General Motors gelar sayembara penamaan sepeda listrik terbaru

General Motors (GM) menggelar sayembara pemberian nama untuk produk sepeda listrik terbaru yang tengah mereka kembangkan.

Perusahaan otomotif yang bermarkas di Amerika Serikat itu mengajak masyarakat terlibat aktif menyumbang nama yang tepat lewat situs eBikeBrandChallenge.

“Kami ingin memperluas pemikiran melampaui dinding perusahaan dan mendengar dari orang-orang yang memiliki ide cemerlang,” ujar direktur General Motors Urban Mobility Solution, Hannah Parish dalam pernyataan resminya, Jumat (2/11).

Peserta dengan usulan nama terbaik berhak mendapatkan hadiah sebesar 10.000 dolar AS. Sedangkan sembilan peserta terpilih lainnya akan mendapatkan hadiah masing-masing 1.000 dolar AS.

Baca juga: GM tarik mobil patroli kepolisian hingga pickup karena masalah rem

Sayembara akan berlangsung hingga 26 November 2018 mendatang. Adapun pengumuman pemenang akan dilangsungkan pada awal tahun 2019.

General Motors SBOBET mengembangkan sepeda listrik sebagai bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan tentang teknologi serba listrik.

Hannah mengatakan sepeda listrik yang dikembangkan dibuat dengan menggabungkan teknologi elektrifikasi yang revolusioner, desain terbaik, dan pengujian setara kelas otomotif dengan pemikiran-pemikiran hebat dari pelaku industri sepeda.

Nantinya, sepeda tersebut akan tersedia dalam dua model, yakni model frame tetap dan frame yang dapat dilipat.

Hyundai Motor akan mendirikan ‘Dana Energi Hidrogen’ dengan lembaga di Cina

Jakarta (ANTARA News) – Hyundai Motor hari ini menandatangani nota kesepahaman (MOU) dengan Institut Litbang Industri Beijing-Tsinghua (BTIRDI) untuk bersama-sama membentuk ‘Dana Energi Hidrogen’.

Berdasarkan perjanjian ini, produsen Korea Selatan itu dan mitranya dari Cina berharap untuk memperkuat pengaruh mereka dalam ekosistem hidrogen sambil mempercepat munculnya ‘Masyarakat Hidrogen’.

The Hydrogen Energy Fund akan dioperasikan bersama oleh Hyundai Motor dan Yield Capital, firma investasi BTIRDI, dengan tujuan untuk meningkatkan total hingga 100 juta dolar AS atau setara Rp1,5 miliar lebih. Dana tersebut bertujuan untuk menarik investasi dari perusahaan-perusahaan modal ventura terkemuka yang berbasis di Cina, Eropa, dan AS.

Seperti dikutip laman resmi Hyundia pada Selasa waktu setempat, tujuan utama inisiatif binasional adalah untuk memacu investasi dalam industri hidrogen dan rantai nilai sambil juga mendorong pertumbuhan startup yang menjanjikan di China dan Korea. Lebih khusus lagi, dana tersebut akan mencari perusahaan inovatif yang memiliki berbagai infrastruktur dan kepemimpinan terkait teknologi hidrogen. Kemitraan ini akan memanfaatkan keahlian kolektifnya dalam teknologi hidrogen untuk melakukan analisis terperinci tentang potensi pertumbuhan calon investor di masa depan, untuk membuat investasi terbaik yang akan menguntungkan seluruh industri dan ekosistem.

Kontribusi Dana Industri Energi Hidrogen SBOBET Indonesia tidak akan terbatas pada investasi ekuitas semata, tetapi akan melibatkan dukungan aktif dan sistematis berdasarkan program inkubasi masing-masing anggota dan strategi perusahaan modal ventura (CVC).

“Kami senang mengumumkan pembentukan Dana Energi Hidrogen dengan Institut Litbang Industri Beijing-Tsinghua,” kata Wakil Presiden Eksekutif di Hyundai Motor Group (China) Ltd. Hsiu Fu Wang.

“Kolaborasi ini merupakan langkah pertama yang penting dalam memajukan ekosistem hidrogen global dan landasan kepercayaan kami yang kuat akan menghadirkan banyak peluang pertumbuhan untuk kemitraan,” tambahnya

Baca juga: Hyundai Kona 2018 terbaik menurut TAWA

Untuk Hyundai Motor, pembentukan Dana Industri Energi Hidrogen diharapkan dapat membuka jalan bagi peluang bisnis baru terkait hidrogen di China. Secara khusus, kerja sama Sino-Korea akan meletakkan fondasi yang kuat bagi Hyundai Motor untuk terjun ke pasar kendaraan sel bahan bakar listrik Cina (FCEV) di masa depan.

“Hyundai Motor memiliki teknologi FCEV terkemuka di industri yang akan kami manfaatkan untuk mendapatkan pijakan di ekosistem hidrogen China,” kata Wakil Direktur Dewan Sekolah Universitas Tsinghua, Zongkai Shi.

Hidrogen muncul sebagai pilar utama untuk pertumbuhan masa depan di Cina. Pada bulan Februari, Aliansi Nasional Cina Hidrogen dan Fuel Cell (China Hydrogen Alliance) secara resmi diluncurkan untuk mempercepat penyebaran hidrogen di Cina dan mempromosikan pembangunan masyarakat hidrogen di negara tersebut. Pemerintah Cina juga menargetkan pengerahan besar-besaran satu juta FCEV dan seribu stasiun isi ulang pada tahun 2030.

Baca juga: Hyundai luncurkan model i30 N Line di Korea Selatan

Baca juga: Ford Series 1 Mustang RTR siap ke dealer tahun depan

Penerjemah: Chairul Rohman
Copyright © ANTARA 2018

Blits bisa menempuh 300km dalam sekali pengisian listrik

Jakarta (ANTARA News) – Blits, mobil listrik Indonesia hasil kolaborasi Universitas Budi Luhur dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), bisa menempuh jarak 300kilometer dalam sekali pengisian daya.

Dosen Pembimbing Proyek Blits, Nur Yulianto, menjelaskan mobil yang ingin diikutkan pada Rally Dakar itu memiliki 2.800 sel baterai, terdiri 92 seri dan sisanya paralel yang di-pack menjadi 350volt.

“Bisa menempuh 300 kilometer untuk sekali charge. Waktu pengisian tergantung kekuatan daya listrik,” kata Nur Yulianto dalam keterangannya, Senin, kemudian menambahkan membutuhkan sekira 8 jam untuk mengisi penuh baterai.

Posisi baterai berada di bagian bawah mobil, mengacu pada titik pusat gravitasi agar mobil semakin stabil, kata dia.

Baterai Blits masih diimpor dari China, namun manajemen baterai pack sudah dikerjakan sendiri oleh tim mereka.

“Yang harus kita impor adalah baterai, tapi bukan baterai pack yang sudah kami kerjakan sendiri. Sistem manajemen baterai sudah kami kerjakan sendiri,” katanya.

Baca juga: Mobil listrik Blits menjelajah 15.000km sebelum terjun Rally Dakar PLN BLITS Explore Indonesia merupakan touring mobil listrik karya anak bangsa hasil kolaborasi Budi Luhur dan ITS (BLITS) yang akan berkeliling Indonesia dengan total jarak tempuh lebih dari 15.000 km. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/ama.

Ia menjelaskan, kolaborasi antara Budi Luhur dan ITS menitikberatkan pada powertrain — baterai pack, transmisi, motor listrik dan kontrol algoritma — yang terus diujicoba dan dipantau secara teliti. Adapun bagian sasis, bodi hingga kaki-kaki sudah bisa dibuat di dalam negeri.

“Semua parameternya dilihat, mulai dari temperatur, performa, RPM, tekanan oli, karena mau tahu secara engineering apakah sudah benar atau belum,” ujar dia.

“Di luar mesin, (cangkang bodi hingga sasis) bangsa ini sudah bisa membuatnya. Industri karoseri kita sudah pintar, tapi mesinnya masih impor,” katanya.

Blits akan diuji coba 15ribu kilometer dari ITS Surabaya, Budiluhur Jakarta, Medan, Aceh, Sabang, Pontianak, Sampit, Balikpapan, Samarinda, Makasar, Kendari, Manado, Ternate, Sorong (Papua), Manokwari, Jayapura, Marauke, Kupang, Labuan Bajo, Bima, Mataram, Bali, Banyuwangi, dan finish di Surabaya.

Pada ujicoba “PLN Blits Explore Indonesia” yang juga diikuti mobil hybrid series KASUARI, Blits akan menyambangi sejumlah kantor PLN untuk mengisi daya. Ada juga beberapa metode pengisian daya lain, misalnya menggunakan genset atau menukar baterai (swap) dengan yang sudah terisi.

Baca juga: Tiga kendaraan inovatif ITS jelajahi Indonesia
 

Pewarta:
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2018

Volkswagen bisa produksi hingga 50 juta mobil listrik

Jakarta (ANTARA News) – Volkswagen bisa memproduksi hingga 50 juta mobil listrik pada platform kendaraan listriknya yang baru dan sedang dipertimbangkan untuk diperluas jejak manufakturnya di Amerika Serikat, Chief Executive Herbert Diess mengatakan kepada Automotive News.

“Kami mendirikan pabrik di Chattanooga selalu dengan gagasan untuk dapat mengembangkannya,” kata Diess seperti dikutip Automotive News yang dilansir Reuters, Selasa. 

“Pabrik ini masih terlalu kecil, dan kami mempertimbangkan opsi yang berbeda –mungkin mobil listrik, mungkin turunan berbeda dari Atlas (SUV) — itu masih terbuka,” tambahnya

Diess mengatakan Volkswagen dan Ford sedang mencari peluang kerjasama yang dapat berkembang, terutama dalam kendaraan komersial.

“Yang kami bicarakan adalah berbagi beberapa platform dan tempat manufaktur di sana, yang masuk akal. Dan di dalam pembicaraan, kami juga membahas opsi lain, tetapi ini akan menjadi fokus utama jika kami sampai pada suatu kesimpulan,” ucapnya. 

Baca juga: Volkswagen dan Ford lakukan pembicaraan soal mobil listrik dan swakemudi

Ford dapat membantu Volkswagen mengembangkan penerus global untuk pickup Amarok, atau pickup unibody, kata Diess.

Volskwagen terbuka untuk melisensikan platform mobil listrik MEB kepada produsen pihak ketiga. Diess menegaskan kembali bahwa itu adalah bagian dari strategi untuk meningkatkan skala ekonomi.

Dia mengatakan Volkswagen dapat memproduksi hingga 50 juta kendaraan listrik secara global di seluruh mereknya, dimulai pada 2020, dan memiliki perjanjian pengadaan baterai untuk mereka. Diess menyebut pemberian lisensi MEB kepada produsen mobil lainnya akan menghasilkan peningkatan efisiensi lebih lanjut.

Seorang juru bicara VW mengatakan jumlah yang disebutkan oleh Diess adalah tujuan jangka panjang teoritis untuk platform mobil listrik MEB. Platform kendaraan Volkswagen Group saat ini, MQB, telah melahirkan sekitar 50 juta kendaraan yang sebagian besar bermesin pembakaran pada beberapa merek selama bertahun-tahun.

Volkswagen Group menjual 10,7 juta kendaraan pada tahun 2017.

Perusahaan Jerman ini melakukan investasi besar-besaran dalam kendaraan listrik ketika mencoba untuk membangun kembali reputasinya menyusul skandal uji emisi mesin diesel di Amerika Serikat yang telah menghabiskan miliaran dolar AS untuk denda dan reparasi.

Baca juga: Broadcom buat klaim paten 1 miliar dolar AS terhadap Volkswagen

Penerjemah: Fathur Rochman
Copyright © ANTARA 2018

Toyota kembangkan pembakaran hidrogen di pabrik tekan emisi

Jakarta (ANTARA News) – Toyota Motor Corporation telah mengimplementasikan sistem pembakaran hidrogen di pabriknya di Jepang, diklaim yang pertama untuk keperluan industri, sebagai bagian dari langkah mengurangi emisi C02 dan membangun proses produksi yang ramah lingkungan.

Sistem pembakaran hidrogen yang dikembangkan bersama Chugai RO Co.Ltd itu telah diterapkan di Pabrik Honsha milik Toyota di Jepang, kata Toyota dalam pernyataan resminya, dikutip Sabtu.

Dalam pembakaran hidrogen konvensional, hidrogen bereaksi cepat dengan oksigen, yang mengarah ke suhu nyala api yang tinggi dan emisi NOx yang berbahaya bagi lingkungan.

Sistem pembakaran baru yang dikembangkan Toyota menggabungkan dua struktur yang memungkinkan hidrogen membakar lebih lambat.

Baca juga: Toyota tarik lebih dari 1 juta kendaraan terkait masalah air bag

Sistem pembakaran dalam proses produksi yang dikembangkan Toyota ini menghasilkan emisi nol dan diklaim menghasilkan kinerja lingkungan yang luar biasa.

Jika hidrogen dan oksigen dalam keadaan tercampur penuh ketika dinyalakan, campuran itu membakar dengan kuat dengan suhu nyala api tinggi. Pada pembakar yang baru dikembangkan, hidrogen dan aliran oksigen bersisian dan dinyalakan tanpa dicampur sepenuhnya.

Baca juga: Penjualan global stabil, laba bersih Toyota melonjak 16 persen

Oleh karena itu, pembakaran pada sistem hidrogen menghasilkan pembakaran yang lebih lambat dan suhu nyala api yang lebih rendah.

Toyota mengatakan, untuk mencapai target Tantangan Pabrik Emisi Nol CO2, yang merupakan bagian dari Toyota Environmental Challenge 2050, Toyota menerapkan teknologi inovatif dan kegiatan kaizen (peningkatan berkelanjutan) setiap hari.

Toyota juga akan menggunakan energi yang berasal dari sumber terbarukan di pabriknya, termasuk energi hidrogen.

“Teknologi baru yang diumumkan hari ini akan memungkinkan 1.000 pembakar gas alam berskala besar untuk digantikan oleh pembakar hidrogen di pabrik kami di seluruh Jepang,” demikian Toyota.

Baca juga: Corolla terbaru akan ditampilkan di Guangzhou International Automobile
 

Pewarta: Suryanto
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2018

Hasil studi: Mobil listrik hemat energi hingga 80 persen

Jakarta (ANTARA News) – Mobil listrik dinilai mampu menghemat energi hingga 80 persen dibandingkan mobil konvensional yang menggunakan bahan bakar minyak (BBM). 

Hal tersebut merupakan salah satu hasil studi dan riset yang didorong oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dengan menggandeng Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, perguruan tinggi, serta industri otomotif.

“Berdasarkan penelitian, rata-rata mobil listrik jenis hibrid itu bisa hemat 50 persen, sedangkan yang plug-in hybrid bisa lebih hemat lagi hingga 75-80 persen,” kata Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto melalui keterangannya diterima di Bali, Selasa.

Airlangga menyampaikan hal itu pada acara “Final Report 1st Round Electrified Vehicle Comprehensive Research & Study” di Kemenperin, Jakarta.

Menurut Menperin, penggunaan mobil listrik bisa menghemat BBM hingga dua kali lipat dibanding saat memakai bahan bakar B20. 

“Kalau program B20 saja sudah bisa menghemat sekitar enam juta kiloliter BBM, maka dengan hibrid atau plug-in hybrid akan ada dua kali penghematan,” tuturnya.

Langkah tersebut diyakini dapat merealisasi komitmen Pemerintah Indonesia untuk menurunkan Emisi Gas Rumah Kaca (CO2) sebesar 29 persen pada tahun 2030 sekaligus menjaga ketahanan energi, khususnya di sektor transportasi darat. 

Selain itu, diharapkan target 20 persen untuk produksi kendaraan emisi karbon rendah atau Low Carbon Emission Vehicle (LCEV) di tahun 2025 dapat tercapai.

Airlangga menjelaskan, riset dan studi pada tahap pertama ini merupakan laporan dari tiga perguruan tinggi, yakni Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Gadjah Mada (UGM). 

Mereka telah melakukan uji coba terhadap mobil listrik Toyota jenis hibrid atau plug-in hybrid.

“Tujuan studi dan riset tersebut adalah membahas tentang karakteristik teknis, kemudahan pengguna, dampak lingkungan, sosial dan industri, serta kebijakan dan regulasi yang akan ditetapkan ketika teknologi itu sudah berkembang,” paparnya.

Studi dan riset juga sejalan dengan hal yang didorong oleh Kemenristekdikti terkait dengan kemampuan mobil listrik nasional (molina). 

“Saat ini, roadmap pengembangan industri otomotif nasional sedang kami dorong, termasuk peraturan pemerintah atau perpres terkait pengembangan kendaran listrik dan fasilitas-fasilitasnya,” imbuhnya.

Dalam upaya pengembangan kendaraan listrik, Kemenperin telah mengusulkan kepada Kementerian Keuangan mengenai pemberian insentif fiskal berupa tax holiday, Bea Masuk Ditanggung Pemerintah, serta pembiayaan ekspor dan bantuan kredit modal kerja untuk pengadaan battery swap

“Dari sisi fasilitas nonfiskal seperti penyediaan parkir khusus, keringanan biaya pengisian listrik di SPLU hingga bantuan promosi,” ujar Menperin.

Setelah tahap pertama ini, Kemenperin akan melanjutkan laporan hasil riset mobil listrik terkait dengan aplikasi, ketahanan, dan ketersediaan infrastruktur. 

Tahap kedua akan dilakukan oleh Universitas Sebelas Maret (UNS), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan Universitas Udayana yang ditargetkan rampung pada Januari 2019.

Di tahap kedua, riset yang sama juga akan dilakukan oleh perguruan tinggi selanjutnya, dengan demikian terjadi integrasi di kampus mulai dari riset sampai dengan aplikasi sehingga ekosistem itu bisa terpetakan di perguruan tinggi. 

“Untuk Perpres-nya, rencananya akan dikeluarkan pada tahun ini,” jelasnya.

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir mengatakan secara internal proses studi saat ini sudah selesai. 

Artinya, tinggal dikolaborasikan dengan industri supaya bisa memanfaatkan inovasi mobil listrik tersebut. 

“Tidak akan bisa jalan jika tidak ada industri yang akan menggunakan inovasi ini,” ujarnya.

Nasir menambahkan, pemerintah juga berencana untuk memfasilitasi dan memediasi antara akademisi dengan industri yang akan memanfaatkan hasil studi tersebut. Salah satunya, melalui pemberian insentif industri seperti super tax deduction

“Kalau ini bisa dilakukan, saya optimistis bisa berhasil,” tegasnya.

Baca juga: Pengamat: mobil listrik baik dikembangkan di Indonesia, asal…

Baca juga: Kemenperin kaji insentif untuk dorong mobil listrik

Pewarta: Sella Panduarsa Gareta
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2018

Belum dipasarkan, Honda pamer PCX Electric di IMOS 2018

Jakarta (ANTARA News) – PT Astra Honda Motor pada pameran IMOS 2018 menghadirkan untuk pertama kalinya PCX Electrix, lengkap dengan paket baterai berupa Honda Mobile Power Pack.

Kendati demikian, Honda PCX Electric ternyata masih dalam tahap studi yang nantinya harus dikembangkan agar bisa dipasarkan di Indonesia.

“Untuk PCX Electric hari ini kita mengatakan produk konsep dan kita saat ini dalam saat ini sedang dalam  proses final,” kata Marketing Director AHM Thomas Wijaya, saat ditemui di Booth Honda IMOS 2018, JCC, Jakarta Selatan, Rabu.

Thomas menambahkan, terdapat beberapa proses dari tahapan final tersebut, yang mengharuskan masyarakat bersabar untuk mendapatkan PCX Electric ini.

PCX Electric ini yang sudah sampai tahap final, mempunyai beberapa langkah ke depan yang nantinya berkaitan dengan kebijakan pemerintah, sehingga PT AHM masih terus mengkaji untuk bisa memasarkan motor itu.

“Dalam tahap final ini kita harus memikirkan 5 faktor untuk ke depannya seperti mengenai regulasi, terkait dengan infastruktur, safety keamanan dan kenyaman serta biaya bahan baku dan pengolahan limbah,” tutupnya.

Baca juga: Honda “Project G” tampil di IMOS 2018

Baca juga: Skutik hingga BigBike, AHM suguhkan 37 motor di IMOS 2018

Baca juga: SG-411 Himalayan, motor modifikasi Royal Enfield di IMOS 2018

Pewarta:
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2018

Mobil listrik Kia-Hyundai bisa “dicas” pakai sinar matahari

Seoul (ANTARA News) – Kia Motors dan Hyundai Motor hari ini mengumumkan teknologi pengisian daya “solar roof” yang memungkinkan mobil-mobil terpilih dari grup Hyundai mendapatkan fitur charging panel surya yang ditempatkan pada atap kendaraan.

Panel surya yang dipasang pada atap atau kap kendaraan, akan menangkap sinar matahari kemudian diolah menjadi energi yang disalurkan ke mesin atau baterai pada kendaraan hibrida dan listrik, dilansir laman resmi perusahaan, Rabu.

Sistem ini juga berkemampuan mengisi baterai kendaraan listrik dan hibrida, serta kendaraan mesin pembakaran internal (ICE) yang membantu meningkatkan efisiensi bahan bakar.

Hyundai Motor Group mengembangkan tiga jenis sistem pengisian atap surya. Sistem generasi pertama untuk hibrida, teknologi generasi kedua menggunakan sistem solar roof semi-transparan ke kendaraan ICE. Adapun generasi ketiga dari teknologi ini akan mengenalkan solar roof berbobot ringan untuk kendaraan listrik menggunakan baterai.

Baca juga: Hyundai dan Kia luncurkan model baru untuk pasar Eropa di Paris Motor Show

Cara kerja

Sistem pengisian solar terdiri atas panel surya, pengontrol dan baterai. Ketika panel menyerap cahaya matahari, benda itu menciptakan elektron dalam sel silikon yang memungkinkan arus mengalir dan menghasilkan listrik.

Sistem generasi pertama yang diterapkan pada model hibrida, dibuat dari struktur panel surya silikon yang terintegrasi ke dalam atap mobil standar. Sistem ini mampu mengisi 30 hingga 60 persen baterai, tergantung kondisi cuaca dan faktor lingkungan lainnya.

Atap surya semi-transparan generasi kedua akan diterapkan pada kendaraan ICE, diintegrasikan dengan sunroof panoramic, membiarkan cahaya masuk ke kabin, sambil mengisi daya baterai kendaraan pada saat yang bersamaan.

Sedangkan sistem generasi ketiga masih dalam tahap pengujian, dirancang untuk dipasang pada kap mesin dan atap mobil listrik.

“Di masa depan, kami berharap dapat melihat berbagai jenis teknologi penghasil listrik yang terintegrasi ke dalam kendaraan kami,” kata Wakil Presiden Eksekutif Bidang Teknik dan Desain Hyundai Motor Group, Jeong-Gil Park, dalam keterangan tertulisnya, Rabu.

“Atap matahari adalah yang pertama dari teknologi ini, dan berarti mobil tidak lagi secara pasif mengkonsumsi energi, tetapi akan mulai memproduksinya secara aktif,” tambah Jeong-Gil Park.

“Ini adalah perkembangan yang menarik bagi kami, merancang teknologi bagi pemilik kendaraan untuk membantu mereka beralih dari pengguna energi menjadi produsen energi,” katanya.

Hyundai Motor Group akan meluncurkan generasi pertama teknologi ini ke dalam kendaraannya setelah 2019, guna memenuhi target regulasi global dan meningkatkan efisiensi bahan bakar kendaraan.

Baca juga: Hyundai Kia petenkan A-pillar display atasi blind spot

Pewarta:
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2018

AHM optimistis pasar hybrid berkembang di Indonesia

Jakarta (ANTARA News) – PT Astra Honda Motor optimistis pasar sepeda motor hybrid akan terus berkembang di Indonesia, menyusul pencapaian yang memuaskan dari penjualan Honda PCX Hybrid yang baru di luncurkan pertengahan tahun ini.

“Saya sih optimis ya karena Indonesia lagi ke arah motor dengan teknologi tinggi yang ramah lingkungan,” ucap Rina Listiani, Public Relation Manager PT Astra Honda Motor saat berbincang di kawasan Kemayoran, Jakarta, Senin.

Menurut Rina kehadiran sepada motor hybrid dengan teknologi baru yang mampu meningkatkan performa mesin dan pemakaian bahan bakar menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat.

“Saya optimis teknologi hybrid ini akan terus diterima baik masyarakat. Kita juga akan terus berinovasi kedepannya sehingga akan lebih bagus untuk masyarakat manfaatnya tentu akan lebih baik,” lanjutnya.

Sejak diluncurkan pertengahan tahun ini penjualan sepeda motor Honda PCX Hybrid telah sampai ke luar pulau Jawa, seperti di pulau Sumatera. Meskipun peminatnya kebanyakan masih dari masyarakat yang tinggal di kota besar.

“Pemasaran sudah sampai luar Jawa, tapi kebanyakan peminat dari kota besar. Mungkin mereka ingin memiliki motor dengan teknologi yang lebih canggih,” ujar Rina.

Baca juga: Baterai lithium-ion Honda PCX Hybrid bisa bertahan sampai 4 tahun

“Kita bertahap sekaligus edukasi karena kita baru mulai pertengahan tahun produksi,” jelasnya.

Honda PCX Hybrid diperkenalkan pada bulan April lalu, kendaraan roda dua berteknologi hybrid diklaim yang pertama di dunia. Motor ini dibanderol dengan harga Rp40.300.000 (on the road DKI Jakarta).

Teknologi hybrid yang hadir pada Honda PCX Hybrid bekerja saat tuas gas diputar dengan spontan. Tenaga motor pembantu yang didapatkan dari baterai lithium-ion yang disematkan pada mesin 150 cc ini disebut mampu meningkatkan torsi sehingga membuat akselerasi lebih responsif dibandingkan PCX standar.

Teknologi hybrid PCX ini juga mampu menghemat lebih dari 2,2 persen dalam penggunaan bahan bakar berdasarkan pengetesan EURO 3 dengan menggunakan metode ECE R40.

Baca juga: Honda PCX Hybrid motor terbaik pilihan wartawan otomotif

Baca juga: Honda PCX Hybrid menyapa Kota Manado

Pewarta: Yogi Rachman
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2018

VW bangun pabrik berstandar Industri 4.0 di China

Jakarta (ANTARA News) – SAIC Volkswagen, perusahaan patungan Volkswagen dengan mitra lokal di China, membangun pabrik baru di Anting, Shanghai, yang berstandar Industri 4.0 dan akan memproduksi kendaraan listrik mulai 2020.

Model pertama yang akan diproduksi di pabrik SAIC Volkswagen di Anting itu adalah SUV brand Volkswagen, kata Volkswagen dalam pernyataan resminya, dikutip Minggu.

Melalui platform Modular Electric Drive Kit Volkswagen (MEB), platform unik Volkswagen yang didesain untuk produksi massal kendaraan listrik, Volkswagen mengaku akan dengan mudah menghasilkan kendaraan listrik canggih untuk pelanggannya di China dalam skala tinggi.

“Grup Volkswagen, merek dan mitra usaha patungan China kami fokus secara konsisten pada mobilitas berkelanjutan dan mendorong transformasi industri otomotif di China dan di seluruh dunia. Dengan cara ini, kami menekankan pentingnya pasar China untuk Volkswagen Group,” kata Herbert Diess, Ketua Dewan Manajemen Grup Volkswagen.
 
Pabrik baru SAIC Volkswagen itu akan mengadopsi jaringan produksi berbasiskan Industri 4.0 dan meningkatkan tingkat otomatisasi dan efisensi. Fasilitas ini dilengkapi lebih dari 1.400 robot standar Industri 4.0, serta berbagai teknologi, termasuk Artificial Inttelligence, Augmented Reality, dan Virtual Reality yang cerdas dan digital.

Fasilitas produksi yang dibangun di atas lahan 610.000 meter persegi ini menggunakan 27 jenis teknologi ramah lingkungan dengan fokus khusus pada pelestarian air, penghematan energi, dan pengurangan karbon dioksida.

Pabrik baru ini akan mulai berproduksi pada 2020 dengan kapasitas tahunan direncanakan 300.000 unit. Dengan Roadmap E, Volkswagen ambisius untuk memproduksi kendaraan listrik.

Pada 2025, 50 kendaraan listrik murni akan ada di pasar di seluruh dunia, dengan satu dari empat kendaraan baru akan menggunakan tenaga listrik sepenuhnya, kata Volkswagen menjelaskan.

China merupakan pasar penting bagi Volkswagen, dan pada Juni lalu brand ini juga membuka pabrik FAW-Volkswagen kedua di Foshan yang menandai tonggak penting lain dari strategi elektrifikasi Volkswagen di negara ini.

Kapasitas produksi kendaraan FAW-Volkswagen di Fhosan meningkat dua kali dari 300.000 unit menjadi 600.000 unit setahun.

Pada akhir Mei lalu, produksi model Volkswagen di pabrik FAW-Volkswagen di Qingdao dimulai. Fasilitas manufaktur fleksibel ini memungkinkan untuk model dengan mesin pembakaran internal serta sistem penggerak listrik yang akan dibangun pada jalur produksi yang sama.

FAW-Volkswagen juga akan memproduksi sistem baterai untuk platform MQB di sana.

Baca juga: VW-Renault akan pelopori penggunaan WiFi 5G pada mobil

Baca juga: Volkswagen Skoda butuh pabrik baru untuk bersaing di Eropa

Pewarta: Suryanto
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2018

Taksi listrik London “Black Cab” beroperasi di Paris

London (ANTARA News) – Taksi ikonik Kota London “Black Cab” yang kini sudah menggunakan sistem penggerak listrik akan beroperasi di Paris, Prancis, mulai tahun 2019.

London Electric Vehicle Co yang menaungi penjualan Black Cab memperluas cakupan pasarnya dengan menyasar kota-kota besar Eropa selain London, dilansir Economic Times, Jumat (19/10) waktu setempat.

Perusahaan yang membuat taksi bermesin “plug-in electric” itu tetap mempertahankan desain klasik Black Cab, dengan ciri khas lampu bulat dan grille depan yang besar, serta lekukan bodi yang menyerupai mobil-mobil di era 60-an.

Sejauh ini terdapat 600 unit Black Cab yang beroperasi di London.

Selain Paris, London Electric Vehicle akan memperluas pasarnya ke Amsterdam, Berlin, Hamburg dan Oslo.

Pengoperasin Black Cab di Paris diklaim sejalan dengan program Wali Kota Anne Hidalgo yang agresif dalam meningkatkan kualitas udara di kota mode itu.

CEO London Electric Vehicle, Chris Gubbey, menyatakan ingin memberikan “opsi baru” kepada pengemudi dan penumpang untuk bersama-sama mengurangi polusi udara dengan menggunakan kendaraan umum berupa taksi yang ramah lingkungan.

Pewarta:
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2018

Inggris disarankan larang penjualan kendaraan bermesin bakar mulai 2032

Jakarta (ANTARA News) – Komite parlemen Inggris pada Jumat menyarankan agar pemerintah mengajukan larangan penjualan mobil baru berbahan bakar bensin dan diesel (combustion engine), serta kendaraan berjenis van selama delapan tahun ke depan sejak 2032 kemudian ditetapkan pada 2040, guna membantu negara mengurangi emisi gas rumah kaca.

Dilansir Reuters, Inggris diharapkan menjadi pemimpin dunia dalam teknologi kendaraan listrik, yang saat ini berencana melarang penjualan mobil bensin dan diesel pada 2040 untuk memenuhi target iklimnya.

“Jika kita serius menjadi pemimpin dunia EV (kendaraan listrik) , pemerintah harus maju dengan target penjualan mobil dan van baru menjadi nol emisi pada 2032,” kata Ketua Komite Bisnis, Energi dan Strategi Industri Rachel Reeves.

Meskipun demikian, laporan itu mengatakan negara harus meningkatkan insentif untuk serapan kendaraan listrik dan mengkritik keputusan untuk memotong insentif pada kendaraan listrik hibrida plug-in mulai November ini.

Ia juga mengatakan, infrastruktur negara untuk pengisian kendaraan listrik belum sesuai dengan tujuan itu.

“Pemerintah perlu memliki pegangan dan memimpin koordinasi dukungan keuangan dan pengetahuan teknis yang diperlukan bagi otoritas lokal untuk mempromosikan infrastruktur ini serta membantu memastikan bahwa mobil listrik adalah pilihan yang menarik bagi konsumen,” tambahnya.

Inggris memiliki sekitar 16.500 titik pengisian daya listrik, tetapi masih membutuhkan lebih banyak guna mencapai setidaknya 100.000 titik pada tahun 2020, menurut laporan perusahaan data yang berbasis di Inggris Emu Analytics pada Mei, demikian Reuters.

Baca juga: Pemerintah melarang kendaraan diesel beroperasi di Berlin

Baca juga: Kebocoran hidrolik picu kebakaran, Ford “recall” GT supercar

Baca juga: Agensi AS mengatakan klaim keamanan Tesla melampaui analisisnya

Pewarta:
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2018

Mobil tanpa emisi Nissan Sylphy resmi dijual di China

Jakarta (ANTARA News) – Kendaraan listrik Nissan Sylphy Zero Emission telah resmi dipasarkan di China, setelah diumumkan dalam acara bertajuk Brand Night of Sylphy & Sylphy Zero Emission Launch yang digelar di provinsi Hainan. 

Acara tersebut dihadiri oleh sekitar 670 perwakilan pemerintah, eksekutif perusahaan, diler, pemilik mobil dan media.

“Hari ini, saya senang Anda semua ada di sini untuk bergabung dengan keluarga Sylphy. Sylphy adalah salah satu model terlaris di pasar China, dan peluncuran Sylphy Zero Emission hari ini akan memperkuat jajaran kendaraan energi baru untuk Nissan di China,” ujar managing director DFN, Airton Cousseau, dikutip dari siaran pers yang dikeluarkan Newsroom Nissan Global pada Selasa (16/10).

Sylphy Zero Emission merupakan model strategis pertama untuk mengimplementasikan Nissan Intelligent Mobility di China, dan juga kendaraan listrik pertama yang diperkenalkan sebagai bagian dari rencana DFL Triple One yang diluncurkan pada awal tahun ini.

Dongfeng Motor Company Limited (DFL) berencana untuk memperkenalkan 20 kendaraan berenergi, termasuk EV dan e-POWER, di empat mereknya: Nissan, Infiniti, Venucia dan Dongfeng di China.

“Dalam 12 tahun terakhir, 2,6 juta keluarga di China telah memilih Sylphy sebagai mobil keluarga mereka,” ujar wakil direktur pelaksana DFN Hao Chen. 

“Kami percaya bahwa pengenalan Sylphy Zero Emission akan lebih memenuhi kebutuhan konsumen di China untuk kendaraan listrik di pasar mobil,” tambahnya.

Sylphy Zero Emission telah diterima dengan baik oleh konsumen China sejak acara pra-penjualan pada Juni di Beijing.

Baca juga: Dongfeng Nissan mulai produksi mobil listrik Sylphy Zero Emission

Penerjemah: Fathur Rochman
Copyright © ANTARA 2018

Fiat Chrysler bersiap untuk memproduksi plug-in hybrid Jeep Renegade

Jakarta (ANTARA News) – Fiat Chrysler (FCA) mengatakan bahwa mereka telah memulai persiapan untuk produksi versi hybrid plug-in dari Jeep Renegade sebagai produsen mobil dengan dorongan elektrifikasi untuk memenuhi aturan emisi ketat, pada Senin (8/10).

Produsen mobil terbesar ketujuh di dunia ini mengatakan pada Juni lalu, Fiat Chrysler akan menginvestasikan 9 miliar euro (10,3 miliar dolar) dalam bentuk mobil listrik dan hibrida selama lima tahun ke depan untuk sepenuhnya mematuhi peraturan emisi di seluruh wilayah.

Ia juga berjanji untuk menghentikan mesin diesel di mobil penumpang Eropa pada 2021 mendatang.

“Hybrid plug-in Jeep Renegade, yang diharapkan sudah berada di pasar pada awal 2020, akan diproduksi di pabrik Melfi FCA di Italia selatan, yang sudah mengaduk-aduk versi mesin pembakaran dari model dan crossover Fiat 500X,” kata FCA kepada Reuters.

Baca juga: Fiat Chrysler akan jual Magneti Marreli

perusahaan mengatakan akan ada lebih dari 200 juta euro dihabiskan untuk mesin baru ini, dengan menambahkan pekerja yang akan dilatih ulang untuk teknologi baru dan pabrik juga akan dimodernisasi. Pada 2022, FCA berencana untuk menawarkan total 12 sistem propulsi listrik, termasuk baterai kendaraan listrik (BEV), plug-in hybrids (PHEV) dan hibrida penuh, katanya, menambahkan tiga puluh model yang berbeda akan dilengkapi dengan satu atau lebih dari sistem ini.

Fiat Chrysler merencanakan akan menambahkan tiga puluh model yang berbeda yang akan dilengkapi dengan satu atau lebih dari sistem ini.

Mantan Ketua Eksekutif FCA Sergio Marchionne telah lama menolak untuk menerima elektrifikasi, dia mengatakan hanya akan melakukannya jika menjual mobil bertenaga baterai dapat dilakukan dengan meraup keuntungan yang besar.

Dia bahkan mendesak pelanggan untuk tidak membeli Fiat 500e milik FCA yang satu-satunya model bertenaga baterai, karena dia banyak kehilangan uang pada setiap penjualan. Tetapi keberhasilan Tesla dan kebutuhan untuk mematuhi aturan emisi ketat memaksa Marchionne untuk berkomitmen pada apa yang dia sebut sebagai pengeluaran yang “paling menyakitkan”.

Baca juga: Fiat Chrysler recall lebih 200.000 minivan dan SUV

Baca juga: Dalam percobaan NHTSA mobil swakemudi menghantam jalan AS

Baca juga: Ford mendirikan badan kreatif guna pemasaran produknya
 

Pewarta: Chairul Rohman
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2018

Mulai 2030, Mazda cuma memproduksi kendaraan berbasis listrik

Jakarta (ANTARA News) – Mazda Motor Corp mengumumkan pada Selasa bahwa semua kendaraan yang diproduksi pada tahun 2030 akan menggabungkan elektrifikasi, sementara 5 persen mobilnya akan menjadi kendaraan sepenuhnya listrik (EV).

Produsen mobil Jepang itu bergabung dengan perusahaan mobil global lain yang berencana untuk mengurangi emisi dengan memproduksi lebih banyak kendaraan bermesin hibrida-bensin, hibrida plug-in, dan baterai EV.

Baca juga: Mazda pikir-pikir boyong banyak model sedan ke Indonesia

Baca juga: Mobil listrik bintang Paris Motor Show kendati pasarnya belum jelas

“Pada 2030, Mazda mengharapkan bahwa mesin pembakaran internal dikombinasikan dengan beberapa bentuk elektrifikasi akan mencapai 95 persen dari kendaraan yang dihasilkannya dan kendaraan listrik baterai akan mencapai 5 persen,” kata pembuat mobil itu dalam sebuah pernyataan dilansir Reuters, Selasa.

Mazda telah mengatakan bahwa pihaknya berencana memasarkan all-battery EV pada tahun 2020. Kemudian pada hari ini mereka mengungkapkan akan mengembangkan dua baterai EV, satu yang akan didukung sepenuhnya oleh baterai dan yang lain yang akan memasangkan baterai dengan rentang extender yang didukung oleh mesin putar mobil.

Baca juga: Apple CarPlay dan Android Auto segera bisa dinikmati di Mazda6

Baca juga: Produsen Jerman dominasi Paris Motor Show 2018, mobil listrik jadi tren
 

Pewarta:
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2018

BMW i3 2019 hadir dengan kapasitas baterai lebih besar

Jakarta (ANTARA News) – Mobil listrik BMW i3 2019 hadir dengan kapasitas baterai yang lebih besar, sehingga mampu menempuh jarak hingga 153 mil dalam sekali pengisian daya.

Ini merupakan peningkatan sebesar 30 persen dibanding model sebelumnya.

Dilansir TechCrunch pada Senin, peningkatan tersebut layak diapresiasi, tetapi BMW i3 2019 masih tertinggal di belakang Chevy Bolt dan Tesla Model S, Model X dan Model 3. Mobil ini hanya sedikit lebih baik dibanding Nissan Leaf yang harganya jauh lebih murah.

Baca juga: Mobil listrik BMW i3s terbaru lebih bertenaga

Saat BMW i3 pertama kali diproduksi pada 2013, mobil itu memiliki baterai berkapasitas 22,6 kWh dengan kandungan baterai 60 ampere (Ah). BMW i3 generasi pertama itu memiliki jangkauan sejauh 81 mil, menurut perkiraan EPA.

Baterai generasi kedua yang diperkenalkan perusahaan pada 2016 kapasitasnya meningkat menjadi 33 kWh dengan kandungan 94 Ah. Jarak tempuh yang berhasil dijangkau sejauh 115 mil.

Pada model 2019, akan menggunakan baterai 120 Ah dengan kapasitas  42,2 kWh, dan dapat melakukan perjalanan sekitar 153 mil dengan sekali pengisian, kata BMW.

Baterai yang telah ditingkatkan ini akan tersedia pada mobil BMW i3 dan i3s. Untuk harganya masih belum diumumkan, tetapi model i3 tahun sebelumnya dibanderol dengan harga sekitar 45.000 dolar AS untuk model dasar.

Baca juga: BMW pamer teknologi mobil listrik i3

Baca juga: Polisi Los Angeles pilih BMW i3 ketimbang Tesla Model S
 

Penerjemah: Fathur Rochman
Copyright © ANTARA 2018

Toyota pasok teknologi hidrogen ke Caetanobus Portugal

Jakarta (ANTARA News) – Toyota pada Rabu (26/9) mengambil sebuah langkah penting dengan mengumumkan bahwa mereka akan menyediakan teknologi sel bahan bakar hidrogen untuk Caetanobus SA di Portugal.

Sejalan dengan visi Toyota tentang masyarakat dekarbonisasi (mengurangi emisi karbon) sebagaimana dinyatakan dalam tantangan lingkungan 2050, Toyota mempromosikan penerapan teknologi sel bahan bakar hidrogen di luar mobil penumpang, termasuk truk berat, truk pengiriman kecil, forklift dan bus.

Di Eropa, Toyota akan memasok sistem sel bahan bakar, termasuk sel bahan bakar dalam jumlah banyak, tangki hidrogen dan komponen kunci lainnya kepada Caetanobus SA — yang merupakan perusahaan mesin dan produksi bus terkenal di Portugal — untuk membangun bus perkotaan berbahan bakar hidrogen.

Baca juga: Toyota beri bantuan 20 juta yen untuk gempa Hokkaido

“Bus hidrogen memiliki keuntungan yang signifikan dibanding dengan bus nol emisi lainnya, seperti pengisian bahan bakar yang singkat. Manfaat ini memungkinkan bus hidrogen dapat dioperasikan pada rute yang lebih panjang dan pemanfaatan yang lebih tinggi,” ujar Presiden dan CEO Toyota Motor Eropa, Dr Johan Van Zyl, seperti dikutip dari Newsroom Toyota.

Sementara itu, Presiden dari Salvador Castano Industria Holding, Jose Ramos mengatakan pihaknya sangat bangga bisa menjadi perusahaan pertama di Eropa yang mendapatkan keuntungan dari teknologi sel bahan bakar Toyota. Dirinya berharap capaian ini bisa berdampak kepada pengembangan kemampuan manufaktur bus kelas dunia yang dimiliki perusahaannya.

“Kami yakin bahwa hidrogen adalah solusi yang bagus untuk bus nol emisi,” kata Ramos.

Rencananya, Caetanobus akan meluncurkan demonstrasi bus kota berbahan bakar hidrogen pertama pada musim gugur 2019.

Baca juga: Mobil Toyota siap hadapi penerapan Euro 4, pelanggan tak usah khawatir

Penerjemah: Fathur Rochman
Copyright © ANTARA 2018

Porsche jadi pabrikan mobil Jerman pertama yang tinggalkan mesin diesel

Berlin (ANTARA News) – Pembuat mobil sport, Porsche, mengumumkan pada Minggu bahwa akan menjadi raksasa otomotif Jerman pertama yang meninggalkan penggunaan mesin diesel.

Langkah itu diambil Porsche guna menyikapi skandal emisi (dieselgate) yang pernah dialami induk perusahaannya, Volkswagen, sekaligus mengantisipasi larangan penggunaan mobil bermesin diesel yang diberlakukan di beberapa kota di Jerman.

“Tidak akan ada Porsche bermesin diesel di masa depan,” kata CEO Oliver Blume kepada surat kabar Bild am Sonntag, dilansir AFP, Minggu.

Sebaliknya, merek mobil sport mewah akan berkonsentrasi pada produk yang akan menjadi kekuatan inti perusahaan yaitu, “menggunakan bensin, hibrida dan mulai 2019 kendaraan listrik sepenuhnya”.

Pimpinan Porsche mengakui langkah itu merupakan jawaban atas skandal “dieselgate” yang dialami raksasa otomotif Volkswagen, pada tiga tahun lalu.

Pada 2015, VW mengakui telah memasang sebuah perangkat pada 11 juta mobil di seluruh dunia guna mengakali hasil uji emisi pada mesin diesel.

Akibat kasus itu, VW telah membayar lebih dari 27 miliar euro sebagai biaya ganti rugi, melakukan pembelian kembali pada kendaraan yang terdampak, hingga “recall” yang melibatkan jutaan mobil di seluruh dunia.

Penjualan mobil diesel pun anjlok setelah beberapa kota di Jerman melarang penggunaan mobil diesel guna menurunkan polusi udara.

“Krisis diesel telah menyebabkan banyak masalah bagi kami,” kata Blume.

Sebelumnya, Otoritas Transportasi Federal Jerman memerintahkan Porsche menarik hampir 60.000 SUV di Eropa, demikian AFP.

Pewarta:
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2018

Hyundai pasok 1.000 truk hidrogen untuk perusahaan Swiss

Jakarta (ANTARA News) – Hyundai mencapai kesepakatan besar dengan perusahaan Swiss H2 Energy (H2E) untuk memasok truk ramah lingkungan berbahan bakar hidrogen (fuel cell vehicle) dalam lima tahun ke depan.

Dengan kesepakatan ini, mulai 2019 Hyundai akan menyediakan 1.000 unit truk berbahan bakar hidrogen untuk keperluan pelanggan Swiss yang diawali dari anggota Swiss H2 Association, kata Hyundai dalam pernyataan resminya.

“Kami lagi-lagi memajukan bidang teknologi sel bahan bakar di industri otomotif dengan pengumuman ambisi kami hari ini untuk mengkomersilkan truk listrik sel bahan bakar untuk pertama kalinya di dunia,” kata Wakil Presiden Eksekutif dan Kepala Divisi Komersial Hyundai Motor In Cheol Lee kepada pers di Hanover, Jerman, Rabu waktu setempat (Kamis dinihari WIB).

Nota kesepahaman (MoU) kesepakatan Hyundai Motor dengan Swiss H2 itu ditandatangani di ajang pameran IAA Commercial Vehicle 2018 di Hannover, Jerman, dimana dari pihak Swiss H2 diwakili Chairman Rolf Huber.

“Ekonomi hidrogen yang berkelanjutan membutuhkan ekosistem yang dirancang untuk hidrogen. Inilah mengapa kolaborasi kami antara Hyundai Motor, H2 Energy, Swiss H2 Association, dan produsen listrik utama di Swiss sangat strategis dan masuk akal,” kata Huber.

Dengan telah diperkenalkannya kendaraan listrik sel bahan bakar yang diproduksi massal pada 2013, yakni Hyundai Tucson fuel cell, dan peluncuran FCEV NEXO tahun ini, pasokan armada truk hidrogen ini menandai ekspansi Hyundai ke pasar kendaraan komersial ramah lingkungan.

Baca juga: Genesis rombak jaringan AS, memangkas setengah jumlah diler

Truk listrik fuel cell yang sedang dikembangkan Hyundai sesuai dengan peraturan Eropa, dengan sistem bahan bakar hidrogen 190kW baru dengan dua sistem fuel cell yang terhubung paralel, seperti yang diterapkan pada NEXO.

  Truk Hyundai yang berbahan bakar hidrogen yang dikombinasikan dengan tenaga listrik. (ANTARA News/Hyundai)

Dengan sistem powertrain itu, kendaraan ini bisa menempuh perjalanan hingga sekitar 400km, dengan delapan tangki hidrogen besar dipasang secara kompak, memanfaatkan area seperti antara kabin dan rangka body yang kuat.

Menurut Hyundai, truk listrik sel bahan bakar ini menawarkan desain yang khas. Ini disajikan dalam desain yang sederhana dan bersih yang juga efisien secara aerodinamis, dan dilengkapi dengan spoiler dan pelindung samping.

Baca juga: Hyundai rilis tampilan awal truk barbahan bakar hidrogen

Grille depan melambangkan hidrogen melalui bentuk geometris, memberikan tampilan yang unik dan kuat pada kendaraan. Kendaraan ini memancarkan tampilan ramah lingkungan dengan aplikasi warna biru dan grafis badan samping yang tebal, yang juga memvisualisasikan karakter dinamisnya.

H2 Energy adalah perusahaan yang mengkhususkan diri dalam produksi dan pasokan hidrogen terbarukan di Swiss, dengan anak perusahaan di Jerman, Norwegia dan Austria. Perusahaan ini berpengalaman dalam peluncuran ekosistem hidrogen yang dioptimalkan, yang berfokus pada kelangsungan hidup komersial untuk semua pemangku kepentingan.

H2 Energy berencana untuk menyediakan truk listrik sel bahan bakar Hyundai bagi para pelanggan Swiss yang dimulai dengan anggota Swiss H2 Association, yang mencakup beberapa operator stasiun pengisian bahan bakar, pengecer, dan pelanggan lainnya untuk distribusi logistik dan barang.

Baca juga: Hyundai kembangkan sistem swakemudi pakai teknologi game 3D

Pewarta: Suryanto
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2018

VW targetkan 10 juta mobil listrik pada gelombang produksi pertama

Frankfurt (ANTARA News) – Grup Volkswagen (VW) berencana membuat 10 juta mobil listrik yang menggunakan platform MEB modular pada gelombang pertama produksi massal yang akan diluncurkan di seluruh dunia pada akhir 2022.

VW akan membuat 27 model mobil untuk empat merek di dalam grup mereka berdasarkan platform MEB atau elektrifikasi modular. ID Volkswagen akan menjadi model pertama yang masuk dapur produksi di Zwickau, Jerman, pada akhir tahun depan.

Setelah skandal emisi tiga tahun lalu, VW mencanangkan rencana besar untuk menjadi pemimpin transportasi ramah lingkungan. VW berencana menginvestasikan 6 miliar euro dalam produksi mobil listrik.

“Dalam gelombang pertama saja, sekitar 10 juta mobil grup VW akan menggunakan platform ini,” kata kepala mobilitas listrik VW, Thomas Ulbrich yang dilansir Reuters, Selasa (18/9).

Baca juga: Volkswagen menuju produksi 1 juta mobil per tahun

Di sisi lain, perusahaan itu tidak mengungkap tenggat waktu untuk menuntaskan program itu, kendati mereka mematok target penjualan 3 juta unit mobil per tahun pada 2025 dari 50 model yang dijual tiap merek dari grup VW.

Volkswagen, seperti pembuat mobil Jerman lainnya, mendorong produksi mobil listrik sebanyak-banyaknya saat saingannya asal AS — Tesla — tengah bermasalah dengan proses manufaktur sedan listrik yang telah diproduksi secara massal.

Pabrikan lainnya, BMW dan Daimler juga berencana meningkatkan produksi dan penjuakan mobil listrik pada tahun-tahun mendatang, demikian Reuters.

Baca juga: VW “kodok” Beetle berhenti diproduksi tahun depan

Pewarta: Alviansyah Pasaribu
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2018