal merupakan mantan agen mata-mata Rusia.

Selain itu, ada kasus Maria Butina. Wanita ini didakwa melakukan konspirasi sebagai agen intelijen Rusia dan memengaruhi para politikus AS dan kelompok tertentu demi kepentingan Rusia.

Penangkapan Butina diprotes keras oleh Kementerian Luar Negeri Rusia dan AS tidak mengabulkan permohonan pemberian jaminan untuk pembebasan Butina. 

(WIL)

Taliban Afghanistan Berada di Iran untuk Dialog Damai

Jubir Kemenlu Iran Bahram Ghasemi di Teheran, 2 Oktober 2018. (Foto: AFP/ATTA KENARE)

Teheran: Kelompok militan Taliban Afghanistan berada di Iran untuk berdialog damai dengan sejumlah pejabat senior. Kabar disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Bahram Ghasemi, Senin 31 Desember 2018.

“Kemarin, delegasi dari Taliban berada di Teheran dan menggelar negosiasi berdurasi cukup lama dengan Wakil Menlu (Abbas) Aragchi,” tutur Ghasemi, seperti dikutip dari laman AFP.

“Tujuan utama dari negosiasi ini adalah mencari solusi dalam membantu memfasilitasi negosiasi antara beberapa grup di Afghanistan dengan pemerintahannya. Dialog di sini untuk membicarakan negosiasi di Afghanistan,” tambah dia.

Pertemuan di Teheran terjadi beberapa hari usai seorang pejabat Iran mengatakan dialog dengan Taliban telah berlangsung di Afghanistan.

Ali Shamkhani, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Agung Iran, mengatakan kepada awak media mengenai negosiasi tersebut, yang terjadi pada 26 Desember dalam kunjungannya ke Kabul.

“Republik Islam Iran selalu menjadi salah satu pilar utama stabilitas di kawasan. Kerja sama antar kedua negara tentu akan membantu memperbaiki masalah keamanan di Afghanistan saat ini,” sebut Shamkhani.

Pemberontakan Taliban di Afghanistan sudah berlangsung selama lebih kurang 17 tahun. Selama ini Afghanistan selalu berusaha membujuk Taliban agar mau berdialog damai.

Namun Taliban menegaskan tetap kukuh pada pendirian dan tidak mau berdialog langsung dengan pemerintah Afghanistan.

(WIL)

Mayat Khashoggi Dibawa dalam Lima Koper

Seorang pria yang diduga membawa koper membawa jasad Jamal Khashoggi. (Foto: A Haber).

Istanbul: Kematian jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi masih menjadi misteri. Kali ini muncul rekaman video keamanan (CCTV) yang menunjukkan jasad khashoggi yang dibawa dalam lima koper.

Baca juga: Menteri AS Bantah Pangeran Mohammed Terlibat Pembunuhan Khashoggi.

Seperti dilansir 9 News, Selasa, 1 Januari 2019, lima koper terpisah itu dibawa keluar dari gedung Konsulat Jenderal Arab Saudi di Istanbul. Koper-koper ini kemudian dibawa menuju rumah Konsul Jenderal Arab Saudi.

Rumah dari Konjen Arab Saudi tersebut diketahui tidak jauh dari gedung Konsulat sendiri. Di gedung inilah Khashoggi terakhir kali terlihat masih hidup pada 2 Oktober 2018.

Video tersebut disiarkan oleh televisi Turki A Haber. Namun tidak diketahui kebenaran dari rekaman video tersebut.

Jamal Khashoggi dikenal sebagai jurnalis yang kerap mengkritik Kerajaan Arab Saudi, termasuk Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman. Dia menghilang saat mengurus pernikahannya di kantor konsulat.

Usai pembunuhan, tuduhan gencar mengarah kepada Pangeran Mohammed. Diketahui bahwa 15 orang melakukan pembunuhan ini, 11 orang sudah didakwa atas pembunuhan ini sementara lima diantaranya diancam hukuman mati.

Baca juga: Perombakan di Kabinet Arab Saudi Usai Kasus Khashoggi.

Imbas kasus ini, Raja Salman melakukan perombakan dalam kabinetnya. Adel al-Jubeir yang sebelumnya menjabat sebagai Menlu Arab Saudi, diturunkan pangkatnya menjadi Asisten Menlu. Sementara beberapa petinggi dalam tubuh organisasi keamanan juga mengalami pergantian.

Hingga saat ini belum ada titik terang dalam kasus Khashoggi. Jasadnya pun tidak diketahui keberadaannya.

 
 

(FJR)

Bos TV Iran Dipecat Usai Adegan Seks Jackie Chan Tersiar

Bintang film Hong Kong Jackie Chan terkenal dengan film laganya. (Foto: AFP).

Teheran: Seorang Direktur Televisi Iran, IRIB, dipecat setelah secara tidak sengaja membiarkan adegan seks Jackie Chan lolos dari aturan penyensorannya yang ketat.

Warga di Pulau Kish Iran terkejut ketika stasiun TV lokal mereka menunjukkan bintang seni bela diri itu berhubungan seks dengan seorang pelacur di salah satu filmnya.

Itu jauh melampaui batas yang biasa di Iran, di mana pria dan wanita bahkan tidak diizinkan berjabat tangan di layar. Ada tanggapan cepat setelah pemirsa memposting klip online.

“Klip adegan amoral dari sebuah film yang menampilkan Jackie Chan telah beredar di media sosial yang tampaknya diperlihatkan oleh Kish IRIB,” lapor kantor berita semi-resmi ISNA, seperti dikutip AFP, Selasa 1 Januari 2019.

“Adegan-adegan ini yang sepenuhnya bertentangan dengan prinsip-prinsip IRIB akhirnya mengarah pada pemecatan dan teguran beberapa karyawan IRIB di Kish,” kata laporan itu.

Kemarahan muncul dari beberapa orang Iran yang menunjukkan bahwa tidak ada yang dipecat karena kecelakaan bus fatal yang menewaskan 10 siswa di Universitas Azad Teheran minggu lalu.

“Bus berbalik, pesawat jatuh, kapal tenggelam tidak ada yang diberhentikan. Beberapa detik Jackie Chan bercinta dengan IRIB dan segera semua staf di bagian itu dipecat,” tulis seorang pengguna Twitter.

Presenter TV IRIB Reza Rashidpoor ??bercanda di acara bincang-bincang paginya bahwa kontroversi bisa dihindari jika IRIB memasukkan keterangan yang mengatakan Chan menikah dengan aktris yang memerankan pelacur.

Dia merujuk pada sebuah program minggu lalu di mana IRIB menambahkan keterangan yang mengatakan bahwa pasangan yang berpegangan tangan di layar menikah dalam kehidupan nyata.

(FJR)

616 Warga Asing Dihukum Irak Terkait ISIS

Baghdad: Pemerintah Irak menghukum 616 warga asing,-termasuk perempuan dan puluhan anak di bawah umur,- pada tahun 2018 karena menjadi anggota kelompok militan Islamic State (ISIS).

Irak menyatakan ‘kemenangan’ atas ISIS pada akhir 2017 setelah perang tiga tahun melawan kelompok militan itu. ISIS pernah menguasai hampir sepertiga negara itu serta sejumlah negara tetangga Suriah.

Sekitar 20.000 orang yang dicurigai memiliki hubungan dengan IS telah ditangkap sejak 2014. Juru bicara pengadilan Abdel Sattar Bayraqdar menegaskan jumlah ini pada Senin 31 Desember 2018.

“616 pria dan wanita yang dituduh memiliki ISIS telah diadili sepanjang tahun 2018 dan dihukum di bawah undang-undang anti-terorisme Irak,” ujar Bayraqdar, seperti dikutip dari VOA Indonesia, Selasa 1 Januari 2019.

“Mereka terdiri dari 466 wanita, 42 pria dan 108 anak di bawah umur,” katanya.

Tetapi Bayraqdar tidak menjelaskan hukumannya. Berdasarkan undang-undang anti-terorisme Irak, pengadilan dapat mengeluarkan vonis, termasuk hukuman mati, terhadap siapa pun yang dinyatakan bersalah menjadi anggota kelompok teroris.

Pada April, sumber pengadilan mengatakan bahwa lebih dari 300 tersangka yang terkait dengan ISIS telah dihukum mati dan lebih dari 300 lainnya dijatuhi hukuman seumur hidup, yang di Irak setara dengan 20 tahun.

Sebagian besar wanita yang dihukum karena hubungan ISIS berasal dari Turki dan negara-negara bekas pecahan Uni Soviet. Tiga warga negara Prancis,-dua wanita dan seorang pria,- telah dijatuhi hukuman penjara seumur hidup sementara seorang wanita Jerman, seorang pria Belgia dan seorang pria Rusia telah dijatuhi hukuman mati.

Banyak wanita telah melakukan perjalanan ke Irak dengan anak-anak mereka untuk bergabung dengan suami mereka yang bertempur di jajaran ISIS. Beberapa masih menunggu untuk dipulangkan ke negara asal mereka.

Pada Minggu, 30 anak-anak Rusia yang ibunya di penjara di Irak karena memiliki hubungan dengan ISIS diterbangkan dari Baghdad ke Moskow sebagai bagian dari program repatriasi yang diperjuangkan oleh orang kuat Chechnya Ramzan Kadyrov.

(FJR)

Persediaan Makanan untuk Rakyat Yaman Dicuri

Anak-anak di Yaman paling menderita akibat perang yang melanda. (Foto: AFP).

Sanaa: Organisasi World Food Programme (WFP) mengeluarkan pernyataan mengejutkan mengenai ransum makanan untuk warga Yaman. Ransum tersebut dikabarkan dicuri orang.

WFP Senin 31 Desember mengatakan ransum makanan bagi warga Yaman yang kelaparan di daerah-daerah yang dikuasai pemberontak Houthi dicuri.

Dalam siaran pers yang disebar melalui situsnya, WFP mengatakan banyak orang yang seharusnya berhak menerima alokasi makanan, tidak menerimanya. Sementara sebagian lainnya ditolak mendapat jatah makanan secara penuh.

“Selama beberapa bulan terakhir ini WFP telah menyelidiki laporan ransum makanan yang hilang dan menemukan fakta bahwa mitra-mitra lokal yang berafiliasi dengan Departemen Pendidikan di Sana’ay ang telah melakukan penipuan,” ujar Direktur Eksekutif WFP David Beasley, seperti dikutip dari VOA Indonesia, Selasa, 1 Januari 2019.

“Tindakan ini memuncak pada pencurian makanan dari mulut rakyat yang kelaparan,” ucapnya.

Ditambahkannya, “ketika anak-anak di Yaman sekarat karena tidak memiliki cukup makanan untuk dikonsumsi, penipuan seperti ini menimbulkan kemarahan. Tindakan kriminal ini harus segera dihentikan.”

Jutaan orang di negara yang dikoyak perang itu tergantung pada bantuan pangan internasional. Yaman telah dilanda perang saudara sejak tahun 2015. Perang itu telah menimbulkan penderitaan di negara paling miskin di dunia itu.

PBB mengatakan sekitar 16 juta warga Yaman kini mengalami kekurangan pangan, air bersih dan obat-obatan.

(FJR)

PM Israel Klaim Pihaknya Sekutu Arab untuk Lawan Iran

Rio de Janeiro: Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengklaim bahwa negara-negara Arab memandang Israel sebagai sekutu yang sangat diperlukan memerangi Iran dan militan Islamic State (ISIS).

Klaim ini disampaikannya saat mengunjungi Brasil Senin 31 Desember. Menurut Netanyahu, peran Israel telah menyebabkan ‘revolusi dalam hubungan dengan Negara Arab’.

Komentar itu muncul ketika Israel meningkatkan serangan udara pada posisi Iran di negara tetangga Suriah. Ditambah lagi ketika Israel mencerna keputusan mendadak oleh Presiden Donald Trump untuk menarik pasukan AS dari Suriah.

Netanyahu telah berulang kali memperingatkan bahwa Iran berusaha mengembangkan senjata nuklir untuk menghancurkan negaranya. Dengan klaim sepihak, Netanyahu menjelaskan bahwa “Israel telah menunjukkan dirinya aktif dalam memerangi kelompok Islam garis keras – baik yang dipimpin oleh Syiah radikal yang dipimpin oleh Iran, atau yang dipimpin oleh Sunni radikal yang dipimpin oleh ISIS dan Al-Qaeda” .

“Sayangnya kami belum membuat kemajuan dengan Palestina. Setengah dari mereka sudah berada di bawah senjata Iran,” tambah Netanyahu, seperti dikutip AFP, Selasa, 1 Januari 2019.

Ditanya apakah dia bisa berbicara dengan damai bersama pemimpin Iran, Netanyahu menjawab: “Jika Iran tetap berkomitmen untuk penghancuran kita, jawabannya adalah tidak. Satu-satunya cara adalah Iran mengalami transformasi total”.

Netanyahu berada di Brasil untuk menghadiri pelantikan Presiden terpilih Brasil Jair Bolsonaro. Presiden Brasil ini melontarkan sikap pro-Israel.

Di sela-sela upacara, Netanyahu akan mengadakan pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo, yang juga di antara para pejabat tinggi yang berkunjung. Mereka dijadwalkan untuk membahas penarikan pasukan AS dari Suriah dan kegiatan-kegiatan Iran di Timur Tengah.

(FJR)

Bentrok Pemburu dan Petani di Mali Tewaskan 37 Orang

Kelompok petani dan peternak Fulani berunjuk rasa di Bamako, Mali, 30 Juni 2018, atas pembataian di Koumaga. (Foto: AFP/MICHELE CATTANI)

Bamako: Tiga puluh tujuh warga sipil tewas saat sekelompok pria bersenjata yang diyakini sebagai pemburu menyerang sebuah desa di Mali, Selasa 1 Januari 2019. Ini merupakan kelanjutan dari bentrokan antara pemburu Dogon dan petani serta peternak Fulani.

“Serangan di desa Koulogon dekat Bankass di area Mopti dilakukan pria bersenjata yang berpakaian seperti pemburu dozo yang bermitra dengan grup etnis Dogon,” ujar pernyataan resmi pemerintah Mali, seperti dikutip dari kantor berita AFP.

“Selain 37 korban tewas, yang semuanya warga sipil, sejumlah orang terluka dan banyak rumah dibakar,” lanjutnya.

Sebelumnya, sebuah sumber keamanan dan seorang pria mengaku menyaksikan serangan di Koulogon. Mereka juga menuding Dogon berada di balik serangan, dan menyebutkan korban tewas berjumlah 33 orang.

“Kepala desa kami, Moussa Diallo, tewas dalam serangan. Seorang wanita tua dan satu perempuan beserta seluruh anggota keluarganya juga tewas,” tutur Allaye Yattara, seorang Fulani, kepada AFP.

Prancis telah membantu pasukan Mali dalam menghadapi pemberontakan di wilayah utara yang terjadi sejak 2012. Sejak kematian tokoh Fulani Amadou Koufa pada November lalu, intensitas konflik antar grup dan etnis di Mali meningkat.

Kekerasan diperparah tuduhan bahwa Fulani membiarkan hewan ternak mereka merumput di tanah Dogon. Perserikatan Bangsa-Bangsa mencatat lebih dari 500 warga sipil tewas dalam bentrok Dogon dan Fulani sepanjang 2018.

Juni lalu, 24 anggota komunitas Fulani tewas dalam sebuah serangan. Penyelidikan PBB menyatakan Dogon berada di balik serangan.

(WIL)

Korban Tewas Kapal Karam di Turki Jadi 6 Orang

Ilustrasi kapal tenggelam. (Foto: Medcom.id)

Ankara: Jumlah korban tewas kapal karam di lepas pantai Turki bertambah menjadi enam orang, setelah laporan awal menyebutkan dua kematian dengan beberapa lainnya dinyatakan hilang. Kapal berbendera Panama itu tenggelam di lepas pantai provinsi Samsun di Laut Hitam.

Menurut pernyataan Kementerian Dalam Negeri Turki, seperti dilansir dari Daily Sabah Turkey, Senin 7 Januari 2019, tim penjaga pantai dikerahkan ke sebuah koordinat sekitar 123 kilometer dari Samsun usai menerima panggilan darurat dari kapal Volgo Balt 214.

Total kru kapal berjumlah 13 orang. Dengan enam korban tewas dan tujuh berhasil diselamatkan, maka operasi penyelamatan resmi berakhir. Operasi penyelamatan sempat melibatkan dua perahu, tiga helikopter dan satu pesawat.

Gubenur Samsun Osman Kayman mengatakan seluruh korban selamat berada dalam kondisi baik. Investigasi awal menunjukkan cuaca buruk sebagai penyebab karamnya kapal.

Dia mengatakan salah satu korban selamat mengatakan kepada dirinya bahwa sebuah “gelombang cepat” menghancurkan beberapa bagian kapal, sebelum akhirnya tragedi tenggelam pun terjadi.

Kapal kargo Volgo Balt 214 diketahui sedang berlayar menuju Samsun dari pelabuhan Azov di Rusia. Kaymak menyebut kapal tersebut mengangkut batu bara.

(WIL)

Nigeria Tahan Dua Jurnalis atas Peliputan Boko Haram

Prajurit Nigeria dalam parade militer di Abuja, 1 Oktober 2018. (Foto: AFP/SODIQ ADELAKUN)

Maiduguri: Pasukan keamanan Nigeria menggerebek kantor surat kabar Daily Trust dan menahan dua jurnalisnya terkait peliputan kelompok bersenjata Boko Haram.

Petugas gabungan kepolisian dan paramiliter Nigeria menggerebek kantor tersebut yang terletak di utara kota Maiduguri. Dua orang yang ditahan adalah editor Uthman Abubakar dan reporter Ibrahim Sawab.

“Penggerebekan itu merupakan respons terhadap peliputan kami atas persiapan militer untuk merebut kembali kota Baga yang dikuasai Boko Haram pekan lalu,” ucap seorang sumber di Daily Trust kepada kantor berita AFP, Senin 7 Januari 2019.

“Mereka mencari reporter kami Hamza Idris yang meliput untuk artikel tersebut. Namun mereka menangkap dua reporter lain saat tidak dapat menemukan Idris,” tambah seorang sumber lainnya.

Kepolisian Nigeria menyegel kantor Daily Trust usai menyita beberapa laptop dan telepon genggam kedua jurnalis. Belasan prajurit Nigeria juga menggerebek kantor pusat Daily Trust di Abuja pada Minggu malam.

“Ini merupakan kelanjutan dari yang awalnya terjadi di kantor Maiduguri. Mereka masuk ke ruang berita di lantai tiga, kemudian menyita komputer serta laptop dan meminta semua orang untuk pergi,” ujar seorang sumber lain di Daily Trust.

“Mereka menyegel bangunan. Ini artinya koran kami tidak akan ada esok hari, yang merupakan kali pertama dalam 20 tahun,” lanjut dia.

Menurut beberapa sumber lain, operasi serupa dilakukan terhadap kantor Lagos Daily Trust di waktu bersamaan dengan di Abuja.

Baca: Boko Haram Serang Pasukan Keamanan Nigeria, 13 Tewas

(WIL)

Enam Orang Tewas dalam Kecelakaan KA Denmark

Dua petugas berada di dekat kereta kargo yang rusak dalam kecelakaan di Denmark, 2 Januari 2019. (Foto: AFP/Ritzau Scanpix/TIM K. JENSEN)

Copenhagen: Enam orang tewas dalam kecelakaan kereta api di sebuah jembatan yang menghubungkan dua pulau di Denmark, Rabu 2 Januari 2019. Kabar disampaikan operator jaringan kereta DSB.

“Kami mengonfirmasi enam orang meninggal dunia,” ujar seorang petugas DSB kepada kantor berita AFP. Media lokal melaporkan atap dari sebuah kereta kargo terbang tertiup angin kencang dan mengenai kereta penumpang yang melaju di arah berlawanan.

Kecelakaan terjadi di Jembatan Great Belt yang menghubungkan Pulau Zealand, tempat Copenhagen berada, dengan Funen.

Seorang juru bicara kepolisian Funen mengatakan kepada awak media bahwa dirinya belum dapat menghadirkan detail mengenai kecelakaan. “Kami hanya tahu sebuah objek mengenai kereta,” ucapnya.

Kepolisian Denmark menyebut terdapat 131 penumpang dan tiga kru di pesawat yang terkena objek tersebut. Sebuah pusat penerangan darurat telah didirikan di sisi barat dari jembatan tersebut, yang berlokasi di kota Nyborg.

Jembatan Great Belt Bridge untuk sementara ditutup untuk mobil dan kereta yang hendak pergi ke Funen. Namun arus lalu lintas menuju Zealand kini telah dibuka kembali.

Puluhan ribu kendaraan melintasi jembatan tersebut pada setiap harinya. Badai telah menyebabkan beberapa kecelakaan di jembatan tersebut pada Selasa 1 Januari.

(WIL)